alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Petani Cabai Nikmati Harga Tinggi

SOLOKURO – Petani cabai di Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, menikmati masa panen dengan semringah. Harga bumbu berasa pedas itu cukup mengkilap. Minggu ini di tingkat petani harganya lebih dari Rp 40 ribu per kilogram (kg). “Minggu lalu harganya Rp 36 ribu per kilogram. Tapi, minggu ini diambil Rp 41 ribu per kilogram,” tutur Marfuah, salah satu petani cabai sabtu (24/2). 

Kenaikan harga ini, terang Marfuah, diperkirakan karena minimnya pasokan cabai di pasaran. Sebab, saat musim hujan ini beberapa komoditas cabai hasilnya kurang bagus. Sehingga, harga cabai segar di kebun miliknya bisa terdongkrak. “Kalau harganya segitu cukup tinggi bagi petani cabai di desa ini,” ujar dia.

Baca Juga :  Harga Cabai Tak Stabil

Marfuah mengaku memulai petik cabai sejak awal bulan ini. Seminggu sekali dia mendapatkan hasil 20 kg hingga 25 kg untuk sekali petik. Memasuki akhir bulan ini menjadi puncak petik cabai. “Ini tinggal sisanya saja. Akhir bulan ini juga sudah habis masa petiknya,” ujar Marfuah saat memilah cabai yang sudah memerah untuk dipetik. 

Umuh, petani cabai lainnya juga merasakan kenaikan harga cabai minggu ini. Harga sekarang dipatok pengepul mampu memberikan profit (keuntungan) lumayan tinggi. Umuh mengaku jika mayoritas petani cabai di Desa Dadapan sudah memasuki akhir musim petik. “Ya lumayan, bisa untuk menutup biaya tanam,” katanya.

SOLOKURO – Petani cabai di Desa Dadapan, Kecamatan Solokuro, menikmati masa panen dengan semringah. Harga bumbu berasa pedas itu cukup mengkilap. Minggu ini di tingkat petani harganya lebih dari Rp 40 ribu per kilogram (kg). “Minggu lalu harganya Rp 36 ribu per kilogram. Tapi, minggu ini diambil Rp 41 ribu per kilogram,” tutur Marfuah, salah satu petani cabai sabtu (24/2). 

Kenaikan harga ini, terang Marfuah, diperkirakan karena minimnya pasokan cabai di pasaran. Sebab, saat musim hujan ini beberapa komoditas cabai hasilnya kurang bagus. Sehingga, harga cabai segar di kebun miliknya bisa terdongkrak. “Kalau harganya segitu cukup tinggi bagi petani cabai di desa ini,” ujar dia.

Baca Juga :  Bak Ladang Emas, Tegal Lombok Dijaga Bergantian 24 Jam

Marfuah mengaku memulai petik cabai sejak awal bulan ini. Seminggu sekali dia mendapatkan hasil 20 kg hingga 25 kg untuk sekali petik. Memasuki akhir bulan ini menjadi puncak petik cabai. “Ini tinggal sisanya saja. Akhir bulan ini juga sudah habis masa petiknya,” ujar Marfuah saat memilah cabai yang sudah memerah untuk dipetik. 

Umuh, petani cabai lainnya juga merasakan kenaikan harga cabai minggu ini. Harga sekarang dipatok pengepul mampu memberikan profit (keuntungan) lumayan tinggi. Umuh mengaku jika mayoritas petani cabai di Desa Dadapan sudah memasuki akhir musim petik. “Ya lumayan, bisa untuk menutup biaya tanam,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/