alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Bangun 12 Taman, Telan Rp 6,3 Miliar

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tata kelola perkotaan harus memiliki ruang terbuka hijau (RTH) memadai. Berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengelolaan RTH ditargetkan minimal luasannya 20 persen.

Namun, hingga saat ini luasan RTH publik di Bojonegoro masih di bawah 20 persen. Setidaknya, tahun ini ada 12 taman dibangun. Lokasinya menyebar. Tak hanya di kota, tapi juga di kecamatan. Namun, hingga saat ini ada tujuh kecamatan belum memiliki taman.

Berdasar data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro dari sistem Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), Pemkab Bojonegoro menganggarkan Rp 6,3 miliar untuk membangun 12 taman. Terbesar, anggaran Taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar, anggarannya Rp 4,2 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Doni Agus Setyawan mengatakan, secara luasan RTH publik belum mencapai 20 persen. Tetapi, proses pembangunan taman tiap tahunnya selalu dianggarkan.

Selain pepohonan di setiap ruas jalan, juga setidaknya bisa disebut penghijauan. “Persentase pastinya saya kurang bisa menghitung. Namun, kalau RTH publik memang belum ada 20 persen. Tetapi pepohonan terus menunjang penghijauan,” jelasnya.

Baca Juga :  Tujuh Atlet Berlari dan Melompat di Kejurnas

Salah satu taman yang menelan anggaran terbanyak ialah Taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar senilai Rp 4,2 miliar. Taman tersebut hasil dari memorandum of understanding (MoU) pemkab dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Januari 2019 lalu.

Doni, sapaan akrabnya, menjelaskan proyek pembangunan Taman Lokomotif ditargetkan rampung akhir November nanti. Proyek pembangunan Taman Lokomotif dimenangkan kontraktor asal Malang, yaitu CV Dzaky Putra Utama.

Taman yang digarap itu memiliki luas tanah 10.250 meter persegi. “Konsepnya nanti pastinya akan ada lokomotif KAI, jogging track, air mancur, sarana olahraga, pepohonan rindang, dan selfie spot. Taman tersebut juga akan dibuka untuk umum alias gratis,” ujar pria tinggal di Kelurahan Ledok Kulon itu.

Selain Taman Lokomotif, ada pembangunan taman di beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Sugihwaras dan Trucuk  dengan pagu anggaran masing-masing Rp 178 juta. Lalu, pembangunan taman di perbatasan Kecamatan Margomulyo-Ngawi senilai Rp 178 juta. Dan di perbatasan Kecamatan Kedungadem-Lamongan senilai Rp 290 juta.

Baca Juga :  Truk Parkir Di Badan Jalan

Juga, pembangunan taman di kawasan Perumda senilai Rp 178 juta, pembangunan relief Taman Lettu Soeyitno senilai Rp 311,4 juta, pembangunan taman depan Pendapa Malawapati senilai Rp 450 juta, pembangunan taman di Jalan Veteran senilai Rp 180 juta, dan pembangunan taman di Mal Pelayanan Publik senilai Rp 200 juta.

“Ke depannya kami targetkan tiap kecamatan memiliki taman. Sejauh ini ada tujuh kecamatan belum punya taman. Di antaranya Kedewan, Malo, Kapas, Dander, Balen, Kalitidu, dan Sekar,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah juga mengakui bahwa luasan RTH publik di Bojonegoro masih di bawah 20 persen. Ia memperkirakan luasannya masih sekitar 10 persen.

Pihaknya pun tahun ini lakukan pengadaan penanaman pohon di wilayah timur, barat, selatan, dan perkotaan. “Fokus dan domain kami di penghijauan,” katanya.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tata kelola perkotaan harus memiliki ruang terbuka hijau (RTH) memadai. Berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2015 tentang Pengelolaan RTH ditargetkan minimal luasannya 20 persen.

Namun, hingga saat ini luasan RTH publik di Bojonegoro masih di bawah 20 persen. Setidaknya, tahun ini ada 12 taman dibangun. Lokasinya menyebar. Tak hanya di kota, tapi juga di kecamatan. Namun, hingga saat ini ada tujuh kecamatan belum memiliki taman.

Berdasar data dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro dari sistem Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE), Pemkab Bojonegoro menganggarkan Rp 6,3 miliar untuk membangun 12 taman. Terbesar, anggaran Taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar, anggarannya Rp 4,2 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Pertamanan dan Pemakaman Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Doni Agus Setyawan mengatakan, secara luasan RTH publik belum mencapai 20 persen. Tetapi, proses pembangunan taman tiap tahunnya selalu dianggarkan.

Selain pepohonan di setiap ruas jalan, juga setidaknya bisa disebut penghijauan. “Persentase pastinya saya kurang bisa menghitung. Namun, kalau RTH publik memang belum ada 20 persen. Tetapi pepohonan terus menunjang penghijauan,” jelasnya.

Baca Juga :  Pohon Tumbang Masih Jadi Ancaman

Salah satu taman yang menelan anggaran terbanyak ialah Taman Lokomotif di Jalan Teuku Umar senilai Rp 4,2 miliar. Taman tersebut hasil dari memorandum of understanding (MoU) pemkab dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Januari 2019 lalu.

Doni, sapaan akrabnya, menjelaskan proyek pembangunan Taman Lokomotif ditargetkan rampung akhir November nanti. Proyek pembangunan Taman Lokomotif dimenangkan kontraktor asal Malang, yaitu CV Dzaky Putra Utama.

Taman yang digarap itu memiliki luas tanah 10.250 meter persegi. “Konsepnya nanti pastinya akan ada lokomotif KAI, jogging track, air mancur, sarana olahraga, pepohonan rindang, dan selfie spot. Taman tersebut juga akan dibuka untuk umum alias gratis,” ujar pria tinggal di Kelurahan Ledok Kulon itu.

Selain Taman Lokomotif, ada pembangunan taman di beberapa kecamatan. Di antaranya Kecamatan Sugihwaras dan Trucuk  dengan pagu anggaran masing-masing Rp 178 juta. Lalu, pembangunan taman di perbatasan Kecamatan Margomulyo-Ngawi senilai Rp 178 juta. Dan di perbatasan Kecamatan Kedungadem-Lamongan senilai Rp 290 juta.

Baca Juga :  Pelaku Pembacokan di SLS Diduga Alami Gangguan Kejiwaan

Juga, pembangunan taman di kawasan Perumda senilai Rp 178 juta, pembangunan relief Taman Lettu Soeyitno senilai Rp 311,4 juta, pembangunan taman depan Pendapa Malawapati senilai Rp 450 juta, pembangunan taman di Jalan Veteran senilai Rp 180 juta, dan pembangunan taman di Mal Pelayanan Publik senilai Rp 200 juta.

“Ke depannya kami targetkan tiap kecamatan memiliki taman. Sejauh ini ada tujuh kecamatan belum punya taman. Di antaranya Kedewan, Malo, Kapas, Dander, Balen, Kalitidu, dan Sekar,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nurul Azizah juga mengakui bahwa luasan RTH publik di Bojonegoro masih di bawah 20 persen. Ia memperkirakan luasannya masih sekitar 10 persen.

Pihaknya pun tahun ini lakukan pengadaan penanaman pohon di wilayah timur, barat, selatan, dan perkotaan. “Fokus dan domain kami di penghijauan,” katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Kamar Kos Jadi Tempat Judi

Wacanakan Uji Materi BPJS ke MK

Artikel Terbaru


/