alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Rumah Lawas di Malo Banyak Diburu

MALO – Keberadaan rumah lawas di Kecamatan Malo masih cukup banyak. Beberapa desa terdapat rumah-rumah lawas berbahan kayu terlihat alami. Rerata, rumah penduduk di Kecamatan Malo masih berbentuk rumah kuno. Baik berbentuk joglo maupun limasan. 

Model rumah kuno ini adalah rumah peninggalan orang tuanya. Tak jarang warna cat pun ada yang memudar. Untuk model joglo, rumah itu terdapat pintu di tengah. Sedangkan, jendala di samping kanan dan kiri pintu. Di dalam ada sokogurunya. Hampir bahan baku rumah ini rerata dari kayu jati. 

“Harganya relatif. Tergantung bahannya,” kata Waji, salah satu penduduk Kecamatan Malo. Dia tak bisa menyebutkan harga rumah kayu itu. Pastinya, kata dia, harganya di atas Rp 10 juta. Beda lagi, kalau bahannya kayu jati dan itu punya nilai sejarah. Pasti lebih mahal. 

Baca Juga :  Waswas, Kekeringan Meluas

Camat Malo Moh Arifin mengakui banyak orang mencari rumah kayu model lawas. “Ya yang cari rumah adat memang banyak,” katanya kemarin (24/4). Dia menjelaskan, para peminat rumah-rumah itu bukan hanya para kolektor. Kadang, orang biasa saja juga ingin memiliki rumah lawas tersebut. Alasannya, karena rumah itu terlihat elegan meski berbahan kayu. “Mereka membelinya cukup lewat penjual lantas dicatatkan di balai desa,” ujarnya. 

Untuk itu, dia tidak memiliki data pasti. Berapa sirkulasi rumah yang dijual di Kecamatan Malo. Jika menggunakan aturan dulu pasti punya. Sebab, ada aturan untuk melapor ke kecamatan. “Ya kalau jumlahnya dicek di desa,” terangnya. 

Menurutnya, minat masyarakat membeli rumah adat ini bisa membawa Malo untuk lebih baik. Artinya, ada potensi di Malo. Mereka yang menginginkan rumah berbentuk kuno jadi bisa datang ke Malo. “Ini kan baik untuk perekonomian Malo,” kata dia. 

Baca Juga :  UMM, Kampus yang Cetak Entrepreneur Handal

Sementara itu, Burhanuddin pemilik hotel di Kecamatan Kalitidu mengakui ada beberapa bangunan hotelnya yang membeli rumah penduduk. Sebab, konsep hotelnya menggunakan bangunan joglo. Sehingga, ada beberapa rumah penduduk dibeli lantas dimodifikasi terlihat lebih bagus.

MALO – Keberadaan rumah lawas di Kecamatan Malo masih cukup banyak. Beberapa desa terdapat rumah-rumah lawas berbahan kayu terlihat alami. Rerata, rumah penduduk di Kecamatan Malo masih berbentuk rumah kuno. Baik berbentuk joglo maupun limasan. 

Model rumah kuno ini adalah rumah peninggalan orang tuanya. Tak jarang warna cat pun ada yang memudar. Untuk model joglo, rumah itu terdapat pintu di tengah. Sedangkan, jendala di samping kanan dan kiri pintu. Di dalam ada sokogurunya. Hampir bahan baku rumah ini rerata dari kayu jati. 

“Harganya relatif. Tergantung bahannya,” kata Waji, salah satu penduduk Kecamatan Malo. Dia tak bisa menyebutkan harga rumah kayu itu. Pastinya, kata dia, harganya di atas Rp 10 juta. Beda lagi, kalau bahannya kayu jati dan itu punya nilai sejarah. Pasti lebih mahal. 

Baca Juga :  Kopka Wawan Bantu Pengecoran Selokan di Lokasi TMMD Reg 106 Kodim

Camat Malo Moh Arifin mengakui banyak orang mencari rumah kayu model lawas. “Ya yang cari rumah adat memang banyak,” katanya kemarin (24/4). Dia menjelaskan, para peminat rumah-rumah itu bukan hanya para kolektor. Kadang, orang biasa saja juga ingin memiliki rumah lawas tersebut. Alasannya, karena rumah itu terlihat elegan meski berbahan kayu. “Mereka membelinya cukup lewat penjual lantas dicatatkan di balai desa,” ujarnya. 

Untuk itu, dia tidak memiliki data pasti. Berapa sirkulasi rumah yang dijual di Kecamatan Malo. Jika menggunakan aturan dulu pasti punya. Sebab, ada aturan untuk melapor ke kecamatan. “Ya kalau jumlahnya dicek di desa,” terangnya. 

Menurutnya, minat masyarakat membeli rumah adat ini bisa membawa Malo untuk lebih baik. Artinya, ada potensi di Malo. Mereka yang menginginkan rumah berbentuk kuno jadi bisa datang ke Malo. “Ini kan baik untuk perekonomian Malo,” kata dia. 

Baca Juga :  Emak-emak pun Dibekali Wawasan Kebangsaan oleh Satgas TMMD 106 Kodim

Sementara itu, Burhanuddin pemilik hotel di Kecamatan Kalitidu mengakui ada beberapa bangunan hotelnya yang membeli rumah penduduk. Sebab, konsep hotelnya menggunakan bangunan joglo. Sehingga, ada beberapa rumah penduduk dibeli lantas dimodifikasi terlihat lebih bagus.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Delapan Incumbent Kalah Suara

PT DESI Bakal Dilarang Beroperasi

Matangkan Persiapan

Rudjito – Zaenuri Divonis 4 Tahun


/