alexametrics
26.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Shela Putri Sundawa, Dokter asal Bojonegoro Bertugas di RSCM Jakarta

Profesi Shela Putri Sundawa sebagai dokter membuatnya ingin isu kesehatan jadi populer di kalangan masyarakat. Perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Kota itu memilih podcast untuk menjangkau masyarakat awam.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

“Setengah juta kasus hari ini dan masih ada yang nanya Covid-19 beneran ada apa ga. Rasanya pengen gw swab aja tuh yang ngomong”. Itulah kicauan Shela Putri Sundawa di laman akun Twitter pukul 17.34 tadi malam (23/11). Kicauan itu cepat mendapat respons dari khalayak pengguna Twitter.

Jejak Shela sapaannya dalam Twitter cukup mobilitas. Dokter muda dokter muda bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, ini ternyata sudah memiliki 64 ribu pengikut di akun Twitter-nya. Hampir setiap hari, Shela selalu mengunggah isu-isu kesehatan.

Padahal, Shela awalnya sudah lama tak berselancar via Twitter. Namun, sejak pandemi Covid-19 dokter muda ini akhirnya kembali masuk laman Twitter. Sejak pandemi, isu kesehatan menjadi semakin populer. Bahkan, semakin banyak muncul di permukaan akun-akun dokter.

Sejak kembalinya aktif main Twitter, pengikut Shela naik menjadi 64 ribu. Melihat kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat berupaya mencari sumber-sumber valid dari para ahli. Sehingga, banyak dokter lain juga mendapat atensi dari pengguna Twitter.

Baca Juga :  Tahun Ini Fokus Normalisasi Embung

Shela bersyukur respons tersebut, karena Shela ingin isu kesehatan menjadi populer. “Isu kesehatan seharusnya bisa populer, ilmu dan pengeta huannya tidak hanya dimiliki para tenaga kesehatan saja,” tutur perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.

Shela tidak hanya aktif di Twitter, namun sejak November 2019 ia juga membidani Podcast Relatif Perspektif yang mengudara di Spotify. Adapun moto podcast tersebut ialah Every Issue is Health Issue yang bermaksud bahwa apapun dilakukan, kebijakan apapun diambil pemerintah, tren baru apapun yang dipopulerkan ujung-ujungnya akan berdampak pada kesehatan.

Alasan memilih podcast sebagai media penyebaran, karena menurutnya podcast bisa didengar kapanpun dan di manapun. Shela juga lebih nyaman berkreasi dengan media berupa podcast karena hanya butuh audio saja. Sebab dia melihat apabila membuat konten audiovisual seperti YouTube kerap kali penonton kurang fokus dan melenceng dari substansi.

“Karena tujuan utamanya tentu ingin Podcast Relatif Perspektif memberikan dampak pada kesehatan masyarakat,” jelas alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Podcast Relatif Perspektif kini menginjak episode ke-38. Jadwal tayangnya setiap Minggu. Di setiap episode selalu ada tamu dengan latar belakang berbagai ahli. Semangat utama Shela berbagai ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan, karena ia tidak ingin menjadi seorang dokter dibatasi oleh ruang praktik.

Baca Juga :  Gerakkan Kuliner Pinggir Bengawan

Podcast Relatif Perspektif juga membuat Shela banyak belajar dari para narasumber yang diajak kolaborasi. Shela berharap makin banyak lagi podcast dengan semangat yang sama seperti Podcast Relatif Perspektif. Sepengetahuannya, belum ada podcast asal Indonesia yang benar-benar mengangkat isu kesehatan secara holistik.

Referensi Shela mengelola podcast ialah JAMA Editor’s Summary Podcast. Menurutnya, podcast tersebut seru karena membedah jurnal kesehatan langsung bersama penulisnya. Selain itu, dia suka mendengarkan podcast Naked Science, 60-Second Science, Modern Love, dan Jay Shetty.

“Kalau podcast asal Indonesia yang sering saya dengar itu podcast budayakita, kontennya berupa sandiwara radio,” imbuh alumni SMAN 1 Bojonegoro 2008 itu. Shela sekarang sedang menyelesaikan studi dokter spesialis anak di Universitas Indonesia. Shela percaya bahwa berinvestasi pada kesehatan harus dimulai sejak usia dini, sejak masa kanakkanak. “Jika kita dapat menjaga kesehatan anak-anak, maka kita dapat memastikan generasi masa depan,” ujar Shela.

Profesi Shela Putri Sundawa sebagai dokter membuatnya ingin isu kesehatan jadi populer di kalangan masyarakat. Perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Kota itu memilih podcast untuk menjangkau masyarakat awam.

