alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Seragam Gratis Masih Bisa Diharapkan

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki tengah semester, seragam gratis untuk pelajar SMA dan SMK di Tuban sebagaimana dijanjikan Pemprov Jawa Timur tak kunjung menemui titik terang.

Seragam yang seharusnya bisa digunakan pada awal tahun pelajaran baru 2019 pada Juli lalu, hingga  kini pengadaannya belum tuntas.

Meski datang terlambat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur wilayah Tuban – Bojonegoro Adi Prayitno memastikan seragam gratis tidak batal. Artinya, setiap siswa tetap mendapat dua setel seragam gratis, yakni putih abu-abu dan pramuka. Hanya saja, waktunya belum bisa dipastikan. Apakah semester ini atau tahun depan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, program seragam gratis tersebut masih bermasalah dalam pengadaan tendernya.
Pengadaan paket kain seragam SMK dan SMA nyaris diputuskan pemenangnya, namun gagal lantaran rekanan calon pemenang tender tidak memenuhi nilai ekuitas atau kekayaan bersih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ‘’Untuk proses tender, dinas pendidikan provinsi yang tahu persis,’’ kata Adi menanggapi kabar tersebut.

Baca Juga :  Perlu Standarisasi Penilaian Munaqosah

Terkait keterlambatan tersebut, kata dia, Disdik Jawa Timur sudah mengundang sejumlah kepala sekolah di Gresik pada pekan lalu untuk diberi penjelasan. ‘’Saya tidak bisa berandai-andai, apakah (seragam gratis) bisa turun semester ini atau tidak. Kalau sudah ada kabar, pasti kami informasikan,’ imbuh mantan kepala SMAN 3 Nganjuk ini.

Dengan keterlambatan tersebut, siswa harus membeli seragam sendiri. Termasuk siswa kurang mampu yang pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini rata-rata 20 persen di setiap sekolah.

TUBAN, Radar Tuban – Memasuki tengah semester, seragam gratis untuk pelajar SMA dan SMK di Tuban sebagaimana dijanjikan Pemprov Jawa Timur tak kunjung menemui titik terang.

Seragam yang seharusnya bisa digunakan pada awal tahun pelajaran baru 2019 pada Juli lalu, hingga  kini pengadaannya belum tuntas.

Meski datang terlambat, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Provinsi Jawa Timur wilayah Tuban – Bojonegoro Adi Prayitno memastikan seragam gratis tidak batal. Artinya, setiap siswa tetap mendapat dua setel seragam gratis, yakni putih abu-abu dan pramuka. Hanya saja, waktunya belum bisa dipastikan. Apakah semester ini atau tahun depan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Tuban, program seragam gratis tersebut masih bermasalah dalam pengadaan tendernya.
Pengadaan paket kain seragam SMK dan SMA nyaris diputuskan pemenangnya, namun gagal lantaran rekanan calon pemenang tender tidak memenuhi nilai ekuitas atau kekayaan bersih sesuai dengan ketentuan yang berlaku. ‘’Untuk proses tender, dinas pendidikan provinsi yang tahu persis,’’ kata Adi menanggapi kabar tersebut.

Baca Juga :  Tujuh Kali Dipenjara, Tak Kapok

Terkait keterlambatan tersebut, kata dia, Disdik Jawa Timur sudah mengundang sejumlah kepala sekolah di Gresik pada pekan lalu untuk diberi penjelasan. ‘’Saya tidak bisa berandai-andai, apakah (seragam gratis) bisa turun semester ini atau tidak. Kalau sudah ada kabar, pasti kami informasikan,’ imbuh mantan kepala SMAN 3 Nganjuk ini.

Dengan keterlambatan tersebut, siswa harus membeli seragam sendiri. Termasuk siswa kurang mampu yang pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ini rata-rata 20 persen di setiap sekolah.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/