alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Perlu Libatkan PLN Cegah Kebakaran

TEROBOSAN pencegahan kebakaran diperlukan. Sebab, kebakaran itu bisa dicegah. Terutama edukasi pencegahan korsleting listrik. 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Muhlasin Afan menjelaskan, kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia. Bukan faktor alam. Karena itu, bencana kebakaran itu sebenarnya bisa dicegah.

’’Pemkab harus memiliki program untuk melakukan pencegahan itu,’’ katanya.

Terkait korsleting listrik, menurut Afan, edukasi pencegahannya harus melibatkan PLN. Sehingga, masyarakat jadi lebih tahu. Sehingga, korsleting listrik bisa dicegah. ’’Ini harus segera dilakukan pemkab,’’ tegas politikus Demokrat itu.

Salah satu pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan edukasi pada masyarakat. Edukasi dengan memberikan pelatihan. Yakni, pelatihan tanggap darurat bencana kebakaran. ’’Saat terjadi kebakaran apa yang harus dilakukan. Sehingga, bisa melakukan penanganan awal. Agar api tidak menyebar dengan cepat,’ jelasnya.

Baca Juga :  Tak Ada Gugatan Dapil

Banyaknya peristiwa kebarakan itu, lanjut Afan, dinas pemadam kebakaran (damkar) harus terus siaga. Kalau bisa semua masyarakat harus memiliki nomor kantor damkar terdekat. Sehingga, penanganan bisa lebih cepat menghubungi petugas. Selain itu, setiap kantor atau tempat layanan publik harus memiliki alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni menerangkan, pemkab memberi santunan terhadap korban kebakaran. Jumlah santunan maksimal Rp 5 juta, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Biasanya ketika terjadi bencana akan diberi santunan berupa sembako terlebih dahulu. Kemudian proses pengajuan santunan melalui kepala desa diteruskan ke camat lalu dikirim ke BPBD.

Baca Juga :  Targetkan 354,2 Hektare untuk Kedelai

Selain kebakaran, bencana lain seperti rumah roboh atau longsor juga menerima santunan. ’’Terkait santunan itu tertuang di Perbup Nomor 49 Tahun 2017 tentang Pemberian Bantuan/Santunan bagi Korban Bencana di Kabupaten Bojonegoro,’’ tambahnya.

TEROBOSAN pencegahan kebakaran diperlukan. Sebab, kebakaran itu bisa dicegah. Terutama edukasi pencegahan korsleting listrik. 

Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro Muhlasin Afan menjelaskan, kebakaran lebih banyak disebabkan oleh kelalaian manusia. Bukan faktor alam. Karena itu, bencana kebakaran itu sebenarnya bisa dicegah.

’’Pemkab harus memiliki program untuk melakukan pencegahan itu,’’ katanya.

Terkait korsleting listrik, menurut Afan, edukasi pencegahannya harus melibatkan PLN. Sehingga, masyarakat jadi lebih tahu. Sehingga, korsleting listrik bisa dicegah. ’’Ini harus segera dilakukan pemkab,’’ tegas politikus Demokrat itu.

Salah satu pencegahan bisa dilakukan dengan memberikan edukasi pada masyarakat. Edukasi dengan memberikan pelatihan. Yakni, pelatihan tanggap darurat bencana kebakaran. ’’Saat terjadi kebakaran apa yang harus dilakukan. Sehingga, bisa melakukan penanganan awal. Agar api tidak menyebar dengan cepat,’ jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Berharap Minyak Berhasil Dieksplorasi

Banyaknya peristiwa kebarakan itu, lanjut Afan, dinas pemadam kebakaran (damkar) harus terus siaga. Kalau bisa semua masyarakat harus memiliki nomor kantor damkar terdekat. Sehingga, penanganan bisa lebih cepat menghubungi petugas. Selain itu, setiap kantor atau tempat layanan publik harus memiliki alat pemadam api ringan (APAR).

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni menerangkan, pemkab memberi santunan terhadap korban kebakaran. Jumlah santunan maksimal Rp 5 juta, menyesuaikan dengan tingkat kerusakan.

Biasanya ketika terjadi bencana akan diberi santunan berupa sembako terlebih dahulu. Kemudian proses pengajuan santunan melalui kepala desa diteruskan ke camat lalu dikirim ke BPBD.

Baca Juga :  Kuota Subsidi Asuransi Ternak Sapi Dibatasi, Belum Semua Didaftarkan

Selain kebakaran, bencana lain seperti rumah roboh atau longsor juga menerima santunan. ’’Terkait santunan itu tertuang di Perbup Nomor 49 Tahun 2017 tentang Pemberian Bantuan/Santunan bagi Korban Bencana di Kabupaten Bojonegoro,’’ tambahnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/