alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

PPDB SMP Menunggu Perbup, Masih Dikaji Pemprov

Radar Bojonegoro – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah pertama negeri (SMPN) belum dimulai. Berbeda dengan SMAN dan SMKN, PPDB sudah berlangsung awal Mei ini. Saat ini, 49 SMPN masih menunggu petunjuk teknis (juknis) PPDB tertuang dalam peraturan bupati (perbup). Juknis saat ini masih dikaji di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Sedangkan, SMPN masih mendata calon siswa dari SD di luar kabupaten dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebab, beberapa SMPN lokasinya berdekatan dengan kabupaten lain. Kepala SMPN 5 Bojonegoro Zamroni mengatakan, PPDB belum dimulai karena menunggu juknis turun. Sehingga masih mempersiapkan data calon siswa dari luar kabupaten dan MI yang akan mendaftar di sekolahnya. “Calon siswa dari luar kota belum terdata,” katanya kemarin (24/5).

Baca Juga :  Laga Pembuka Lancar, Kini Perisbo Fokus Hadapi Liga 3 Jatim

Menurut dia, pendataan calon siswa dari SD dari luar kabupaten dan MI dilakukan agar ketika PPDB dibuka, data pendaftar sudah ada dalam sistem. Sehingga tinggal melakukan pendaftaran. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro optimistis PPDB jenjang SMPN ini bisa menampung lulusan sekolah dasar (SD).

Terdapat 49 SMPN dengan pagu 10 ribu siswa. Sedangkan, lulusan SD sekitar 11 ribu siswa. Sehingga diprediksi siswa tidak diterima di SMPN menjadi porsi SMP swasta. “Nanti bisa tertampung semua,” kata Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran.

Dia mengatakan, PPDB SMP sudah mulai tahapan pelatihan bagi operator sekolah. Operator SD mulai menginput nilai rapor siswa ke sistem PPDB SMPN. Serta masih menunggu juknis yang hingga kini belum dipublikasikan. Berdasar Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan PPDB, juknis harus diterbitkan dalam bentuk perbup. “Kemauan dari pusat seperti itu,” ujar mantan kepala SMPN 1 Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Kerjasama dengan BPPT

Nantinya, perbup yang bekaitan dengan PPDB se-Jatim diupayakan sinkronisasi dan sinergi. Sehingga perbup akan dikeluarkan harus diketahui pemprov. Sinkronisasi juknis PPDB SMP agar mutu pendidikan di kabupatan dan kota wilayah Jawa Timur setara. “Sekarang sudah naik ke provinsi dan tinggal menunggu,” tutur mantan kepala SMPN 6 Bojonegoro itu.

Dalam perbup, nantinya akan ada zonasi. Secara umum terdapat beberapa zonasi sudah dipetakan. Masing-masing zona sudah dibagi jumlah rombongan belajar (rombel). “Kami belum bisa menyampaikan zonasi secara detail, karena matengnya ada di juknis,” tutur Lasiran. (irv)

Radar Bojonegoro – Penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang sekolah menengah pertama negeri (SMPN) belum dimulai. Berbeda dengan SMAN dan SMKN, PPDB sudah berlangsung awal Mei ini. Saat ini, 49 SMPN masih menunggu petunjuk teknis (juknis) PPDB tertuang dalam peraturan bupati (perbup). Juknis saat ini masih dikaji di tingkat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim.

Sedangkan, SMPN masih mendata calon siswa dari SD di luar kabupaten dan madrasah ibtidaiyah (MI). Sebab, beberapa SMPN lokasinya berdekatan dengan kabupaten lain. Kepala SMPN 5 Bojonegoro Zamroni mengatakan, PPDB belum dimulai karena menunggu juknis turun. Sehingga masih mempersiapkan data calon siswa dari luar kabupaten dan MI yang akan mendaftar di sekolahnya. “Calon siswa dari luar kota belum terdata,” katanya kemarin (24/5).

Baca Juga :  Dibahas Maraton, RTRW Bojonegoro Sesuaikan Proyek Strategis Nasional

Menurut dia, pendataan calon siswa dari SD dari luar kabupaten dan MI dilakukan agar ketika PPDB dibuka, data pendaftar sudah ada dalam sistem. Sehingga tinggal melakukan pendaftaran. Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro optimistis PPDB jenjang SMPN ini bisa menampung lulusan sekolah dasar (SD).

Terdapat 49 SMPN dengan pagu 10 ribu siswa. Sedangkan, lulusan SD sekitar 11 ribu siswa. Sehingga diprediksi siswa tidak diterima di SMPN menjadi porsi SMP swasta. “Nanti bisa tertampung semua,” kata Sekretaris Disdik Bojonegoro Lasiran.

Dia mengatakan, PPDB SMP sudah mulai tahapan pelatihan bagi operator sekolah. Operator SD mulai menginput nilai rapor siswa ke sistem PPDB SMPN. Serta masih menunggu juknis yang hingga kini belum dipublikasikan. Berdasar Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 3 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan PPDB, juknis harus diterbitkan dalam bentuk perbup. “Kemauan dari pusat seperti itu,” ujar mantan kepala SMPN 1 Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Air Bengawan Naik, Tanggul Jebol dan Areal Pertanian Terendam

Nantinya, perbup yang bekaitan dengan PPDB se-Jatim diupayakan sinkronisasi dan sinergi. Sehingga perbup akan dikeluarkan harus diketahui pemprov. Sinkronisasi juknis PPDB SMP agar mutu pendidikan di kabupatan dan kota wilayah Jawa Timur setara. “Sekarang sudah naik ke provinsi dan tinggal menunggu,” tutur mantan kepala SMPN 6 Bojonegoro itu.

Dalam perbup, nantinya akan ada zonasi. Secara umum terdapat beberapa zonasi sudah dipetakan. Masing-masing zona sudah dibagi jumlah rombongan belajar (rombel). “Kami belum bisa menyampaikan zonasi secara detail, karena matengnya ada di juknis,” tutur Lasiran. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/