alexametrics
31.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Kelas Rusak SMP Diusulkan Rp 3,9 miliar

- Advertisement -

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ruang kelas SMP yang rusak berpeluang akan diperbaiki akhir tahun ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro mengajukan penambahan anggaran dalam Perubahan (P)-APBD 2019. Nominalnya sekitar Rp 3,9 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMP Dindik Bojonegoro Suyanto mengatakan, ada 29 lokasi diusulkan. Namun, ada pula beberapa lokasi yang sudah terkaver di APBD 2019. ’’Tapi, masih belum sesuai di daftar perencanaan anggaran (DPA). Jadi anggaran tidak cair dan proses rehab belum bisa dilakukan,’’ katanya ditemui di kantornya kemarin (23/9).

Sementara pada perencanaan dan pelaksanaan rehab ruang kelas rusak sedang atau berat menggunakan APBD 2019 sebesar Rp 5,2 miliar. Nominal tersebut digelontorkan pada 38 lembaga.

Baca Juga :  Sidang Korupsi Pembangunan Jalan Taji Penentuan Putusan Sela

Sehingga, pada kesempatan P-APBD 2019 ini, pihaknya kembali menyesuaikan titik rehabnya. Tergantung kebutuhan serta prioritas di lokasi atau lembaga sekolah yang bersangkutan.

Seperti halnya pada ruang kelas yang rusak sedang atau berat. Apalagi jika ditempati rombongan belajar (rombel) yang banyak. Sehingga, tidak nyaman ketika dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

- Advertisement -

’’Jadi kondisi tersebutlah yang kita prioritaskan,’’ ujar pria yang sebelumnya bertugas di dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu.

Sementara itu, Yanto, sapaannya, juga tengah merencanakan langkah inovasi sarana prasarana (sarpras). Yaitu dengan memberikan sentuhan nilai budaya, sejarah, dan label adiwiyata. ’’Akan berjalan bertahap. Namun, gencarnya diprogramkan pada 2020 mendatang,’’ ujar pria yang juga Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Targetkan Semua Puskesmas Terakreditasi

Sejumlah titik yang mendapat sentuhan, di antaranya pagar atau gapura, ruang kelas, taman, dan sebagainya. Dia pun mencontohkan di pagar sekolah akan diberi logo tari thengul.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Ruang kelas SMP yang rusak berpeluang akan diperbaiki akhir tahun ini. Dinas Pendidikan (Dindik) Bojonegoro mengajukan penambahan anggaran dalam Perubahan (P)-APBD 2019. Nominalnya sekitar Rp 3,9 miliar.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMP Dindik Bojonegoro Suyanto mengatakan, ada 29 lokasi diusulkan. Namun, ada pula beberapa lokasi yang sudah terkaver di APBD 2019. ’’Tapi, masih belum sesuai di daftar perencanaan anggaran (DPA). Jadi anggaran tidak cair dan proses rehab belum bisa dilakukan,’’ katanya ditemui di kantornya kemarin (23/9).

Sementara pada perencanaan dan pelaksanaan rehab ruang kelas rusak sedang atau berat menggunakan APBD 2019 sebesar Rp 5,2 miliar. Nominal tersebut digelontorkan pada 38 lembaga.

Baca Juga :  Terdakwa Penyetrum Anak Lakukan Pledoi

Sehingga, pada kesempatan P-APBD 2019 ini, pihaknya kembali menyesuaikan titik rehabnya. Tergantung kebutuhan serta prioritas di lokasi atau lembaga sekolah yang bersangkutan.

Seperti halnya pada ruang kelas yang rusak sedang atau berat. Apalagi jika ditempati rombongan belajar (rombel) yang banyak. Sehingga, tidak nyaman ketika dipergunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

- Advertisement -

’’Jadi kondisi tersebutlah yang kita prioritaskan,’’ ujar pria yang sebelumnya bertugas di dinas kebudayaan dan pariwisata (disbudpar) itu.

Sementara itu, Yanto, sapaannya, juga tengah merencanakan langkah inovasi sarana prasarana (sarpras). Yaitu dengan memberikan sentuhan nilai budaya, sejarah, dan label adiwiyata. ’’Akan berjalan bertahap. Namun, gencarnya diprogramkan pada 2020 mendatang,’’ ujar pria yang juga Ketua Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Bojonegoro itu.

Baca Juga :  Tiang Tertimpa Molen, 30 Desa Listrik Padam

Sejumlah titik yang mendapat sentuhan, di antaranya pagar atau gapura, ruang kelas, taman, dan sebagainya. Dia pun mencontohkan di pagar sekolah akan diberi logo tari thengul.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/