alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

APKS PGRI Bojonegoro Gelar Workshop Virtual Pembelajaran Daring

Radar Bojonegoro – Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kabupaten Bojonegoro gelar workshop virtual. Mematangkan para guru menerapkan sistem pembelajaran daring. APKS merupakan badan kelengkapan dalam PGRI Bojonegoro. Berfungsi mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru.

Workshop virtual berjudul Pemanfaatan literasi digital untuk pengembangan model pembelajaran jarak jauh itu telah dibuka secara virtual Rabu (19/8) dan Kamis (20/8) lalu. Berlanjut selama tiga hari mulai Sabtu (22/8) sampai Senin (24/8). Pakan digelar Rabu (26/8) mendatang.

Ketua PGRI Jawa Timur Drs Teguh Sumarno dan Ketua PGRI Bojonegoro Drs. Ali Fatikin, MM, M.Pd membuka workshop melibatkan sejumlah narasumber. SeperƟ Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno, AP, M.Si., Pengawas Korwil Pendidikan Kecamatan Margomulyo Sri HastuƟ , S.Pd, M.Pd., Dosen Bina Avia Persada atau Konsultan Psikologi Budi Tjahyo Baskoro, S.Psi, M.Si. Juga, Kepala SMK Model PGRI Madiun Drs. Sampun Hadam, MM., dan Trainer Pendidikan Nasional & Edugames Designer Bagus Putra W. S, S.Pd. sebagai narasumber utama.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro Amankan 14 Tersangka Jaringan Narkoba

Ketua Panitia Workshop sekaligus Ketua APKS PGRI Bojonegoro Wawan Rudiyanto mengatakan, kegiatan diikuti 850 guru setingkat TK hingga SMA. Bahkan ada pula dari luar Bojonegoro. “Ini bentuk terobosan menindaklanjuƟ berbagai problematika penerapan sistem pembelajaran daring. Prinsipnya memberikan solusi,” katanya.

Tujuannya menambah pemahaman guru terkait pembelajaran di kala pandemi Covid-19. Utamanya memanfaatkan teknologi digital. Agar proses pembelajaran kepada siswa bisa efektif. ‘‘Jadi kami berharap para guru bisa memperluas penggunaan teknologi digital sebagai media belajar. Sesuai kondisi sarpras di wilayahnya masing-masing,’’ tuturnya.

Ketua PGRI Bojonegoro Drs. Ali Fatikin, MM, M.Pd., menuturkan tujuan workshop mendorong guru mengembangkan model pembelajaran jarak jauh. Sesuai kondisi di wilayah tempat kerja. PGRI senanƟ asa membangun good communication dan collaboration segenap stakeholder. Termasuk jajaran dinas pendidikan. ‘’Saya berpesan agar para guru selalu belajar. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Kalau terlambat belajar, tidak terasa peran guru akan termarjinalkan,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Gedung Belum Ada, AKN Tak Buka Pendaftaran

Radar Bojonegoro – Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kabupaten Bojonegoro gelar workshop virtual. Mematangkan para guru menerapkan sistem pembelajaran daring. APKS merupakan badan kelengkapan dalam PGRI Bojonegoro. Berfungsi mengembangkan kompetensi dan profesionalisme guru.

Workshop virtual berjudul Pemanfaatan literasi digital untuk pengembangan model pembelajaran jarak jauh itu telah dibuka secara virtual Rabu (19/8) dan Kamis (20/8) lalu. Berlanjut selama tiga hari mulai Sabtu (22/8) sampai Senin (24/8). Pakan digelar Rabu (26/8) mendatang.

Ketua PGRI Jawa Timur Drs Teguh Sumarno dan Ketua PGRI Bojonegoro Drs. Ali Fatikin, MM, M.Pd membuka workshop melibatkan sejumlah narasumber. SeperƟ Kepala Dinas Pendidikan Bojonegoro Dandi Suprayitno, AP, M.Si., Pengawas Korwil Pendidikan Kecamatan Margomulyo Sri HastuƟ , S.Pd, M.Pd., Dosen Bina Avia Persada atau Konsultan Psikologi Budi Tjahyo Baskoro, S.Psi, M.Si. Juga, Kepala SMK Model PGRI Madiun Drs. Sampun Hadam, MM., dan Trainer Pendidikan Nasional & Edugames Designer Bagus Putra W. S, S.Pd. sebagai narasumber utama.

Baca Juga :  Bermula Rapat para Ustad, Bahan Rempah dari Wali Santri

Ketua Panitia Workshop sekaligus Ketua APKS PGRI Bojonegoro Wawan Rudiyanto mengatakan, kegiatan diikuti 850 guru setingkat TK hingga SMA. Bahkan ada pula dari luar Bojonegoro. “Ini bentuk terobosan menindaklanjuƟ berbagai problematika penerapan sistem pembelajaran daring. Prinsipnya memberikan solusi,” katanya.

Tujuannya menambah pemahaman guru terkait pembelajaran di kala pandemi Covid-19. Utamanya memanfaatkan teknologi digital. Agar proses pembelajaran kepada siswa bisa efektif. ‘‘Jadi kami berharap para guru bisa memperluas penggunaan teknologi digital sebagai media belajar. Sesuai kondisi sarpras di wilayahnya masing-masing,’’ tuturnya.

Ketua PGRI Bojonegoro Drs. Ali Fatikin, MM, M.Pd., menuturkan tujuan workshop mendorong guru mengembangkan model pembelajaran jarak jauh. Sesuai kondisi di wilayah tempat kerja. PGRI senanƟ asa membangun good communication dan collaboration segenap stakeholder. Termasuk jajaran dinas pendidikan. ‘’Saya berpesan agar para guru selalu belajar. Karena ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Kalau terlambat belajar, tidak terasa peran guru akan termarjinalkan,” katanya kemarin.

Baca Juga :  Dikontrak, Rumah Terbakar

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/