alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Diterpa Angin, Jendela Menara Pantau Hilal Pretel

TUBAN – Belum genap sebulan pasca diresmikan, jendela bangunan menara pemantau hilal di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori sudah pretel. Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kerusakan kecil itu terlihat di bagian lantai dua. Salah satu daun jendela di lantai ini hilang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tuban Choliq Qunnasich memastikan, kerusakan kecil itu bukan dari bagian struktur bangunan, melainkan hanya aksesori saja.

Itu pun, lanjut Choliq, bukan karena faktor kualitas bahan baku, tapi karena faktor alam. ‘’Ceritanya, saat itu jendelanya terbuka satu, lupa tidak ditutup. Kemudian diterjang angin kenjang hingga rusak,’’ ujar dia kemarin (24/1).

Dikatakan Choliq, karena hanya kerusakan kecil pada bagian aksesori, perbaikannya tidak membutuhkan waktu lama. ‘’Besok langsung diperbaiki. Hanya memasang ulang jendela saja.

Baca Juga :  Angka Kasus Melandai, Perlahan Tempat Hiburan Mulai Dibuka

Beberapa jam sudah cukup,’’ tandasnya. Sekadar diketahui, proyek pembangunan menara pantau hilal tiga lantai yang dimenangkan CV Ligna Jati Anugraha tersebut menelan anggaran sekitar Rp 289,7 juta.

Sumber dananya dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2017.

TUBAN – Belum genap sebulan pasca diresmikan, jendela bangunan menara pemantau hilal di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori sudah pretel. Pantauan Jawa Pos Radar Tuban, kerusakan kecil itu terlihat di bagian lantai dua. Salah satu daun jendela di lantai ini hilang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tuban Choliq Qunnasich memastikan, kerusakan kecil itu bukan dari bagian struktur bangunan, melainkan hanya aksesori saja.

Itu pun, lanjut Choliq, bukan karena faktor kualitas bahan baku, tapi karena faktor alam. ‘’Ceritanya, saat itu jendelanya terbuka satu, lupa tidak ditutup. Kemudian diterjang angin kenjang hingga rusak,’’ ujar dia kemarin (24/1).

Dikatakan Choliq, karena hanya kerusakan kecil pada bagian aksesori, perbaikannya tidak membutuhkan waktu lama. ‘’Besok langsung diperbaiki. Hanya memasang ulang jendela saja.

Baca Juga :  Jepang Periksa Kerusakan di Pagi Hari Setelah Gempa Dahsyat Semalam

Beberapa jam sudah cukup,’’ tandasnya. Sekadar diketahui, proyek pembangunan menara pantau hilal tiga lantai yang dimenangkan CV Ligna Jati Anugraha tersebut menelan anggaran sekitar Rp 289,7 juta.

Sumber dananya dari perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P-APBD) 2017.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/