alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

PDIP Siap Koalisi dengan Golkar

TUBAN, Radar Tuban – Kalau jadi terbangun, koalisi ini bakal mencatat sejarah perpolitikan di Bumi Wali. DPC PDI Perjuangan Tuban dan DPD Partai Golkar (PG) setempat yang selama ini menjadi lawan seteru politik, belakangan menjajaki koalisi.

Peluang merapatnya partai berlambang banteng moncong putih ini ke partai beringin disampaikan Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Tuban Sandy Ariyanto kemarin (23/9).

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia menyatakan telah menjalin komunikasi dengan PG Tuban. Bahkan, Sandy mengaku bertemu langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky. 

”Bahasannya terkait rencana besar koalisi pada Pilkada 2020 yang sudah di depan mata,” ujar dia  tanpa menyebut tempat pertemuan dengan Lindra, panggilan akrab putra Haeny Relawati Rini Widyastuti itu.

Hasil dari pertemuan tersebut, kata politikus asal Jatirogo ini, terbuka peluang koalisi PDIP dan PG.

Baca Juga :  Golkar Tetap Usung Slogan Lama

Bisa jadi, menjajaki komunikasi dengan PG adalah langkah lanjutan PDIP setelah mengantongi 14 bakal calon (balon) bupati-wabup berdasarkan hasil pendaftaran selama sepuluh hari (5-14  September) dan dilanjutkan dengan fit and propet test.

Empat belas nama tersebut, Adi Widodo, Eko Wahyudi, Setiajit, Suryo Widodo, Yasmiatun, Chamim Amir, Agus Maimun, Sujali, Afwan Maksum, Santoso, Warih Satria Setiawan, Fredy Ardliyan Syah, Amir Burhannudin, dan Gatot Prayogo.

Seluruh balon bupati-wabup tersebut, kata Sandy, siap maju dari PDIP dan bersanding dengan partai mana pun, termasuk dengan PG.

Selain dengan PDIP, lanjut dia, partainya juga sudah komunikasi dengan partai lain.

Diakuinya, lima kursi yang dimiliki partainya di parlemen tidak cukup untuk mengusung sendiri kontestan Pilkada 2020. Karena itu, partainya perlu berkoalisi. ‘’Kami siap berkoalisi dengan partai mana pun. Bahkan,  (jika sudah mendapat rekomendasi dari DPP) siap mempublis bersama-sama,’’ tegas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Tuban Halindra Faridzky tak mengelak partainya telah menjalin komunikasi dengan PDIP. ‘’Kami sangat membuka diri untuk berkoalisi dengan partai atau sosok siapa pun. Semakin banyak partai dan sosok yang bergabung, maka semakin banyak masukan, petuah, saran-saran, ide dan gagasan memperkuat mbangun deso, noto kutho,’’ tulis dia dalam pesan pendek mengutip jargon ibunya Haeny Relawati Rini Widyastuti selama sepuluh tahun menjadi bupati Tuban.

Baca Juga :  Pak Kades Nobar bersama Warga dan Satgas TMMD Reg 106 Kodim Cilacap

Dikatakan anggota DPRD Provinsi Jatim ini, komunikasi partainya dengan PDIP sangat baik. Sama halnya dengan partai-partai lain.

Saat ini, kata Lindra, partainya menilai masyarakat Tuban rindu pembangunan yang merata dari seluruh aspek, seperti ketika partainya memimpin Bumi Wali.

Dia pun berharap dengan komunikasi yang positif bersama PG, maka kerinduan masyarakat terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur kembali dirasakan masyarakat Tuban.

Dia juga sepakat hal tersebut sebagai bukti nyata kesuksesan kader PG memimpin Tuban yang bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat. Kesuksesan inilah yang perlu dilanjutkan pada Pilkada 2020 mendatang.

