alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

335 Desa Belum Ajukan Pencairan ADD

BOJONEGORO – Sebanyak 335 desa di Bojonegoro belum mengajukan pencairan alokasi dana desa (ADD). Padahal, batas waktu pengajuan pencairan hanya sampai akhir bulan ini. “Yang sudah mengajukan baru 84 desa,” ujar kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibnu Soeyuthi kemarin (24/2).

 

Ibnu menjelaskan, 84 desa tersebut tersebar di 12 kecamatan. Saat ini desa yang sudah mengajukan itu tengah dalam proses pencairan. Diperkirakan minggu ini dana-dana tersebut sudah cair.

 

“Yang sudah masuk ke kita paling lama 3 hari kami cairkan,” jelasnya.

 

Ibnu menuturkan, pencairan ADD tersebut sudah diumumkan sejak awal bulan ini. Sebelumnya, memang dana desa (DD) akan dicairkan lebih dulu. Namun, karena hingga kini belum ada transfer DD dari pusat.

Baca Juga :  Partai Baru Berburu Caleg

 

Pemkab pun meminta desa untuk mencairkan ADD lebih dulu. “ADD sudah siap dicairkan. Jadi, desa harus segera mengajukan pencairan,” jelasnya.

 

Menurut Ibnu, sesuai dengan instruksi bupati, pencairan ADD harus tuntas bulan ini. Sehingga, kegiatan pemerintahan di desa tidak terhambat. Setelah itu desa bisa fokus untuk pengajuan pencairan DD.

“Kami sudah meminta camat untuk menginstruksikan pada semua desa,” jelasnya.

 

ADD digunakan untuk operasional pemerintahan desa. Mulai gaji perangkat hingga kebutuhan operasional lainnya. Sehingga, jika ADD sudah dicairkan, maka perangkat desa akan menerima honor.

Itu berbeda dengan DD yang digunakan untuk pembangunan fisik di desa. Mulai jalan poros hingga berbagai fasilitas publik di desa.

Baca Juga :  Nama Panggung itu Penting

 

Tahun ini ADD memang dicairkan lebih dulu dibanding DD. Sebab, DD hingga kini masih belum ada transfer dana dari pusat. Sebab, DD memang 100 persen anggarannya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN). Sedangkan ADD dari pusat dan dari daerah.

BOJONEGORO – Sebanyak 335 desa di Bojonegoro belum mengajukan pencairan alokasi dana desa (ADD). Padahal, batas waktu pengajuan pencairan hanya sampai akhir bulan ini. “Yang sudah mengajukan baru 84 desa,” ujar kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Ibnu Soeyuthi kemarin (24/2).

 

Ibnu menjelaskan, 84 desa tersebut tersebar di 12 kecamatan. Saat ini desa yang sudah mengajukan itu tengah dalam proses pencairan. Diperkirakan minggu ini dana-dana tersebut sudah cair.

 

“Yang sudah masuk ke kita paling lama 3 hari kami cairkan,” jelasnya.

 

Ibnu menuturkan, pencairan ADD tersebut sudah diumumkan sejak awal bulan ini. Sebelumnya, memang dana desa (DD) akan dicairkan lebih dulu. Namun, karena hingga kini belum ada transfer DD dari pusat.

Baca Juga :  Balada Seribu Guru

 

Pemkab pun meminta desa untuk mencairkan ADD lebih dulu. “ADD sudah siap dicairkan. Jadi, desa harus segera mengajukan pencairan,” jelasnya.

 

Menurut Ibnu, sesuai dengan instruksi bupati, pencairan ADD harus tuntas bulan ini. Sehingga, kegiatan pemerintahan di desa tidak terhambat. Setelah itu desa bisa fokus untuk pengajuan pencairan DD.

“Kami sudah meminta camat untuk menginstruksikan pada semua desa,” jelasnya.

 

ADD digunakan untuk operasional pemerintahan desa. Mulai gaji perangkat hingga kebutuhan operasional lainnya. Sehingga, jika ADD sudah dicairkan, maka perangkat desa akan menerima honor.

Itu berbeda dengan DD yang digunakan untuk pembangunan fisik di desa. Mulai jalan poros hingga berbagai fasilitas publik di desa.

Baca Juga :  Terdakwa Minta Hadirkan Dokter Visum

 

Tahun ini ADD memang dicairkan lebih dulu dibanding DD. Sebab, DD hingga kini masih belum ada transfer dana dari pusat. Sebab, DD memang 100 persen anggarannya dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBN). Sedangkan ADD dari pusat dan dari daerah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/