alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Teror Ular Masuk Rumah, Ternyata Tak Takut Garam

Radar Bojonegoro – Bel berdering, laporan teror ular masuk permukiman warga pun diterima. Itulah kesibukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro hari-hari terakhir ini. Seiring kerap kali hujan, hampir setiap hari adanya laporan warga mengadu ular masuk permukiman.

Seperti kemarin (24/1) tim penyelamatan mengevakuasi dua ular jenis sanca. Kali pertama, ular sanca sepanjang tiga meter dievakuasi di rumah milik Samiadi, 43, warga Desa Jono, Kecamatan Temayang.

Berikutnya ular sanca sepanjang 2,5 meter di rumah milik Adit, 38 warga Dusun Bonturi, Desa Caruban, Kecamatan Kanor. Teror ular ini terjadi diprediksi karena kondisi masih musim hujan. Sehingga banyak genangan air dan memicu sarang ular terendam air.

Selain sanca, laporan lainnya juga ular kobra, piton, dan weling. Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Ahmad Adi Winarto menjelaskan, sejak awal Januari 2021 hingga kemarin sudah mengevakuasi 19 ular di berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Pembangunan Pasar Banjarejo II Didok Rp 68,7 Miliar

Jenis ular telah dievakuasi beragam. Di antaranya ular kobra, sanca, piton, weling, dan sebagainya. Tidak ada laporan korban luka-luka maupun korban jiwa. Dia menjelaskan, kemungkinan sarang-sarang ular tergenang air. Sehingga, banyak keluar dari sarangnya, lalu masuk ke permukiman.

“Banyak jenis ular tidak bisa berlama-lama berendam di dalam air. Meskipun ular bisa beradaptasi di dalam air, tapi pasti bakal mencari daratan. Sehingga masuk ke permukiman,” jelasnya.

Selanjutnya, ular yang telah dievakuasi itu ada yang diberikan ke komunitas pecinta reptil. Ada juga dibuang di hutan maupun sawah yang jauh dengan permukiman. Tim penyelamatan damkar pun kerap mengimbau agar tidak membunuh ular. Guna menjaga ekosistem. “Segera melaporkan ke damkar apabila menemukan ular masuk permukiman,” jelasnya.

Baca Juga :  Antisipasi Kemacetan Pasar Takjil

Apalagi tanpa menggunakan alat pelindung diri, tentu berbahaya bagi masyarakat ketika hendak mengevakuasi sendiri ular-ular berbisa. Antisipasi teror ular, menurut dia, pemilik rumah harus rajin membersihkan ruangruang jarang terpakai. Ular biasanya bersembunyi di sudutsudut ruangan.

“Selain itu, perlu diketahui juga bahwa ular tidak takut dengan garam,” kata Adi. Sementara itu, Jumat (22/1) lalu teror ular juga mengagetkan warga RT 7 RW 2 Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas. Saat itu, warga terdampak banjir. Ular jenis piton dengan panjang lebih dari 2 meter. Warga pun bergegas menangkap ular berwarna cokelat kombinasi kuning itu. 

Radar Bojonegoro – Bel berdering, laporan teror ular masuk permukiman warga pun diterima. Itulah kesibukan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro hari-hari terakhir ini. Seiring kerap kali hujan, hampir setiap hari adanya laporan warga mengadu ular masuk permukiman.

Seperti kemarin (24/1) tim penyelamatan mengevakuasi dua ular jenis sanca. Kali pertama, ular sanca sepanjang tiga meter dievakuasi di rumah milik Samiadi, 43, warga Desa Jono, Kecamatan Temayang.

Berikutnya ular sanca sepanjang 2,5 meter di rumah milik Adit, 38 warga Dusun Bonturi, Desa Caruban, Kecamatan Kanor. Teror ular ini terjadi diprediksi karena kondisi masih musim hujan. Sehingga banyak genangan air dan memicu sarang ular terendam air.

Selain sanca, laporan lainnya juga ular kobra, piton, dan weling. Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Bojonegoro Ahmad Adi Winarto menjelaskan, sejak awal Januari 2021 hingga kemarin sudah mengevakuasi 19 ular di berbagai kecamatan.

Baca Juga :  Buruh Bisa Mengadu Penerapan UMK

Jenis ular telah dievakuasi beragam. Di antaranya ular kobra, sanca, piton, weling, dan sebagainya. Tidak ada laporan korban luka-luka maupun korban jiwa. Dia menjelaskan, kemungkinan sarang-sarang ular tergenang air. Sehingga, banyak keluar dari sarangnya, lalu masuk ke permukiman.

“Banyak jenis ular tidak bisa berlama-lama berendam di dalam air. Meskipun ular bisa beradaptasi di dalam air, tapi pasti bakal mencari daratan. Sehingga masuk ke permukiman,” jelasnya.

Selanjutnya, ular yang telah dievakuasi itu ada yang diberikan ke komunitas pecinta reptil. Ada juga dibuang di hutan maupun sawah yang jauh dengan permukiman. Tim penyelamatan damkar pun kerap mengimbau agar tidak membunuh ular. Guna menjaga ekosistem. “Segera melaporkan ke damkar apabila menemukan ular masuk permukiman,” jelasnya.

Baca Juga :  Serikat Pekerja Pabrik Tolak Kenaikan Cukai Rokok

Apalagi tanpa menggunakan alat pelindung diri, tentu berbahaya bagi masyarakat ketika hendak mengevakuasi sendiri ular-ular berbisa. Antisipasi teror ular, menurut dia, pemilik rumah harus rajin membersihkan ruangruang jarang terpakai. Ular biasanya bersembunyi di sudutsudut ruangan.

“Selain itu, perlu diketahui juga bahwa ular tidak takut dengan garam,” kata Adi. Sementara itu, Jumat (22/1) lalu teror ular juga mengagetkan warga RT 7 RW 2 Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas. Saat itu, warga terdampak banjir. Ular jenis piton dengan panjang lebih dari 2 meter. Warga pun bergegas menangkap ular berwarna cokelat kombinasi kuning itu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/