alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

Gadis Margomulyo Gantung Diri di Sidoarjo

BOJONEGORO – Seorang gadis belia bernama Ratnasari, 17, warga Dusun Tolu, RT 02 RW 05, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri sekitar pukul 19.00, Senin (23/4) lalu di Sidoarjo. Tepatnya di lantai tiga tempat ia bekerja. Pihak keluarga pun telah menjemput jenazah korban di Sidoarjo dan telah dimakamkan Selasa (24/4) pagi. Penyebab bunuh dirinya belum pasti, tetapi besar kemungkinan memiliki masalah pribadi. Akhirya depresi.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang telah dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro, Ratnasari merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah Agus Triono, juragan mebel dan tata rias pengantin, di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. 

Baca Juga :  Mendobrak Bias, Perempuan Bojonegoro Diberi Kesempatan secara Profesional

Kronologi kejadian berawal sekitar pukul 19.00 pada Senin (23/4) lalu. Korban bersama Siti Amaroh, 40, mereka berdua jaga toko mebel tersebut. Selang beberapa menit, korban pamit masuk ke dalam rumah. Hingga satu jam, korban belum juga kembali.

Siti Amaroh pun mencoba mencari korban ke kamarnya, namun tak ada. Akhirnya dia mencari ke lantai tiga (tempat jemuran), ia pun sontak terkejut melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan sehelai kain selendang di bawah pilar joglo. Korban diduga memanjat menggunakan pot bunga. 

Saksi pun langsung berteriak meminta tolong dan berupaya menolong korban, namun sia-sia, korban sudah tak bernyawa. Setelah dievakuasi, lanjut Kodir, jenazah korban dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan visum luar.

Baca Juga :  Truk Serempet Odong-Odong, Tabrak Dua Motor, Satu Tewas

Sementara itu, ketika konfirmasi Kades Ngelo Trimaryono melalui sambungan telepon, dia membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang gantung diri di Sidoarjo. Dia pun menyampaikan bahwa jenazah korban sudah datang Selasa(24/4) pagi dan telah dimakamkan. 

Ketika disinggung penyebab gantung diri, Trimaryono pun tak tahu. “Kurang tahu mas,” jawabnya singkat. Tetapi dia memastikan bahwa korban murni bunuh diri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. “Pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan, karena otopsi memakan waktu dua hari,” pungkasnya.

BOJONEGORO – Seorang gadis belia bernama Ratnasari, 17, warga Dusun Tolu, RT 02 RW 05, Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri sekitar pukul 19.00, Senin (23/4) lalu di Sidoarjo. Tepatnya di lantai tiga tempat ia bekerja. Pihak keluarga pun telah menjemput jenazah korban di Sidoarjo dan telah dimakamkan Selasa (24/4) pagi. Penyebab bunuh dirinya belum pasti, tetapi besar kemungkinan memiliki masalah pribadi. Akhirya depresi.

Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang telah dihimpun oleh Jawa Pos Radar Bojonegoro, Ratnasari merupakan asisten rumah tangga (ART) di rumah Agus Triono, juragan mebel dan tata rias pengantin, di Desa Pabean, Kecamatan Sedati, Sidoarjo. 

Baca Juga :  Tangki Thunder Bocor, Motor Hangus Terbakar

Kronologi kejadian berawal sekitar pukul 19.00 pada Senin (23/4) lalu. Korban bersama Siti Amaroh, 40, mereka berdua jaga toko mebel tersebut. Selang beberapa menit, korban pamit masuk ke dalam rumah. Hingga satu jam, korban belum juga kembali.

Siti Amaroh pun mencoba mencari korban ke kamarnya, namun tak ada. Akhirnya dia mencari ke lantai tiga (tempat jemuran), ia pun sontak terkejut melihat korban sudah dalam keadaan gantung diri menggunakan sehelai kain selendang di bawah pilar joglo. Korban diduga memanjat menggunakan pot bunga. 

Saksi pun langsung berteriak meminta tolong dan berupaya menolong korban, namun sia-sia, korban sudah tak bernyawa. Setelah dievakuasi, lanjut Kodir, jenazah korban dilarikan ke RSUD Sidoarjo untuk dilakukan pemeriksaan visum luar.

Baca Juga :  Bupati Pantau Pencegahan Penyebaran Covid-19

Sementara itu, ketika konfirmasi Kades Ngelo Trimaryono melalui sambungan telepon, dia membenarkan bahwa ada salah satu warganya yang gantung diri di Sidoarjo. Dia pun menyampaikan bahwa jenazah korban sudah datang Selasa(24/4) pagi dan telah dimakamkan. 

Ketika disinggung penyebab gantung diri, Trimaryono pun tak tahu. “Kurang tahu mas,” jawabnya singkat. Tetapi dia memastikan bahwa korban murni bunuh diri, tidak ada tanda-tanda penganiayaan. “Pihak keluarga juga tidak menghendaki dilakukan otopsi dan membuat surat pernyataan, karena otopsi memakan waktu dua hari,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/