alexametrics
24 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Camat Sarankan Jalur Hukum terhadap Penambang Pasir

BOJONEGORO – Aktivitas penambang pasir ilegal di Dusun Jambe, Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, menjadi atensi karena dinilai menyebabkan longsor. Camat Kalitidu Muchlisin Andi Irawan masih menunggu data para penambang pasir ilegal sekaligus dilengkapi bukti video atau foto untuk diserahkan kepada kepolisian. 

Namun, menurut Camat, pengumpulan data itu perlu ada keikhlasan dari warga setempat. Karena sebagian besar pekerja penambang pasir ilegal itu dari desa setempat. “Jadi, kami tunggu perkembangannya, kalau memang mereka siap lewat jalur hukum, saya tunggu data-data para penambang pasir ilegal itu lalu diserahkan ke pihak berwajib,” tegasnya. 

Kalau perlu, imbuh dia, warga setempat juga menyerahkan video atau foto sebagai bukti otentik. Selain itu, pria akrab disapa Muchlisin itu memastikan, apabila ada tanah warga sudah longsor dan hilang, akan segera dihapus objek pajak bumi dan  bangunan (PBB). 

Baca Juga :  Dalang Kasus Pemerkosaan Dituntut Denda dan Penjara 10 Tahun

“Jadi korban tak usah lagi bayar pajak tanahnya,” ujarnya.

Terkait ganti rugi, dirinya merasa perlu memanggil para penambang pasir. Muchlisin menyarankan Kepala Desa (Kades) Pilangsari, Sunoto untuk melakukan pendekatan secara simultan untuk membahas ganti rugi. 

“Karena ketika diundang mediasi kemarin (Kamis, Red) tidak ada satu pun penambang pasir datang, karena memang mereka salah,” ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, minggu ini 15 warga Dusun Jambe, Desa Pilangsari, lahannya di tepi Sungai Bengawan Solo longsor. Ada warga lahannya longsor sekitar 20 meter. Aktivitas penambang pasir mekanik ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir.

BOJONEGORO – Aktivitas penambang pasir ilegal di Dusun Jambe, Desa Pilangsari, Kecamatan Kalitidu, menjadi atensi karena dinilai menyebabkan longsor. Camat Kalitidu Muchlisin Andi Irawan masih menunggu data para penambang pasir ilegal sekaligus dilengkapi bukti video atau foto untuk diserahkan kepada kepolisian. 

Namun, menurut Camat, pengumpulan data itu perlu ada keikhlasan dari warga setempat. Karena sebagian besar pekerja penambang pasir ilegal itu dari desa setempat. “Jadi, kami tunggu perkembangannya, kalau memang mereka siap lewat jalur hukum, saya tunggu data-data para penambang pasir ilegal itu lalu diserahkan ke pihak berwajib,” tegasnya. 

Kalau perlu, imbuh dia, warga setempat juga menyerahkan video atau foto sebagai bukti otentik. Selain itu, pria akrab disapa Muchlisin itu memastikan, apabila ada tanah warga sudah longsor dan hilang, akan segera dihapus objek pajak bumi dan  bangunan (PBB). 

Baca Juga :  Besok, Puncak Awarding Tryout

“Jadi korban tak usah lagi bayar pajak tanahnya,” ujarnya.

Terkait ganti rugi, dirinya merasa perlu memanggil para penambang pasir. Muchlisin menyarankan Kepala Desa (Kades) Pilangsari, Sunoto untuk melakukan pendekatan secara simultan untuk membahas ganti rugi. 

“Karena ketika diundang mediasi kemarin (Kamis, Red) tidak ada satu pun penambang pasir datang, karena memang mereka salah,” ucapnya. 

Diberitakan sebelumnya, minggu ini 15 warga Dusun Jambe, Desa Pilangsari, lahannya di tepi Sungai Bengawan Solo longsor. Ada warga lahannya longsor sekitar 20 meter. Aktivitas penambang pasir mekanik ini sudah berlangsung tiga tahun terakhir.

Artikel Terkait

Most Read

BPNT Gagal Dicairkan Bulan Ini 

Satpol PP Janji Tertibkan Orang Gila 

Proyek Taman Dikebut

Artikel Terbaru


/