alexametrics
31.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Belum Ada Regulasi, Permintaan Pertamini Melesat

- Advertisement -

BOJONEGORO – Belum adanya regulasi mengatur SPBU (pom) mini tidak memengaruhi penjualan alat-alat spare part mesin bahan bakar minyak (BBM) eceran tersebut. Justru, jumlah SPBU mini di Kota Ledre semakin menjamur. Banyak jumlah SPBU mini ini karena beberapa pengusaha melirik sebagai peluang bisnis menggiurkan.

Alatnya pun lebih canggih dan memudahkan konsumen ketika membeli bensin eceran. Ketua Paguyuban Penjual Bensin Eceran Bojonegoro (Papan Bejo) Heriyanto mengatakan, jumlah pengusaha SPBU mini di Bojonegoro mencapai 300 orang.

Hampir di seluruh kecamatan ada pengusaha SPBU mini.  Sehingga tak heran, permintaan alat pom mini hingga sekarang masih prospektif.

Pria juga produsen alat SPBU mini tersebut mengatakan permintaan per bulan sekitar 20 unit. ‘’Masih prospektif penjualannya. Harganya pun bersaing, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per unitnya,” katanya.

Baca Juga :  Pemerintah Salurkan Bantuan Subsidi Upah bagi Tenaga Pendidik Non-PNS

Dia mengatakan, omzet pengusaha SPBU mini tiap bulannya juga menggiurkan sekitar Rp 280.000 atau terjual sekitar 350 liter bensin. Di dalam Papan Bejo diatur harga bensin per liternya.

- Advertisement -

Hitungannya menyesuaikan jarak pom mini dan SPBU.  ‘’Kalau tidak terlalu jauh jarak SPBU dan pom mini, labanya sekitar Rp 700 hingga Rp 800 per liter.

Sedangkan, kalau benar-benar jauh dibolehkan mengambil laba Rp 1.000 per liter,” tuturnya. Papan Bejo, kata dia, juga terus berkoordinasi dan komunikasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro terkait legalitas SPBU mini ini.

Selain itu, Heriyanto juga menyarankan kepada seluruh pengusaha agar membeli alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di SPBU mininya. Namun, kendalanya tidak semua konsumen atau anggotanya bersedia membeli APAR. ‘’Kami terus sarankan mengedepankan keamanan pom mini,” ujarnya. 

Baca Juga :  Umrah Dibuka, Jemaah di Bojonegoro Dilarang Bawa Zamzam

Papan Bejo telah tergabung dalam Aliansi Pengusaha Pom Mini Indonesia (APPMI). Sehingga, alat-alat buatannya legal dan sudah memenuhi syarat keamanan.

‘’Direktorat Metrologi dan Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan legalitas alat mesin pom mini APPMI memiliki izin tanda pabrik (ITP),” terangnya. 

BOJONEGORO – Belum adanya regulasi mengatur SPBU (pom) mini tidak memengaruhi penjualan alat-alat spare part mesin bahan bakar minyak (BBM) eceran tersebut. Justru, jumlah SPBU mini di Kota Ledre semakin menjamur. Banyak jumlah SPBU mini ini karena beberapa pengusaha melirik sebagai peluang bisnis menggiurkan.

Alatnya pun lebih canggih dan memudahkan konsumen ketika membeli bensin eceran. Ketua Paguyuban Penjual Bensin Eceran Bojonegoro (Papan Bejo) Heriyanto mengatakan, jumlah pengusaha SPBU mini di Bojonegoro mencapai 300 orang.

Hampir di seluruh kecamatan ada pengusaha SPBU mini.  Sehingga tak heran, permintaan alat pom mini hingga sekarang masih prospektif.

Pria juga produsen alat SPBU mini tersebut mengatakan permintaan per bulan sekitar 20 unit. ‘’Masih prospektif penjualannya. Harganya pun bersaing, mulai dari Rp 20 juta hingga Rp 30 juta per unitnya,” katanya.

Baca Juga :  Manajemen Baru Berlaku Bulan Depan

Dia mengatakan, omzet pengusaha SPBU mini tiap bulannya juga menggiurkan sekitar Rp 280.000 atau terjual sekitar 350 liter bensin. Di dalam Papan Bejo diatur harga bensin per liternya.

- Advertisement -

Hitungannya menyesuaikan jarak pom mini dan SPBU.  ‘’Kalau tidak terlalu jauh jarak SPBU dan pom mini, labanya sekitar Rp 700 hingga Rp 800 per liter.

Sedangkan, kalau benar-benar jauh dibolehkan mengambil laba Rp 1.000 per liter,” tuturnya. Papan Bejo, kata dia, juga terus berkoordinasi dan komunikasi dengan Dinas Perdagangan (Disdag) Bojonegoro terkait legalitas SPBU mini ini.

Selain itu, Heriyanto juga menyarankan kepada seluruh pengusaha agar membeli alat pemadam kebakaran ringan (APAR) di SPBU mininya. Namun, kendalanya tidak semua konsumen atau anggotanya bersedia membeli APAR. ‘’Kami terus sarankan mengedepankan keamanan pom mini,” ujarnya. 

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun, Satu Pengemudi Tewas

Papan Bejo telah tergabung dalam Aliansi Pengusaha Pom Mini Indonesia (APPMI). Sehingga, alat-alat buatannya legal dan sudah memenuhi syarat keamanan.

‘’Direktorat Metrologi dan Kementerian Perdagangan sudah menerbitkan legalitas alat mesin pom mini APPMI memiliki izin tanda pabrik (ITP),” terangnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/