alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Kasus Covid Meluas, Kecamatan Kembangbahu Waspada

Radar Lamongan – Kasus covid-19 di Lamongan terus meluas. Kini, diperkirakan banyak kasus muncul di wilayah Kecamatan Kembangbahu. Bahkan, kemarin (24/6) tim Brimob kiriman dari Mabes Polri Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kecamatan tersebut.

Padahal, seperti diberitakan, menurut Kabag Ops Polres Lamongan AKP Agus Sumbono, kemarin jadwalnya ke Kecamatan Kedungpring. Ada tiga desa di Kembangbahu yang dilakukan penyemprotan.

Yakni, Desa Puter, Pelang, dan Lopang. Kades Puter Mulyar mengatakan, penyemprotan disinfektan bantuan dari Mabes Polri untuk semua dusun di desanya. Dia mengajukan disinfeksi ke kecamatan karena ada kasus meninggal positif Covid-19.

Ada dua pasien asal desa setempat yang meninggal dan dilakukan pemulasaran secara protokol kesehatan. Selain itu, dua warga lainnya isolasi rumah sakit lapangan dan tiga orang isolasi mandiri di rumah. Menurut Mulyar, pemerintah desa melaksanakan PPKM mikro dan meningkatkan sosialisasi.

Baca Juga :  Air Tinggi, Tangkis Modo Belum Tertangani

Selain disinfeksi dari brimob, dilakukan pencegahan dengan disinfeksi rutin dan penerapan prokes. “Kalau klaster belum tahu, karena warga ada yang melaksanakan hajatan, ada juga yang dari luar kota, jadi belum dipastikan,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Kembangbahu dr Rozanah menuturkan, untuk memutus rantai penularan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah untuk mengecek kesehatan masyarakat di Dusun Puter.

Versi data puskesmas, tiga warga Desa Puter yang menjadi pasien positif meninggal dunia. Dua warga lainnya isolasi rumah sakit. Selain itu, lanjut Rozanah, tim kesehatan terus melakukan tracking dan testing terhadap kontak erat. “Tracking masih berlangsung karena yang paling banyak ditemukan Desa Puter,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kembangbahu Arifin menjelaskan, kasus di lapangan cukup banyak. Hasil tracking menggunakan swab antigen ditemukan 23 orang positif. Lima di antaranya meninggal dunia. Yakni, tiga warga Puter dan dua lainnya warga Lopang. Penyebaran utama virus ada di dua desa tersebut.

Baca Juga :  Gadis ini Dalami Dunia Perbankan

Namun, ada beberapa warga yang mengungsi ke Desa Pelang. Akibatnya, virus juga bermutasi di desa tersebut. “Kebetulan dari Babat bergeser ke Kembangbahu langsung karena kondisinya yang lebih mendesak,” jelasnya.

Arifin mengatakan, setelah proses isolasi dan ada yang sembuh, maka saat ini di Kembangbahu ada 12 kasus positif berdasarkan hasil antigen. Dari jumlah itu, tiga orang dites PCR dan hasilnya juga positif. Sisanya belum dilakukan PCR. Mereka di tiga dusun di Desa Puter, satu dusun di Desa Lopang, dan satu dusun di Desa Pelang. “Mereka membatasi diri, tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu. Sementara yang isolasi positif ada sekitar tiga rumah di Puter,” terangnya.

Radar Lamongan – Kasus covid-19 di Lamongan terus meluas. Kini, diperkirakan banyak kasus muncul di wilayah Kecamatan Kembangbahu. Bahkan, kemarin (24/6) tim Brimob kiriman dari Mabes Polri Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan di wilayah kecamatan tersebut.

Padahal, seperti diberitakan, menurut Kabag Ops Polres Lamongan AKP Agus Sumbono, kemarin jadwalnya ke Kecamatan Kedungpring. Ada tiga desa di Kembangbahu yang dilakukan penyemprotan.

Yakni, Desa Puter, Pelang, dan Lopang. Kades Puter Mulyar mengatakan, penyemprotan disinfektan bantuan dari Mabes Polri untuk semua dusun di desanya. Dia mengajukan disinfeksi ke kecamatan karena ada kasus meninggal positif Covid-19.

Ada dua pasien asal desa setempat yang meninggal dan dilakukan pemulasaran secara protokol kesehatan. Selain itu, dua warga lainnya isolasi rumah sakit lapangan dan tiga orang isolasi mandiri di rumah. Menurut Mulyar, pemerintah desa melaksanakan PPKM mikro dan meningkatkan sosialisasi.

Baca Juga :  Ingin Dirikan Kafe Berkonsep Ruang Diskusi

Selain disinfeksi dari brimob, dilakukan pencegahan dengan disinfeksi rutin dan penerapan prokes. “Kalau klaster belum tahu, karena warga ada yang melaksanakan hajatan, ada juga yang dari luar kota, jadi belum dipastikan,” ujarnya.

Kepala Puskesmas Kembangbahu dr Rozanah menuturkan, untuk memutus rantai penularan, pihaknya melakukan pemeriksaan kesehatan dari rumah ke rumah untuk mengecek kesehatan masyarakat di Dusun Puter.

Versi data puskesmas, tiga warga Desa Puter yang menjadi pasien positif meninggal dunia. Dua warga lainnya isolasi rumah sakit. Selain itu, lanjut Rozanah, tim kesehatan terus melakukan tracking dan testing terhadap kontak erat. “Tracking masih berlangsung karena yang paling banyak ditemukan Desa Puter,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Camat Kembangbahu Arifin menjelaskan, kasus di lapangan cukup banyak. Hasil tracking menggunakan swab antigen ditemukan 23 orang positif. Lima di antaranya meninggal dunia. Yakni, tiga warga Puter dan dua lainnya warga Lopang. Penyebaran utama virus ada di dua desa tersebut.

Baca Juga :  Gadis ini Dalami Dunia Perbankan

Namun, ada beberapa warga yang mengungsi ke Desa Pelang. Akibatnya, virus juga bermutasi di desa tersebut. “Kebetulan dari Babat bergeser ke Kembangbahu langsung karena kondisinya yang lebih mendesak,” jelasnya.

Arifin mengatakan, setelah proses isolasi dan ada yang sembuh, maka saat ini di Kembangbahu ada 12 kasus positif berdasarkan hasil antigen. Dari jumlah itu, tiga orang dites PCR dan hasilnya juga positif. Sisanya belum dilakukan PCR. Mereka di tiga dusun di Desa Puter, satu dusun di Desa Lopang, dan satu dusun di Desa Pelang. “Mereka membatasi diri, tidak melakukan aktivitas yang tidak perlu. Sementara yang isolasi positif ada sekitar tiga rumah di Puter,” terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/