alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Kekeringan, Dampak Fenomena Equinox

TUBAN – Anda merasakan suhu udara cukup panas atau paling tidak merasakan kondisi sangat gerah selama sehari kemarin (23/9)?

Ya, itulah dampak dari fenomena equinox yang puncaknya berlangsung kemarin. Cuaca panas yang ekstrem tersebut terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, fenomena equinox ini merupakan fenomena biasa yang terjadi setiap dua tahun sekali.

Hanya, untuk wilayah tertentu, terik matahari bisa sangat panas. Mencapai 36 derajat Celsius.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono menyatakan, fenomena badai panas karena matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa ini hanya berpengaruh terhadap suhu udara.

Baca Juga :  Bobol Minimarket, Gagal Rusak Brankas

Sebab, dengan adanya fenomena ini, suhu udara bisa sangat panas. ‘’Ini fenomena sesaat. Tidak perlu dikhawatirkan. Yang penting kita menjaga kesehatan,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Apakah fenomena ini bisa berpengaruh terhadap kekeringan, sehingga bisa berdampak luas dengan waktu cukup panjang?

Joko mengatakan, fenomena alam equinox ini hanya berpengaruh terhadap suhu udara sesat saja. ‘’Kalau yang berdampak kekeringan panjang itu elnino,’’ kata mantan camat Widang itu.

Novel, salah satu warga Kecamatan Semanding selama sehari kemarin mengaku merasakan suhu cukup panas akibat fenomena equinox tersebut.

Meski sudah berada di dalam ruangan, dia mengaku tetap merasakan suhu yang cukup panas. Gerah. ‘’Sumuk (gerah sangat, Red),’’ kata dia.

Baca Juga :  Arminareka, Andil Dalam Gerakan Umroh Akbar

TUBAN – Anda merasakan suhu udara cukup panas atau paling tidak merasakan kondisi sangat gerah selama sehari kemarin (23/9)?

Ya, itulah dampak dari fenomena equinox yang puncaknya berlangsung kemarin. Cuaca panas yang ekstrem tersebut terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa.

Meski begitu, masyarakat tidak perlu khawatir. Sebab, fenomena equinox ini merupakan fenomena biasa yang terjadi setiap dua tahun sekali.

Hanya, untuk wilayah tertentu, terik matahari bisa sangat panas. Mencapai 36 derajat Celsius.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban Joko Ludiyono menyatakan, fenomena badai panas karena matahari tepat berada di atas garis khatulistiwa ini hanya berpengaruh terhadap suhu udara.

Baca Juga :  Konsumsi Telur Naik Belum Diimbangi Produksi

Sebab, dengan adanya fenomena ini, suhu udara bisa sangat panas. ‘’Ini fenomena sesaat. Tidak perlu dikhawatirkan. Yang penting kita menjaga kesehatan,’’ kata dia kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Apakah fenomena ini bisa berpengaruh terhadap kekeringan, sehingga bisa berdampak luas dengan waktu cukup panjang?

Joko mengatakan, fenomena alam equinox ini hanya berpengaruh terhadap suhu udara sesat saja. ‘’Kalau yang berdampak kekeringan panjang itu elnino,’’ kata mantan camat Widang itu.

Novel, salah satu warga Kecamatan Semanding selama sehari kemarin mengaku merasakan suhu cukup panas akibat fenomena equinox tersebut.

Meski sudah berada di dalam ruangan, dia mengaku tetap merasakan suhu yang cukup panas. Gerah. ‘’Sumuk (gerah sangat, Red),’’ kata dia.

Baca Juga :  Lukman Wafi Diberhentikan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/