alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Meski Sering Hujan, Tetap Waspada Kebakaran

Radar Bojonegoro – Hampir setiap hari wilayah Bojonegoro diguyur hujan akibat cuaca kemarau basah. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro mengimbau masyarakat tetap waspada kebakaran.

Dua hari berturut-turut telah terjadi kebakaran, di Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan pada Rabu lalu (23/6), kemudian kemarin (24/6) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Kepala Bidang (Kabid) Pema daman dan Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Ahmad Adi Winarto mengungkapkan, si jago merah menghanguskan tumpukan limbah gergajian kayu di Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Industri Kayu dan Olahan Kayu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota pukul 03.00 kemarin.

“Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui petugas kebersihan kantor dan gudang tersebut,” katanya. Menurut Adi, setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.16, pihaknya menerjunkan dua mobil damkar dari Pos Bojonegoro Kota dan dibantu satu mobil water supply dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, beserta sepuluh personel.

“Petugas tiba di lokasi pukul 03.21 WIB, dan api benar-benar dapat dipadamkan pada pukul 04.35 WIB,” jelasnya. Dia menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta. Sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Baca Juga :  SMA NEGERI 1 KARANGBINANGUN BIASAKAN SISWA BACA AL QURAN

Sebelumnya, si jago merah hanguskan rumah milik Sri Wahyuni, 60, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan sekitar pukul 06.45 pada Rabu lalu (23/6). Diduga sumber api berasal dari korsleting listrik. Saat rumahnya terbakar, korban tidak berada di dalam rumah. Korban saat itu pergi beli sarapan.

Sepulangnya beli sarapan, ternyata rumahnya sudah terbakar. Korban pun langsung meminta tolong warga setempat untuk memadamkan api. Warga berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, kobaran api makin membesar dan melaporkan kebakaran tersebut kepada dinas damkar. Setelah menerima laporan sekitar pukul 07.03, petugas segera mengirimkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua mobil damkar Pos Padangan dan satu mobil damkar Pos Ngraho, beserta 15 personel.

Petugas damkar tiba di lokasi pukul 07.08 dan api benar-benar dapat dipadamkan pada pukul 08.00. Akibat kebakaran tersebut rumah milik korban berukuran 4×10 meter terbakar 90 persen. Korban ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 30 juta. Sementara, penyebab kebakaran atau sumber api diduga berasal dari korsleting listrik.

Baca Juga :  Persibo Tantang Tim Liga 1, Piala Indonesia Dibuka di Bojonegoro 

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta,” jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto sebelumnya telah menyampaikan, berdasar analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisinya saat ini ialah kemarau basah. Prediksi BMKG, kemarau basah ini berakhir pada Agustus mendatang. Kemudian, awal September diprediksi puncak musim kemarau.

“Kondisi cuaca saat ini memang meski kemarau, tetapi setiap harinya masih turun hujan. Tetapi intensitas hujannya rendah dan hanya hujan lokal, tidak seluruh wilayah Bojonegoro hujan,” kata Ardhian.

Adapun penyebab kondisi kemarau basah ialah suhu muka laut di wilayah Indonesia sedang hangat. Sehingga menyebabkan tingginya penguapan air laut. Sekaligus bisa mendukung proses pembentukan awan. Lalu uap air tadi, dibawa oleh angin timur menuju daratan.

Jadi, kemarau basah ini hampir mirip seperti masa pancaroba yang rawan penurunan sistem imun tubuh. Sehingga harapannya masyarakat tetap senantiasa menjaga kesehatan.

Radar Bojonegoro – Hampir setiap hari wilayah Bojonegoro diguyur hujan akibat cuaca kemarau basah. Namun, Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro mengimbau masyarakat tetap waspada kebakaran.

Dua hari berturut-turut telah terjadi kebakaran, di Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan pada Rabu lalu (23/6), kemudian kemarin (24/6) di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota. Kepala Bidang (Kabid) Pema daman dan Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Ahmad Adi Winarto mengungkapkan, si jago merah menghanguskan tumpukan limbah gergajian kayu di Kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Industri Kayu dan Olahan Kayu Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Bojonegoro turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota pukul 03.00 kemarin.

“Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui petugas kebersihan kantor dan gudang tersebut,” katanya. Menurut Adi, setelah menerima laporan kebakaran sekitar pukul 03.16, pihaknya menerjunkan dua mobil damkar dari Pos Bojonegoro Kota dan dibantu satu mobil water supply dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, beserta sepuluh personel.

“Petugas tiba di lokasi pukul 03.21 WIB, dan api benar-benar dapat dipadamkan pada pukul 04.35 WIB,” jelasnya. Dia menambahkan, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 10 juta. Sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik.

Baca Juga :  Yarso Bangunan dan Teknik, Sediakan Promo dan Diskon Khusus

Sebelumnya, si jago merah hanguskan rumah milik Sri Wahyuni, 60, warga Desa Banjarejo, Kecamatan Padangan sekitar pukul 06.45 pada Rabu lalu (23/6). Diduga sumber api berasal dari korsleting listrik. Saat rumahnya terbakar, korban tidak berada di dalam rumah. Korban saat itu pergi beli sarapan.

Sepulangnya beli sarapan, ternyata rumahnya sudah terbakar. Korban pun langsung meminta tolong warga setempat untuk memadamkan api. Warga berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya. Namun, kobaran api makin membesar dan melaporkan kebakaran tersebut kepada dinas damkar. Setelah menerima laporan sekitar pukul 07.03, petugas segera mengirimkan tiga unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dua mobil damkar Pos Padangan dan satu mobil damkar Pos Ngraho, beserta 15 personel.

Petugas damkar tiba di lokasi pukul 07.08 dan api benar-benar dapat dipadamkan pada pukul 08.00. Akibat kebakaran tersebut rumah milik korban berukuran 4×10 meter terbakar 90 persen. Korban ditaksir menderita kerugian material sebesar Rp 30 juta. Sementara, penyebab kebakaran atau sumber api diduga berasal dari korsleting listrik.

Baca Juga :  Lagi, Soroti Penggawa Muda

“Tidak ada korban jiwa maupun korban luka-luka. Total kerugian material ditaksir mencapai Rp 30 juta,” jelasnya.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Bojonegoro Ardhian Orianto sebelumnya telah menyampaikan, berdasar analisa Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kondisinya saat ini ialah kemarau basah. Prediksi BMKG, kemarau basah ini berakhir pada Agustus mendatang. Kemudian, awal September diprediksi puncak musim kemarau.

“Kondisi cuaca saat ini memang meski kemarau, tetapi setiap harinya masih turun hujan. Tetapi intensitas hujannya rendah dan hanya hujan lokal, tidak seluruh wilayah Bojonegoro hujan,” kata Ardhian.

Adapun penyebab kondisi kemarau basah ialah suhu muka laut di wilayah Indonesia sedang hangat. Sehingga menyebabkan tingginya penguapan air laut. Sekaligus bisa mendukung proses pembentukan awan. Lalu uap air tadi, dibawa oleh angin timur menuju daratan.

Jadi, kemarau basah ini hampir mirip seperti masa pancaroba yang rawan penurunan sistem imun tubuh. Sehingga harapannya masyarakat tetap senantiasa menjaga kesehatan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/