alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kesulitan Cari Saksi Politik Uang

- Advertisement -

BOJONEGORO – Politik uang (money politics) menjadi tradisi negatif ancaman menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Pemungutan suara pada (27/6) mendatang, tentu tidak lepas dari praktik kotor tersebut. Hanya, sejauh ini panwaskab Bojonegoro mengaku kesulitan menemukan bukti adanya politik uang. Alasannya, politik uang cenderung sulit mencari saksi. 

Koordinator Divisi Penegakan Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaskab Bojonegoro Mujiono mengatakan, sampai saat ini praktik politik uang memang masih kerap terjadi. Pihaknya tidak memungkiri itu. Hanya, karena sifatnya temuan dan bukan laporan, sulit mencari formula menindak karena sangat sulit mencari saksi. Itu tidak hanya tahun-tahun ini, tapi sejak dulu. “Agak sulit identifikasi money politics karena sulit mencari saksi,” kata Mujiono. 

Baca Juga :  Latihan sebelum Sekolah, Hafal Lagu Band Queen

Dia mengatakan, untuk bisa memenuhi unsur pelanggaran pidana, harus ada bukti. Nah, politik uang sangat sulit mencari bukti karena rumitnya mencari saksi. Itu bukan tanpa alasan. Pergerakan panwaskab bukan berbasis laporan, tapi berbasis temuan. Karena jarang ada orang mengaku mendapat sogokan uang politik, tentu proses pencarian saksi dan buktinya juga sulit. Hanya, dia mengakui jika politik uang masih menjadi potensi pelanggaran terbesar. 

Karena itu, dia berharap agar masyarakat menjauhi praktik tersebut. Tidak hanya masyarakat calon pemilih. Namun juga para pasangan calon (paslon) dan timses masing-masing. Sebab, politik uang tidak bakal menjadi alat pencari pemimpin yang baik. Sebab, dengan mengeluarkan banyak uang, ada kecenderungan tiap paslon segera mengembalikan modal. Itu menjadi awal buruk seorang pemimpin memimpin pemerintahan. “Karena kita sangat kesulitan mencari saksi, jadi sebisa mungkin dihindari,” tegasnya. 

Baca Juga :  Awas! Rapid Test Rawan Jadi Ladang Bisnis

BOJONEGORO – Politik uang (money politics) menjadi tradisi negatif ancaman menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada). Pemungutan suara pada (27/6) mendatang, tentu tidak lepas dari praktik kotor tersebut. Hanya, sejauh ini panwaskab Bojonegoro mengaku kesulitan menemukan bukti adanya politik uang. Alasannya, politik uang cenderung sulit mencari saksi. 

Koordinator Divisi Penegakan Hukum dan Penanganan Pelanggaran Panwaskab Bojonegoro Mujiono mengatakan, sampai saat ini praktik politik uang memang masih kerap terjadi. Pihaknya tidak memungkiri itu. Hanya, karena sifatnya temuan dan bukan laporan, sulit mencari formula menindak karena sangat sulit mencari saksi. Itu tidak hanya tahun-tahun ini, tapi sejak dulu. “Agak sulit identifikasi money politics karena sulit mencari saksi,” kata Mujiono. 

Baca Juga :  Latihan sebelum Sekolah, Hafal Lagu Band Queen

Dia mengatakan, untuk bisa memenuhi unsur pelanggaran pidana, harus ada bukti. Nah, politik uang sangat sulit mencari bukti karena rumitnya mencari saksi. Itu bukan tanpa alasan. Pergerakan panwaskab bukan berbasis laporan, tapi berbasis temuan. Karena jarang ada orang mengaku mendapat sogokan uang politik, tentu proses pencarian saksi dan buktinya juga sulit. Hanya, dia mengakui jika politik uang masih menjadi potensi pelanggaran terbesar. 

Karena itu, dia berharap agar masyarakat menjauhi praktik tersebut. Tidak hanya masyarakat calon pemilih. Namun juga para pasangan calon (paslon) dan timses masing-masing. Sebab, politik uang tidak bakal menjadi alat pencari pemimpin yang baik. Sebab, dengan mengeluarkan banyak uang, ada kecenderungan tiap paslon segera mengembalikan modal. Itu menjadi awal buruk seorang pemimpin memimpin pemerintahan. “Karena kita sangat kesulitan mencari saksi, jadi sebisa mungkin dihindari,” tegasnya. 

Baca Juga :  Bisnis Rias Tawarkan Konsep Paket

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/