alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Internet Kemendikbud Dipastikan Tak Bisa untuk Main Game dan Youtube

Radar Tuban – Paket internet dari Kementerian Pendidikan dan Ke budayaan (Kemendikbud) dipastikan hanya untuk pembelajaran. Tak bisa untuk bermain game. Bantuan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh tersebut mulai digelontorkan untuk para guru dan siswa sejak kemarin (23/9) hingga beberapa hari ke depan.

Untuk guru sebesar 42 gigabyte (Gb) dan siswa 30 Gb. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Tuban Denny Tricahyo Utomo mengatakan, paket internet tersebut langsung dikirim ke nomor ponsel yang sudah terdata di dapodik.

Untuk paket internet siswa sudah dikirim dan akan disusul bantuan untuk guru. ‘’Mayoritas siswa su dah dapat, yang lain masih menunggu antrean,’’ kata dia. Pendidik yang juga kepala SMPN 2 Tuban itu memastikan kuota internet hanya bisa digunakan untuk aplikasi pembelajaran dan aplikasi berbasis video call. 

Baca Juga :  BKPP Bojonegoro Ungkap Kekurangan 6.378 Pegawai Negeri Sipil

Tujuannya sebagai penunjang akses pembelajaran jarak jauh, sehingga guru maupun siswa tidak bisa memanfaatkan bantuan untuk berselancar di jejaring sosial maupun game. Bahkan, bantuan tersebut tidak bisa diaplikasikan untuk mengakses Youtube dan WhatsApp.

Padahal, sebagian pembelajaran jarak jauh dilakukan melalui dua aplikasi jejaring sosial tersebut. Karena itu, jika butuh kuota untuk aplikasi lain, para guru dan siswa tetap harus membeli paket internet reguler.

‘’Untuk menunjang pembelajaran di aplikasi lain yang tidak bisa diakses internet Kemendikbud, siswa yang tidak mampu akan dibantu paket internet dari BOS (bantuan operasional sekolah),’’ ujar dia.

Prinsipnya, lanjut Denny, pembelajaran jarak jauh jangan sampai memberatkan orang tua. Begitu pula untuk guru yang mengajar jangan sampai keberatan finansialnya. Mantan kepala SMPN 7 Tuban itu mengakui kebutuhan internet untuk belajar jarak jauh banyak terkuras saat mengajar melalui aplikasi video call. Untuk mencukupinya, kuota internet akan diberikan sebulan sekali selama masih belum luring.

Baca Juga :  PPKM Berlanjut, Pemadaman Dimulai Pukul 21.00

Radar Tuban – Paket internet dari Kementerian Pendidikan dan Ke budayaan (Kemendikbud) dipastikan hanya untuk pembelajaran. Tak bisa untuk bermain game. Bantuan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh tersebut mulai digelontorkan untuk para guru dan siswa sejak kemarin (23/9) hingga beberapa hari ke depan.

Untuk guru sebesar 42 gigabyte (Gb) dan siswa 30 Gb. Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMPN Tuban Denny Tricahyo Utomo mengatakan, paket internet tersebut langsung dikirim ke nomor ponsel yang sudah terdata di dapodik.

Untuk paket internet siswa sudah dikirim dan akan disusul bantuan untuk guru. ‘’Mayoritas siswa su dah dapat, yang lain masih menunggu antrean,’’ kata dia. Pendidik yang juga kepala SMPN 2 Tuban itu memastikan kuota internet hanya bisa digunakan untuk aplikasi pembelajaran dan aplikasi berbasis video call. 

Baca Juga :  Desa Kolong, Etalase Toleransi

Tujuannya sebagai penunjang akses pembelajaran jarak jauh, sehingga guru maupun siswa tidak bisa memanfaatkan bantuan untuk berselancar di jejaring sosial maupun game. Bahkan, bantuan tersebut tidak bisa diaplikasikan untuk mengakses Youtube dan WhatsApp.

Padahal, sebagian pembelajaran jarak jauh dilakukan melalui dua aplikasi jejaring sosial tersebut. Karena itu, jika butuh kuota untuk aplikasi lain, para guru dan siswa tetap harus membeli paket internet reguler.

‘’Untuk menunjang pembelajaran di aplikasi lain yang tidak bisa diakses internet Kemendikbud, siswa yang tidak mampu akan dibantu paket internet dari BOS (bantuan operasional sekolah),’’ ujar dia.

Prinsipnya, lanjut Denny, pembelajaran jarak jauh jangan sampai memberatkan orang tua. Begitu pula untuk guru yang mengajar jangan sampai keberatan finansialnya. Mantan kepala SMPN 7 Tuban itu mengakui kebutuhan internet untuk belajar jarak jauh banyak terkuras saat mengajar melalui aplikasi video call. Untuk mencukupinya, kuota internet akan diberikan sebulan sekali selama masih belum luring.

Baca Juga :  Ledakan Pasien Covid, Tuban Menuju Zona Merah Marun

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/