alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Pesangon Petugas Pemilu Tak Jelas

BOJONEGORO –  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro belum bisa memastikan tunjangan atau pesangon petugas pemilu yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

Namun, lembaga penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten diminta KPU pusat untuk mendata anggotanya yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

“Belum bisa dipastikan, tapi kami diminta mendata,” kata Ketua KPUK Bojonegoro M. Abdim Munib kemarin (24/4).

Dia menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan petugas pemilu yang telah meninggal, hasil sementara ada dua yang telah meninggal dunia, yaitu petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dan perlindungan masyarakat (linmas) di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Baca Juga :  Harus Terus Belajar

Selain itu, ada salah satu petugas KPPS di Kecamatan Kanor yang sekarang menjalani perawatan di rumah sakit karena terlibat kecelakaan lalu lintas usai menjalankan tugasnya.

Selain ketiga petugas itu, KPUK Bojonegoro memastikan ada lagi yang menjadi korban. Namun, belum bisa menyuguhkan datanya, dengan alasan masih dilakukan kroscek di lapangan.

“Ada lagi, tapi datanya nanti dulu,” ujar komisioner asal Kecamatan Kapas itu.

Dia menambahkan, meskipun tunjangan belum ada kejelasan, namun sesuai prediksinya akan mendapatkan pesangon. Karena, dengan diminta mendata itu maka secara tidak langsung akan mendapatkan tunjangan.

Sehingga, dia berharap jika ada petugas di lapangan yang belum terdata, untuk segera melaporkan ke KPUK Bojonegoro.

Baca Juga :  Tiga Siswi Ciptakan Aplikasi Buku Elektronik, Rangkul Penulis Pemula

BOJONEGORO –  Komisi Pemilihan Umum Kabupaten (KPUK) Bojonegoro belum bisa memastikan tunjangan atau pesangon petugas pemilu yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

Namun, lembaga penyelenggara pemilu di tingkat kabupaten diminta KPU pusat untuk mendata anggotanya yang telah gugur karena menjalankan tugasnya.

“Belum bisa dipastikan, tapi kami diminta mendata,” kata Ketua KPUK Bojonegoro M. Abdim Munib kemarin (24/4).

Dia menuturkan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan petugas pemilu yang telah meninggal, hasil sementara ada dua yang telah meninggal dunia, yaitu petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Desa Meduri, Kecamatan Margomulyo, dan perlindungan masyarakat (linmas) di Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu.

Baca Juga :  Janda Duda Tewas Bareng, Makam Dibongkar

Selain itu, ada salah satu petugas KPPS di Kecamatan Kanor yang sekarang menjalani perawatan di rumah sakit karena terlibat kecelakaan lalu lintas usai menjalankan tugasnya.

Selain ketiga petugas itu, KPUK Bojonegoro memastikan ada lagi yang menjadi korban. Namun, belum bisa menyuguhkan datanya, dengan alasan masih dilakukan kroscek di lapangan.

“Ada lagi, tapi datanya nanti dulu,” ujar komisioner asal Kecamatan Kapas itu.

Dia menambahkan, meskipun tunjangan belum ada kejelasan, namun sesuai prediksinya akan mendapatkan pesangon. Karena, dengan diminta mendata itu maka secara tidak langsung akan mendapatkan tunjangan.

Sehingga, dia berharap jika ada petugas di lapangan yang belum terdata, untuk segera melaporkan ke KPUK Bojonegoro.

Baca Juga :  Komisi B Akan Panggil Pengelola Pasar Bojonegoro

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/