TUBAN, Radar Tuban – Kalau jadi terbangun, koalisi ini bakal mencatat sejarah perpolitikan di Bumi Wali. DPC PDI Perjuangan Tuban dan DPD Partai Golkar (PG) setempat yang selama ini menjadi lawan seteru politik, belakangan menjajaki koalisi.

Peluang merapatnya partai berlambang banteng moncong putih ini ke partai beringin disampaikan Wakabid Pemenangan Pemilu DPC PDI Perjuangan Tuban Sandy Ariyanto kemarin (23/9).

Kepada Jawa Pos Radar Tuban, dia menyatakan telah menjalin komunikasi dengan PG Tuban. Bahkan, Sandy mengaku bertemu langsung dengan Ketua DPD Partai Golkar Tuban Aditya Halindra Faridzky. 

”Bahasannya terkait rencana besar koalisi pada Pilkada 2020 yang sudah di depan mata,” ujar dia  tanpa menyebut tempat pertemuan dengan Lindra, panggilan akrab putra Haeny Relawati Rini Widyastuti itu.

Hasil dari pertemuan tersebut, kata politikus asal Jatirogo ini, terbuka peluang koalisi PDIP dan PG.

Baca Juga :  Ajukan Ulang Lelang 168 Kendaraan Dinas

Bisa jadi, menjajaki komunikasi dengan PG adalah langkah lanjutan PDIP setelah mengantongi 14 bakal calon (balon) bupati-wabup berdasarkan hasil pendaftaran selama sepuluh hari (5-14  September) dan dilanjutkan dengan fit and propet test.

Empat belas nama tersebut, Adi Widodo, Eko Wahyudi, Setiajit, Suryo Widodo, Yasmiatun, Chamim Amir, Agus Maimun, Sujali, Afwan Maksum, Santoso, Warih Satria Setiawan, Fredy Ardliyan Syah, Amir Burhannudin, dan Gatot Prayogo.

Seluruh balon bupati-wabup tersebut, kata Sandy, siap maju dari PDIP dan bersanding dengan partai mana pun, termasuk dengan PG.

Selain dengan PDIP, lanjut dia, partainya juga sudah komunikasi dengan partai lain.

Diakuinya, lima kursi yang dimiliki partainya di parlemen tidak cukup untuk mengusung sendiri kontestan Pilkada 2020. Karena itu, partainya perlu berkoalisi. ‘’Kami siap berkoalisi dengan partai mana pun. Bahkan,  (jika sudah mendapat rekomendasi dari DPP) siap mempublis bersama-sama,’’ tegas dia.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPD Partai Golkar Tuban Halindra Faridzky tak mengelak partainya telah menjalin komunikasi dengan PDIP. ‘’Kami sangat membuka diri untuk berkoalisi dengan partai atau sosok siapa pun. Semakin banyak partai dan sosok yang bergabung, maka semakin banyak masukan, petuah, saran-saran, ide dan gagasan memperkuat mbangun deso, noto kutho,’’ tulis dia dalam pesan pendek mengutip jargon ibunya Haeny Relawati Rini Widyastuti selama sepuluh tahun menjadi bupati Tuban.

Baca Juga :  Golkar Tetap Usung Slogan Lama

Dikatakan anggota DPRD Provinsi Jatim ini, komunikasi partainya dengan PDIP sangat baik. Sama halnya dengan partai-partai lain.

Saat ini, kata Lindra, partainya menilai masyarakat Tuban rindu pembangunan yang merata dari seluruh aspek, seperti ketika partainya memimpin Bumi Wali.

Dia pun berharap dengan komunikasi yang positif bersama PG, maka kerinduan masyarakat terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur kembali dirasakan masyarakat Tuban.

Dia juga sepakat hal tersebut sebagai bukti nyata kesuksesan kader PG memimpin Tuban yang bisa dirasakan dan dinikmati masyarakat. Kesuksesan inilah yang perlu dilanjutkan pada Pilkada 2020 mendatang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/