alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Pasien Obesitas Meninggal Dunia 

BABAT – Kabar duka menyelimuti keluarga Nurhidayati Khusnul. Pasien obesitas asal Desa Kebalandono, Kecamatan Babat tersebut menghembuskan nafas terakhir pukul 15.00 Minggu (24/3). 

Kabid Pelayanan RSUD Soegiri Lamongan, Maya Dewi, mengatakan, kondisi pasien obesitas drop sejak Minggu siang (24/3). Sebenarnya pasien sudah dibantu alat pernapasan sejak Kamis (21/3) karena kondisinya menurun, ditambah komplikasi penyakit. 

Sejak dilarikan ke RSUD dr Soegiri Selasa (19/3), ujar Maya, pasien tersebut dirawat di intensive care unit (ICU). Setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan, diketahui dia sesak nafas, juga mengidap sepsis. “Tidak ada penyakit baru, tapi komplikasi dan infeksi sebelumnya sudah parah,” ujarnya. 

Maya menuturkan, petugas medis sudah berusaha semaksimal mungkin. Kondisi tubuhnya terus menurun, seiring dengan banyaknya penyakit yang dirasakan. Mulai dari selulitis pembengkakan serta peradangan. Sepsis, sesak nafas, luka di bagian punggung dan decomcordis gagal jantung. Sejak ada indikasi gagal jantung, tim medis sudah melakukan pendampingan khusus dokter spesialis jantung. ‘’Namun ada penolakan dari dalam tubuh, sehingga kondisi pasien terus drop,” tukasnya.

Baca Juga :  Megaproyek 2021 Diminta Lelang Lebih Awal

BABAT – Kabar duka menyelimuti keluarga Nurhidayati Khusnul. Pasien obesitas asal Desa Kebalandono, Kecamatan Babat tersebut menghembuskan nafas terakhir pukul 15.00 Minggu (24/3). 

Kabid Pelayanan RSUD Soegiri Lamongan, Maya Dewi, mengatakan, kondisi pasien obesitas drop sejak Minggu siang (24/3). Sebenarnya pasien sudah dibantu alat pernapasan sejak Kamis (21/3) karena kondisinya menurun, ditambah komplikasi penyakit. 

Sejak dilarikan ke RSUD dr Soegiri Selasa (19/3), ujar Maya, pasien tersebut dirawat di intensive care unit (ICU). Setelah dilakukan beberapa kali pemeriksaan, diketahui dia sesak nafas, juga mengidap sepsis. “Tidak ada penyakit baru, tapi komplikasi dan infeksi sebelumnya sudah parah,” ujarnya. 

Maya menuturkan, petugas medis sudah berusaha semaksimal mungkin. Kondisi tubuhnya terus menurun, seiring dengan banyaknya penyakit yang dirasakan. Mulai dari selulitis pembengkakan serta peradangan. Sepsis, sesak nafas, luka di bagian punggung dan decomcordis gagal jantung. Sejak ada indikasi gagal jantung, tim medis sudah melakukan pendampingan khusus dokter spesialis jantung. ‘’Namun ada penolakan dari dalam tubuh, sehingga kondisi pasien terus drop,” tukasnya.

Baca Juga :  Olahraga Windsurfing, Latihan Berselancar Serasa di Ancol 

Artikel Terkait

Most Read

Pokir Tak Cair, DPRD Sempat Deadlock

Tes Tentukan Rapor Atlet Porprov

Dua Laga tanpa Putu Gede

Artikel Terbaru


/