alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Memperkuat Muhammadiyah Melalui Amal Usaha Politik

Radar Lamongan – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M. Si menjalankan tugas di daerah pemilihannya di Lamongan selama dua hari. Beliau menjalankan agenda reses di Desa/ Kecamatan Kalitengah pada Selasa (23/2) dan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk kemarin (24/2).

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. ‘’Muhammadiyah selama ini memiliki kontribusi besar terhadap negara di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, dan amal usaha,’’ tutur Prof. Zainuddin saat memberikan sambutan.

Muhammadiyah telah mampu menciptakan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Yang mana, terang dia, pemerintah belum mampu hadir secara maksimal dalam dua pelayanan tersebut. Sehingga, diakuinya, negara harus berterimakasih terhadap kontribusi besar Muhammadiyah.

‘’RS dan lembaga pendidikan Muhammadiyah lebih banyak dibangun dengan kemandirian,’’ terang Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.

Meski begitu, dia menilai, Muhammadiyah belum memiliki amal usaha di wilayah politik. Padahal, diakuinya, amal usaha politik merupakan hal yang penting, untuk lebih menguatkan dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah. ‘’Muhammadiyah harus memiliki amal usaha di bidang politik, supaya dakwah amar makruf nahi mungkar bisa dikawal usaha-usaha dibidang politik. Baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,’’ terang politisi kelahiran 7 Juli 1954 tersebut.

Dia memberikan contoh salah satu permasalahan yang dihadapi Muhammadiyah dalam pengembangan rumah sakit (RS) terganjal UU nomor 44 Tahun 2009. Di dalamnya, terang dia, menyatakan jika badan usaha yang diberikan izin mengelola RS, khusus yang di bidang rumah sakit.

Baca Juga :  Perkuat Objek Swafoto

‘’Muhammadiyah kan tidak hanya mengurusi rumah sakit. Muhammadiyah mengurusi pendidikan, panti asuhan, mengurusi bantuan korban bencana, dan banyak lainnya,’’ ujar Prof. Zainuddin.

Imbasnya, jelas dia, Muhammadiyah tidak bisa memperpanjang izin RS. Selanjutnya, pada periode Prof. Din Syamsuddin menerapkan kebijakan jihad konstitusi. Yakni, melakukan gugatan kepada MK terhadap UU nomor 44 Tahun 2009. Akhirnya, lanjut dia, gugatan yang dilayangkan Muhammadiyah dikabulkan oleh MK Tahun 2014.

Dengan merevisi UU yang berbunyi badan usaha yang bisa diberikan izin mengelola RS , khusus yang dibidang RS dan organisasi non profit lainnya. Dari perjuangan itulah, akhirnya Muhammadiyah mampu mengembangkan RS hingga saat ini.

Salah satunya Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dan sejumlah RS milik Muhammadiyah lainnya, yang kualitas pelayanannya menjadi terbaik hampir di setiap daerah. ‘’Tidak mudah itu, lima tahun perjuangannya. Berdasar dari pengalaman itu, Muhammadiyah menyadari pentingnya amal usaha dibidang politik,’’ ucap Prof. Zainuddin.

Sehingga, dia berharap, Muhammadiyah terus mendorong seluruh kadernya untuk menumbuhkan cita-cita di bidang politik. Yakni, Muhammadiyah tetap menjadi organisasi dakwah, tapi mendukung satu partai politik (parpol) yang memiliki kesamaan ideologis dan misi dakwah.

Baca Juga :  Hanum Salsabila Rosyida, Juara 1 Kaligrafi Kotemporer Se-Jawa¬†

Selama ini, Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki kesamaan tersebut. ‘’Muhammadiyah tidak mungkin membesarkan semua partai politik atau menitipkan kesemua partai politik. Tapi, menurut khemat saya, selama ini partai yang harus dipilih irisan ideologisnya yang sama dengan Muhammadiyah, sehingga lebih mudah komunikasinya,’’ ujarnya.

Prof. Zainuddin memberikan keuntungan lainnya jika kader Muhammadiyah banyak mengisi legislatif. Prof. Zainuddin menyerahkan secara simbolik beasiswa kepada mahasiswamahasiswi di Lamongan. Serta, Prof. Zainuddin juga memprioritaskan beasiswa kepada siswa tingkatan sekolah dasar (SD) di lembaga pendidikan di Lamongan.

‘’Jadi semakin banyak pimpinan di DPRD atau walikota dari kader Muhammadiyah di PAN, maka akan semakin besar memperjuangkan untuk memberikan kontribusi terhadap Muhammadiyah,’’ ujar Prof. Zainudin.

Sosialisasi empat pilar menyasar kepada mahasiswa dan mahasiswi di Desa Kranji, Paciran pada Selasa (23/2). Dia menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengajak generasi muda agar turut merawat warisan yang berharga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

‘’Yang selama ini, keempat pilar itu, Indonesia masih bisa tumbuh dan eksis. Bahkan kita menjadikan modal untuk menciptakan Indonesia yang berkemajuan,’’ ucap Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Tahun 2016 – 2019 tersebut.

Radar Lamongan – Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PAN, Prof. Dr. H. Zainuddin Maliki, M. Si menjalankan tugas di daerah pemilihannya di Lamongan selama dua hari. Beliau menjalankan agenda reses di Desa/ Kecamatan Kalitengah pada Selasa (23/2) dan di Desa Kesambi, Kecamatan Pucuk kemarin (24/2).

Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat. ‘’Muhammadiyah selama ini memiliki kontribusi besar terhadap negara di bidang pelayanan pendidikan, kesehatan, dan amal usaha,’’ tutur Prof. Zainuddin saat memberikan sambutan.

Muhammadiyah telah mampu menciptakan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Yang mana, terang dia, pemerintah belum mampu hadir secara maksimal dalam dua pelayanan tersebut. Sehingga, diakuinya, negara harus berterimakasih terhadap kontribusi besar Muhammadiyah.

‘’RS dan lembaga pendidikan Muhammadiyah lebih banyak dibangun dengan kemandirian,’’ terang Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya tersebut.

Meski begitu, dia menilai, Muhammadiyah belum memiliki amal usaha di wilayah politik. Padahal, diakuinya, amal usaha politik merupakan hal yang penting, untuk lebih menguatkan dalam pengembangan amal usaha Muhammadiyah. ‘’Muhammadiyah harus memiliki amal usaha di bidang politik, supaya dakwah amar makruf nahi mungkar bisa dikawal usaha-usaha dibidang politik. Baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,’’ terang politisi kelahiran 7 Juli 1954 tersebut.

Dia memberikan contoh salah satu permasalahan yang dihadapi Muhammadiyah dalam pengembangan rumah sakit (RS) terganjal UU nomor 44 Tahun 2009. Di dalamnya, terang dia, menyatakan jika badan usaha yang diberikan izin mengelola RS, khusus yang di bidang rumah sakit.

Baca Juga :  Menjaga Kekompakan dan Terus Menggali Potensi Desa Wisata Mojo

‘’Muhammadiyah kan tidak hanya mengurusi rumah sakit. Muhammadiyah mengurusi pendidikan, panti asuhan, mengurusi bantuan korban bencana, dan banyak lainnya,’’ ujar Prof. Zainuddin.

Imbasnya, jelas dia, Muhammadiyah tidak bisa memperpanjang izin RS. Selanjutnya, pada periode Prof. Din Syamsuddin menerapkan kebijakan jihad konstitusi. Yakni, melakukan gugatan kepada MK terhadap UU nomor 44 Tahun 2009. Akhirnya, lanjut dia, gugatan yang dilayangkan Muhammadiyah dikabulkan oleh MK Tahun 2014.

Dengan merevisi UU yang berbunyi badan usaha yang bisa diberikan izin mengelola RS , khusus yang dibidang RS dan organisasi non profit lainnya. Dari perjuangan itulah, akhirnya Muhammadiyah mampu mengembangkan RS hingga saat ini.

Salah satunya Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) dan sejumlah RS milik Muhammadiyah lainnya, yang kualitas pelayanannya menjadi terbaik hampir di setiap daerah. ‘’Tidak mudah itu, lima tahun perjuangannya. Berdasar dari pengalaman itu, Muhammadiyah menyadari pentingnya amal usaha dibidang politik,’’ ucap Prof. Zainuddin.

Sehingga, dia berharap, Muhammadiyah terus mendorong seluruh kadernya untuk menumbuhkan cita-cita di bidang politik. Yakni, Muhammadiyah tetap menjadi organisasi dakwah, tapi mendukung satu partai politik (parpol) yang memiliki kesamaan ideologis dan misi dakwah.

Baca Juga :  Bianglala Alun-alun, Datangkan Teknisi dari Cina

Selama ini, Partai Amanat Nasional (PAN) yang memiliki kesamaan tersebut. ‘’Muhammadiyah tidak mungkin membesarkan semua partai politik atau menitipkan kesemua partai politik. Tapi, menurut khemat saya, selama ini partai yang harus dipilih irisan ideologisnya yang sama dengan Muhammadiyah, sehingga lebih mudah komunikasinya,’’ ujarnya.

Prof. Zainuddin memberikan keuntungan lainnya jika kader Muhammadiyah banyak mengisi legislatif. Prof. Zainuddin menyerahkan secara simbolik beasiswa kepada mahasiswamahasiswi di Lamongan. Serta, Prof. Zainuddin juga memprioritaskan beasiswa kepada siswa tingkatan sekolah dasar (SD) di lembaga pendidikan di Lamongan.

‘’Jadi semakin banyak pimpinan di DPRD atau walikota dari kader Muhammadiyah di PAN, maka akan semakin besar memperjuangkan untuk memberikan kontribusi terhadap Muhammadiyah,’’ ujar Prof. Zainudin.

Sosialisasi empat pilar menyasar kepada mahasiswa dan mahasiswi di Desa Kranji, Paciran pada Selasa (23/2). Dia menjelaskan, kegiatan tersebut untuk mengajak generasi muda agar turut merawat warisan yang berharga Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

‘’Yang selama ini, keempat pilar itu, Indonesia masih bisa tumbuh dan eksis. Bahkan kita menjadikan modal untuk menciptakan Indonesia yang berkemajuan,’’ ucap Wakil Ketua PW Muhammadiyah Jatim Tahun 2016 – 2019 tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Busana Lokal Terdongkrak Produk Artis

Macet lagi, Babat Butuh Rekayasa Penanganan

Abadikan Momen Maternitas

Artikel Terbaru


/