alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Mendekatkan Setiap Rupiah APBD Untuk Publik

LAMONGAN – Sesuai dengan tema APBD 2019, yakni untuk Pengembangan Perekonomian melalui Optimalisasi Potensi Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sengaja mendekatkan setiap Rupiah dalam APBD untuk publik. Antara lain, untuk memacu investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, membangun infrastruktur, dan memberikan pemerataan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Kepala BPKAD Lamongan, Sulastri mengatakan, APBD sebagai instrumen kebijakan fiskal diupayakan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta mampu menangkap potensi-potensi yang bisa dikembangkan, supaya pertumbuhan ekonomi Lamongan bisa selaras dengan dana-dana yang digelontorkan.

Profil ekonomi Lamongan mulai 2015 mengalami pertumbuhan ekonomi 5,77 persen, pada 2016 sebesar 5,86 persen. Kemudian 2017 sebesar 5,52 persen, dan 2018 sebesar 5,66 persen. ‘’Perkembangan ini memang naik turun, tapi trennya selalu lebih baik dari Jawa Timur,’’ terang Sulastri. 

Baca Juga :  Target Akhir Tahun, Proyek Kurang 15 Persen

Sehingga APBD 2019 akan diperkuat pengelolaannya untuk program prioritas. Seperti bidang pendidikan, operasional BOS sekolah negeri dan swasta. Pembangunan sarana prasarana perpustakaan dan pengadaan buku. Penguatan infrastruktur, bidang kesehatan, aparatur, serta persiapan pelaksanaan porprov. Dan Pemkab konsisten dalam pemerataan ekonomi dengan memberikan alokasi untuk usaha-usaha, seperti LA Mart yang dikelola BUMDesa. ‘’Dengan begitu, diharapkan pertumbuhan ekonomi tahun ini (2019) bisa lebih baik lagi,’’ terang Sulastri.

LAMONGAN – Sesuai dengan tema APBD 2019, yakni untuk Pengembangan Perekonomian melalui Optimalisasi Potensi Daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sengaja mendekatkan setiap Rupiah dalam APBD untuk publik. Antara lain, untuk memacu investasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, membangun infrastruktur, dan memberikan pemerataan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Kepala BPKAD Lamongan, Sulastri mengatakan, APBD sebagai instrumen kebijakan fiskal diupayakan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Serta mampu menangkap potensi-potensi yang bisa dikembangkan, supaya pertumbuhan ekonomi Lamongan bisa selaras dengan dana-dana yang digelontorkan.

Profil ekonomi Lamongan mulai 2015 mengalami pertumbuhan ekonomi 5,77 persen, pada 2016 sebesar 5,86 persen. Kemudian 2017 sebesar 5,52 persen, dan 2018 sebesar 5,66 persen. ‘’Perkembangan ini memang naik turun, tapi trennya selalu lebih baik dari Jawa Timur,’’ terang Sulastri. 

Baca Juga :  Dejan: Sepak Bola Itu Unpredictable

Sehingga APBD 2019 akan diperkuat pengelolaannya untuk program prioritas. Seperti bidang pendidikan, operasional BOS sekolah negeri dan swasta. Pembangunan sarana prasarana perpustakaan dan pengadaan buku. Penguatan infrastruktur, bidang kesehatan, aparatur, serta persiapan pelaksanaan porprov. Dan Pemkab konsisten dalam pemerataan ekonomi dengan memberikan alokasi untuk usaha-usaha, seperti LA Mart yang dikelola BUMDesa. ‘’Dengan begitu, diharapkan pertumbuhan ekonomi tahun ini (2019) bisa lebih baik lagi,’’ terang Sulastri.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/