alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Lirik Potensi Alam jadi Lokasi Syuting

KOTA – Pemkab Bojonegoro mulai lirik industri film sebagai pengatrol pendapatan. Industri tersebut dikorelasikan dengan masih adanya potensi alam Bojonegoro yang cukup menjanjikan. Namun, fakta itu tidak lepas dari berbagai kendala. Salah satunya kondisi masyarakat di lokasi tersebut. 

Kepala Bidang Perekonomian Bojonegoro, Rahmad Junaidi mengatakan, potensi alam Bojonegoro yang masih sangat bagus, terutama alam hutan jatinya. Saat ini sedang didorong untuk dijadikan lokasi syuting. Bahkan, itu sudah dimulai sejak akhir tahun ini.

‘’Dengan adanya lokasi syuting di Bojonegoro, ada dampak ekonomi yang didapat,” ucapnya.

Sejumlah lokasi seperti hutan jati tua, kawasan api abadi, hingga luasnya bantaran Bengawan Solo, jika dimaksimalkan sebagai lokasi syuting film bisa meningkatkan popularitas. Juga mampu memberi dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Penanganan Covid Sudah Telan Rp 106 Miliar

Saat ini, lanjut dia, pemkab berusaha mengkorelasikan kekayaan alam Bojonegoro untuk industri perfilman. Namun, sejumlah kendala masih ditemui. Diantaranya, mindset masyarakat terhadap pemeliharaan alam itu sendiri. Dan itu yang sedang menjadi konsentrasi pemkab.

“Tantangan kita memang membangun mindset masyarakat setempat agar  tempat tinggal mereka siap dijadikan lokasi syuting film bertaraf nasional atau bahkan internasional. Konsekuensinya, alam harus dijaga dan pemikirannya terbuka,” imbuh dia. 

Sementara itu, pengamat lingkungan dari Telisik Bojonegoro, Radinal Ramadhana mengatakan, secara umum alam Bojonegoro memang bagus. Terutama alam hutan jatinya. Namun, itu semu masih tergantung proses penggarapannya. Jika proses penggarapannya buruk, sebagus apapun potensi alam yang ada, tetap saja buruk. “Jadi, perihal korelasi alam dan film, sangat tergantung proses penggarapannya” katanya.

Baca Juga :  Waspadai Praktik Money Politics

Meski tidak semua potensi alam, kata dia, Bojonegoro memang memiliki alam khas. Terutama di Wonocolo. Sebab, potensi tersebut tidak tersaji di daerah lain. Jika memang bisa dimaksimalkan, tentu lokasi tersebut bisa menjadi lokasi syuting yang khas bertaraf internasional. “Hanya itu bergantung dari proses penggarapan filmnya,” pungkasnya.

KOTA – Pemkab Bojonegoro mulai lirik industri film sebagai pengatrol pendapatan. Industri tersebut dikorelasikan dengan masih adanya potensi alam Bojonegoro yang cukup menjanjikan. Namun, fakta itu tidak lepas dari berbagai kendala. Salah satunya kondisi masyarakat di lokasi tersebut. 

Kepala Bidang Perekonomian Bojonegoro, Rahmad Junaidi mengatakan, potensi alam Bojonegoro yang masih sangat bagus, terutama alam hutan jatinya. Saat ini sedang didorong untuk dijadikan lokasi syuting. Bahkan, itu sudah dimulai sejak akhir tahun ini.

‘’Dengan adanya lokasi syuting di Bojonegoro, ada dampak ekonomi yang didapat,” ucapnya.

Sejumlah lokasi seperti hutan jati tua, kawasan api abadi, hingga luasnya bantaran Bengawan Solo, jika dimaksimalkan sebagai lokasi syuting film bisa meningkatkan popularitas. Juga mampu memberi dampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Penanganan Covid Sudah Telan Rp 106 Miliar

Saat ini, lanjut dia, pemkab berusaha mengkorelasikan kekayaan alam Bojonegoro untuk industri perfilman. Namun, sejumlah kendala masih ditemui. Diantaranya, mindset masyarakat terhadap pemeliharaan alam itu sendiri. Dan itu yang sedang menjadi konsentrasi pemkab.

“Tantangan kita memang membangun mindset masyarakat setempat agar  tempat tinggal mereka siap dijadikan lokasi syuting film bertaraf nasional atau bahkan internasional. Konsekuensinya, alam harus dijaga dan pemikirannya terbuka,” imbuh dia. 

Sementara itu, pengamat lingkungan dari Telisik Bojonegoro, Radinal Ramadhana mengatakan, secara umum alam Bojonegoro memang bagus. Terutama alam hutan jatinya. Namun, itu semu masih tergantung proses penggarapannya. Jika proses penggarapannya buruk, sebagus apapun potensi alam yang ada, tetap saja buruk. “Jadi, perihal korelasi alam dan film, sangat tergantung proses penggarapannya” katanya.

Baca Juga :  Entaskan Kemiskinan Ekstrem Di Lamongan

Meski tidak semua potensi alam, kata dia, Bojonegoro memang memiliki alam khas. Terutama di Wonocolo. Sebab, potensi tersebut tidak tersaji di daerah lain. Jika memang bisa dimaksimalkan, tentu lokasi tersebut bisa menjadi lokasi syuting yang khas bertaraf internasional. “Hanya itu bergantung dari proses penggarapan filmnya,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Didakwa tanpa Didampingi Pengacara

Motdin Kades Hilang

Artikel Terbaru


/