BHAGAS DANI PURWOKO, Radar Bojonegoro

“Setengah juta kasus hari ini dan masih ada yang nanya Covid-19 beneran ada apa ga. Rasanya pengen gw swab aja tuh yang ngomong”. Itulah kicauan Shela Putri Sundawa di laman akun Twitter pukul 17.34 tadi malam (23/11). Kicauan itu cepat mendapat respons dari khalayak pengguna Twitter.

Jejak Shela sapaannya dalam Twitter cukup mobilitas. Dokter muda dokter muda bertugas di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, ini ternyata sudah memiliki 64 ribu pengikut di akun Twitter-nya. Hampir setiap hari, Shela selalu mengunggah isu-isu kesehatan.

Padahal, Shela awalnya sudah lama tak berselancar via Twitter. Namun, sejak pandemi Covid-19 dokter muda ini akhirnya kembali masuk laman Twitter. Sejak pandemi, isu kesehatan menjadi semakin populer. Bahkan, semakin banyak muncul di permukaan akun-akun dokter.

Sejak kembalinya aktif main Twitter, pengikut Shela naik menjadi 64 ribu. Melihat kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak masyarakat berupaya mencari sumber-sumber valid dari para ahli. Sehingga, banyak dokter lain juga mendapat atensi dari pengguna Twitter.

Baca Juga :  Belum Ada Laporan Kampanye via Media Sosial

Shela bersyukur respons tersebut, karena Shela ingin isu kesehatan menjadi populer. “Isu kesehatan seharusnya bisa populer, ilmu dan pengeta huannya tidak hanya dimiliki para tenaga kesehatan saja,” tutur perempuan asal Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro Kota itu.

Shela tidak hanya aktif di Twitter, namun sejak November 2019 ia juga membidani Podcast Relatif Perspektif yang mengudara di Spotify. Adapun moto podcast tersebut ialah Every Issue is Health Issue yang bermaksud bahwa apapun dilakukan, kebijakan apapun diambil pemerintah, tren baru apapun yang dipopulerkan ujung-ujungnya akan berdampak pada kesehatan.

Alasan memilih podcast sebagai media penyebaran, karena menurutnya podcast bisa didengar kapanpun dan di manapun. Shela juga lebih nyaman berkreasi dengan media berupa podcast karena hanya butuh audio saja. Sebab dia melihat apabila membuat konten audiovisual seperti YouTube kerap kali penonton kurang fokus dan melenceng dari substansi.

“Karena tujuan utamanya tentu ingin Podcast Relatif Perspektif memberikan dampak pada kesehatan masyarakat,” jelas alumni Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu. Podcast Relatif Perspektif kini menginjak episode ke-38. Jadwal tayangnya setiap Minggu. Di setiap episode selalu ada tamu dengan latar belakang berbagai ahli. Semangat utama Shela berbagai ilmu dan pengetahuan tentang kesehatan, karena ia tidak ingin menjadi seorang dokter dibatasi oleh ruang praktik.

Baca Juga :  Seto Utoro, Pemuda yang Konsisten Produksi Batik Tulis

Podcast Relatif Perspektif juga membuat Shela banyak belajar dari para narasumber yang diajak kolaborasi. Shela berharap makin banyak lagi podcast dengan semangat yang sama seperti Podcast Relatif Perspektif. Sepengetahuannya, belum ada podcast asal Indonesia yang benar-benar mengangkat isu kesehatan secara holistik.

Referensi Shela mengelola podcast ialah JAMA Editor’s Summary Podcast. Menurutnya, podcast tersebut seru karena membedah jurnal kesehatan langsung bersama penulisnya. Selain itu, dia suka mendengarkan podcast Naked Science, 60-Second Science, Modern Love, dan Jay Shetty.

“Kalau podcast asal Indonesia yang sering saya dengar itu podcast budayakita, kontennya berupa sandiwara radio,” imbuh alumni SMAN 1 Bojonegoro 2008 itu. Shela sekarang sedang menyelesaikan studi dokter spesialis anak di Universitas Indonesia. Shela percaya bahwa berinvestasi pada kesehatan harus dimulai sejak usia dini, sejak masa kanakkanak. “Jika kita dapat menjaga kesehatan anak-anak, maka kita dapat memastikan generasi masa depan,” ujar Shela.

Artikel Terkait

Most Read

Didakwa tanpa Didampingi Pengacara

Tabrak Tewas Karyawan JOB, Pikap Kabur

Hari Pertama Tryout CBT SMP Lancar

Artikel Terbaru


/