alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Seminggu Rusak, Proyek Japordes Disoal 

PUCUK – Proyek jalan poros desa (japordes) yang menghubungkan Desa Wanar Kecamatan Pucuk dengan Desa Bedingin Kecamatan Sugio disoal. Sebab pembangunan paving dan tembok penahan tanah (TPT) pada proyek tersebut sudah rusak. Padahal proyek senilai Rp 500 juta tersebut baru selesai dikerjakan pertengahan bulan ini atau baru selesi seminggu lalu.‘’Mulai dikerjakan sekitar November tahun tahun lalu dan baru rampung pertengahan bulan ini,’’ ungkap Yartasan, warga Dusun Badu Desa Wanar Kecamatan Pucuk kepada Jawa Pos Radar Lamongan rabu (24/1). 

Warga lain,  Ahmad mengaku sudah mencium tanda-tanda proyek itu tidak beres saat dikerjakan. Sebab beberapa paving yang sudah ambles di beberapa titik. ‘’Ini isinya hanya pasir saja. Sehingga dilewati kendaraan roda empat sekali saja sudah amburadul,’’ keluhnya. 

Baca Juga :  Banyak Pendonor, Stok Darah Aman Untuk Sepekan Ke Depan

Senada diungkapkan, Udin warga lainnya. Dia mengatakan, TPT yang dikerjakan tidak lazim seperti proyek yang sudah ada. Yakni terlihat hanya ditempel saja, serta terlihat kurang tahan lama. ‘’Saya juga tukang dan mengerjakan plengsengan, tapi kayaknya gak seperti ini,’’ ujarnya. 

Menurut dia, warga tidak mengetahui pelaksana proyek. Sebab tidak ada papan keterangan yang seharusnya dipasang di setiap proyek pemerintah. ‘’Menurut pekerjanya, proyek tersebut bukan swakelola, tapi kontraktual,’’ ungkapnya.

Selain itu, ungkap dia,informasi lain yang diterima, anggarannya sekitar Rp 500 juta. Awalnya proyek tersebut direncanakan sepanjang 800 meter (m) tanpa TPT. Di tengah jalan dirubah menjadi sekitar 400 m lebih dan ditambah TPT, namun dialihkan pembangunan TPT. ‘’Sering saya cek ke pekerja proyek. Mereka mengaku hanya menjalankan saja,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Ingin Pastikan Komitmen Pemerintah Pusat

Udin menuturkan, masyarakat sekitar sebenarnya menyambut baik bantuan perbaikan jalan itu . ‘’Tapi masyarakat yang masih awam terhadap kualitas proyek, jangan sampai dimanfaatkan,’’ tukasnya.

Kabid Perbaikan Japordes DPU Bina Marga Lamongan, Sulis mengaku sudah mengecek ke lokasi proyek. Dari pantauannya, di bagian sebelah utara memang kurang. Pihaknya sudah menyampaikan pada rekanan. ‘’Sudah pernah kami sampaikan pada rekanan untuk membenahi. Kalau ada keluhan dari warga, nanti akan kami koordinasikan lagi dengan rekanan,” tandasnya.

PUCUK – Proyek jalan poros desa (japordes) yang menghubungkan Desa Wanar Kecamatan Pucuk dengan Desa Bedingin Kecamatan Sugio disoal. Sebab pembangunan paving dan tembok penahan tanah (TPT) pada proyek tersebut sudah rusak. Padahal proyek senilai Rp 500 juta tersebut baru selesai dikerjakan pertengahan bulan ini atau baru selesi seminggu lalu.‘’Mulai dikerjakan sekitar November tahun tahun lalu dan baru rampung pertengahan bulan ini,’’ ungkap Yartasan, warga Dusun Badu Desa Wanar Kecamatan Pucuk kepada Jawa Pos Radar Lamongan rabu (24/1). 

Warga lain,  Ahmad mengaku sudah mencium tanda-tanda proyek itu tidak beres saat dikerjakan. Sebab beberapa paving yang sudah ambles di beberapa titik. ‘’Ini isinya hanya pasir saja. Sehingga dilewati kendaraan roda empat sekali saja sudah amburadul,’’ keluhnya. 

Baca Juga :  Rokok Naik? Bea Cukai Pastikan Belum Ada Informasi Resmi

Senada diungkapkan, Udin warga lainnya. Dia mengatakan, TPT yang dikerjakan tidak lazim seperti proyek yang sudah ada. Yakni terlihat hanya ditempel saja, serta terlihat kurang tahan lama. ‘’Saya juga tukang dan mengerjakan plengsengan, tapi kayaknya gak seperti ini,’’ ujarnya. 

Menurut dia, warga tidak mengetahui pelaksana proyek. Sebab tidak ada papan keterangan yang seharusnya dipasang di setiap proyek pemerintah. ‘’Menurut pekerjanya, proyek tersebut bukan swakelola, tapi kontraktual,’’ ungkapnya.

Selain itu, ungkap dia,informasi lain yang diterima, anggarannya sekitar Rp 500 juta. Awalnya proyek tersebut direncanakan sepanjang 800 meter (m) tanpa TPT. Di tengah jalan dirubah menjadi sekitar 400 m lebih dan ditambah TPT, namun dialihkan pembangunan TPT. ‘’Sering saya cek ke pekerja proyek. Mereka mengaku hanya menjalankan saja,’’ imbuhnya. 

Baca Juga :  Enggan Reklamasi, Enam Penambang Masih Melakukan Ini

Udin menuturkan, masyarakat sekitar sebenarnya menyambut baik bantuan perbaikan jalan itu . ‘’Tapi masyarakat yang masih awam terhadap kualitas proyek, jangan sampai dimanfaatkan,’’ tukasnya.

Kabid Perbaikan Japordes DPU Bina Marga Lamongan, Sulis mengaku sudah mengecek ke lokasi proyek. Dari pantauannya, di bagian sebelah utara memang kurang. Pihaknya sudah menyampaikan pada rekanan. ‘’Sudah pernah kami sampaikan pada rekanan untuk membenahi. Kalau ada keluhan dari warga, nanti akan kami koordinasikan lagi dengan rekanan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/