alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Salah satu toko tekstil di Lamongan

Industri tekstil Lamongan harus gerak cepat menghadapi pasar.  Karena pasar konvensional sekarang mulai redup tergeser oleh daring. Sehingga, pedagang harus pandai dalam memahami kondisi tersebut.  M. Syarif salah satu pedagang tekstil Lamongan membenarkan jika peralihan belanja masyarakat berpengaruh terhadap penjualan.

 Apalagi terkait tekstil,  konsumen lebih nyaman berbelanja menggunakan daring dibanding datang ke toko. Karena itu,  penjual harus bisa masuk dalam kondisi tersebut agar penjualan tetap stabil. 

Syarif mengatakan, konsumen Kota Soto memiliki kriteria tinggi dalam hal pakaian atau fashion. Mereka lebih mempertimbangkan merek daripada harga.

Sehingga, selain memahami pasar, pedagang harus up-to-date terkait model dan tren.  Tentu, agar konsumen merasa nyaman berbelanja produk lokal dan tidak harus keluar.

Baca Juga :  Identitas Mayat Mr X di Alun-Alun Diketahui

 ‘’Karena pakaian ini kebutuhannya berlanjut jadi pedagang harus berpikir keras,” katanya kemarin (24/1). Syarif memahami, pergeseran belanja dari offline ke online berdampak pada toko konvensional.

 Tapi, karena dia menyediakan stok pakaian terbaru sehingga penjualan masih stabil.  Setiap minggunya, lebih kurang 20 pakaian jenis kaus bisa terjual.  Bahkan, bisa lebih kalau ada model terbaru. 

Angga salah satu konsumen mengatakan, sebenarnya berbelanja secara online maupun offline memiliki keuntungan masing-masing.  Tapi, karena tuntutan zaman, sehingga pedagang harus lebih aktif. Selain itu,  perkembangan model harus menjadi pertimbangan lain. ‘’Tetap berimbang semuanya,” ujarnya.

 

 

 

Industri tekstil Lamongan harus gerak cepat menghadapi pasar.  Karena pasar konvensional sekarang mulai redup tergeser oleh daring. Sehingga, pedagang harus pandai dalam memahami kondisi tersebut.  M. Syarif salah satu pedagang tekstil Lamongan membenarkan jika peralihan belanja masyarakat berpengaruh terhadap penjualan.

 Apalagi terkait tekstil,  konsumen lebih nyaman berbelanja menggunakan daring dibanding datang ke toko. Karena itu,  penjual harus bisa masuk dalam kondisi tersebut agar penjualan tetap stabil. 

Syarif mengatakan, konsumen Kota Soto memiliki kriteria tinggi dalam hal pakaian atau fashion. Mereka lebih mempertimbangkan merek daripada harga.

Sehingga, selain memahami pasar, pedagang harus up-to-date terkait model dan tren.  Tentu, agar konsumen merasa nyaman berbelanja produk lokal dan tidak harus keluar.

Baca Juga :  Setengah Jam Baca Alquran

 ‘’Karena pakaian ini kebutuhannya berlanjut jadi pedagang harus berpikir keras,” katanya kemarin (24/1). Syarif memahami, pergeseran belanja dari offline ke online berdampak pada toko konvensional.

 Tapi, karena dia menyediakan stok pakaian terbaru sehingga penjualan masih stabil.  Setiap minggunya, lebih kurang 20 pakaian jenis kaus bisa terjual.  Bahkan, bisa lebih kalau ada model terbaru. 

Angga salah satu konsumen mengatakan, sebenarnya berbelanja secara online maupun offline memiliki keuntungan masing-masing.  Tapi, karena tuntutan zaman, sehingga pedagang harus lebih aktif. Selain itu,  perkembangan model harus menjadi pertimbangan lain. ‘’Tetap berimbang semuanya,” ujarnya.

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/