alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

PT BBS Belum Bisa Penuhi Target Pertamina Produksi Minyak ­Sumur Tua

KEDEWAN – PT Bojonegoro Bangkit Sejahtera (BBS) yang mengelola sumur minyak tua di kawasan Kecamatan Kedewan belum bisa memenuhi target produksi. PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 yang menguasai lapangan minyak yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Bojonegoro menargetkan sehari produksi 500 barel per hari.

Belum terpenuhinya target itu diakui Direktur PT BBS Tonny Ade Irawan. Dia mengatakan, banyak persoalan sosial yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah dijualnya minyak hasil penambangan dari sumur tua selain ke PT BBS. Padahal, sumur tersebut berada di lapangan yang dikelola PT BBS. ”Contohnya adalah KUD di sana yang terus setor minyak ke Pertamina. Padahal, sumur yang mereka kelola tidak aktif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Mentan Disambut Demo dan Terop Nyaris Roboh

Penambang tradisional memilih menjual minyak ke pihak lain karena harga yang ditawarkan lebih tinggi. Sedang PT BBS yang kerja sama resmi dengan PT Pertamina harus memenuhi semua syarat yang ditetapkan Pertamina. Misalnya perlengkapan keamanan atau safety. Sehingga, PT BBS harus mengeluarkan banyak biaya. ”Kami juga menata lokasi dan menyediakan angkutan yang standar. Ini butuh modal,” jelasnya.

Karena masih fokus penataan lokasi dan menyelesaikan berbagai problem sosial itu, produksi minyaknya belum maksimal. Minyak 500 barel rata-rata bisa diproduksi dalam waktu sekitar satu minggu, bukan per hari sesuai  target. ”Namun, kami upayakan terus untuk meningkatkan produksi, sambil membenahi banyak hal. Karena, lapangan itu menjadi tanggung jawab PT BBS saat kondisinya membutuhkan banyak pembenahan di segala  bidang,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Juga Menggunakan Treatment Mechanical Chentrifugal

Humas PT Pertamina EP Asset 4 Panji Galih saat dikonfirmasi mengaku tidak hafal berapa jumlah setoran minyak dari PT BBS. ”Coba saya tanyakan dulu ke manajemen,’’ katanya.

KEDEWAN – PT Bojonegoro Bangkit Sejahtera (BBS) yang mengelola sumur minyak tua di kawasan Kecamatan Kedewan belum bisa memenuhi target produksi. PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 yang menguasai lapangan minyak yang dikelola badan usaha milik daerah (BUMD) Bojonegoro menargetkan sehari produksi 500 barel per hari.

Belum terpenuhinya target itu diakui Direktur PT BBS Tonny Ade Irawan. Dia mengatakan, banyak persoalan sosial yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah dijualnya minyak hasil penambangan dari sumur tua selain ke PT BBS. Padahal, sumur tersebut berada di lapangan yang dikelola PT BBS. ”Contohnya adalah KUD di sana yang terus setor minyak ke Pertamina. Padahal, sumur yang mereka kelola tidak aktif,’’ ujarnya.

Baca Juga :  PEPC Kenalkan Proyek JTB

Penambang tradisional memilih menjual minyak ke pihak lain karena harga yang ditawarkan lebih tinggi. Sedang PT BBS yang kerja sama resmi dengan PT Pertamina harus memenuhi semua syarat yang ditetapkan Pertamina. Misalnya perlengkapan keamanan atau safety. Sehingga, PT BBS harus mengeluarkan banyak biaya. ”Kami juga menata lokasi dan menyediakan angkutan yang standar. Ini butuh modal,” jelasnya.

Karena masih fokus penataan lokasi dan menyelesaikan berbagai problem sosial itu, produksi minyaknya belum maksimal. Minyak 500 barel rata-rata bisa diproduksi dalam waktu sekitar satu minggu, bukan per hari sesuai  target. ”Namun, kami upayakan terus untuk meningkatkan produksi, sambil membenahi banyak hal. Karena, lapangan itu menjadi tanggung jawab PT BBS saat kondisinya membutuhkan banyak pembenahan di segala  bidang,’’ tandasnya.

Baca Juga :  Kelola Sumur Minyak Tua : Bupati Minta Warga Lokal Diperdayakan 

Humas PT Pertamina EP Asset 4 Panji Galih saat dikonfirmasi mengaku tidak hafal berapa jumlah setoran minyak dari PT BBS. ”Coba saya tanyakan dulu ke manajemen,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/