alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Waspada! Ada 60 Penderita DBD Sejak Januari – April

Radar Bojonegoro – Demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai meski telah memasuki musim kemarau. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyakit bermula gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meskipun melihat data kasus DBD pada Januari hingga April terlihat tidak banyak, padahal saat itu musim hujan. Jumlah kasus Januari hingga April terdapat 60 penderita.

Januari ada 36 kasus dan 1 meninggal. Februari ada 16 kasus. Maret ada 6 kasus. dan April ada dua kasus. Sedangkan, data kasus selama Mei belum masuk.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti merasa sangsi dengan turunnya kasus DBD tahun ini dibanding tahun lalu.

Karena kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) se-Bojonegoro fokus terhadap penyakit Covid-19.

Baca Juga :  DBH CHT untuk Pemberdayaan Ekonomi

“Karena itu, kami tetap mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.

Ada kemungkinan jumlah kasus DBD secara kumulatif 2020 akan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Karena selama 2019 lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 416 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 7 orang.

Jumlah kasus pada 2020 tersebut juga cenderung menurun apabila dibanding dengan data tahun 2018. Total kasus DBD pada 2018 sebanyak 589 kasus, dengan jumlah korban meninggal seba nyak 12 orang.

“Selain DBD, kami juga tetap memantau penularan penyakit TB (tuberculosis). Pendataannya cukup kewalahan karena ada Covid-19,” imbuhnya.

Whenny mengimbau agar masyarakat menerapkan protokol Covid-19. Memakan makanan dengan gizi seimbang dan banyak minum air putih menjaga imunitas tubuh.

Baca Juga :  Dua Santri Al-Fatimah Sabet Juara Festival Ramadan Radar Bojonegoro

Giat fogging di wilayahwilayah yang memang sudah endemik. Namun, menurut dia, fogging juga bukan solusi yang tepat, karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

“Nutrisi bagi tubuh, pola hidup sehat, serta kebersihan rumah harus diperhatikan. Idealnya menguras bak mandi seminggu sekali. Kalau fogging itu seha rusnya solusi paling terakhir,” ujarnya.

Radar Bojonegoro – Demam berdarah dengue (DBD) masih mengintai meski telah memasuki musim kemarau. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap penyakit bermula gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Meskipun melihat data kasus DBD pada Januari hingga April terlihat tidak banyak, padahal saat itu musim hujan. Jumlah kasus Januari hingga April terdapat 60 penderita.

Januari ada 36 kasus dan 1 meninggal. Februari ada 16 kasus. Maret ada 6 kasus. dan April ada dua kasus. Sedangkan, data kasus selama Mei belum masuk.

Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Bojonegoro Whenny Dyah Prajanti merasa sangsi dengan turunnya kasus DBD tahun ini dibanding tahun lalu.

Karena kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) se-Bojonegoro fokus terhadap penyakit Covid-19.

Baca Juga :  Pelototi Rekam Jejak Pejabat

“Karena itu, kami tetap mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan rumah agar terhindar dari gigitan nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya.

Ada kemungkinan jumlah kasus DBD secara kumulatif 2020 akan mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Karena selama 2019 lalu, jumlah kasus DBD sebanyak 416 kasus dengan jumlah korban meninggal sebanyak 7 orang.

Jumlah kasus pada 2020 tersebut juga cenderung menurun apabila dibanding dengan data tahun 2018. Total kasus DBD pada 2018 sebanyak 589 kasus, dengan jumlah korban meninggal seba nyak 12 orang.

“Selain DBD, kami juga tetap memantau penularan penyakit TB (tuberculosis). Pendataannya cukup kewalahan karena ada Covid-19,” imbuhnya.

Whenny mengimbau agar masyarakat menerapkan protokol Covid-19. Memakan makanan dengan gizi seimbang dan banyak minum air putih menjaga imunitas tubuh.

Baca Juga :  Banyak Permintaan, Prediksi Harga Beras Naik¬†

Giat fogging di wilayahwilayah yang memang sudah endemik. Namun, menurut dia, fogging juga bukan solusi yang tepat, karena hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

“Nutrisi bagi tubuh, pola hidup sehat, serta kebersihan rumah harus diperhatikan. Idealnya menguras bak mandi seminggu sekali. Kalau fogging itu seha rusnya solusi paling terakhir,” ujarnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/