alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Friday, August 12, 2022

Tistas Telat, Sekolah Putar Otak

TUBAN, Radar Tuban – Tak hanya seragam gratis yang tak jelas, program pendidikan gratis berkualitas (Tistas) untuk sekolah yang dijanjikan Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa hingga saat ini tanpa kepastian. Bantuan anggaran yang dijanjikan cair Juli, ternyata delay hingga waktu yang belum ditentukan.

Tak cairnya dana bantuan tersebut sangat menyulitkan sekolah untuk memenuhi kebutuhan operasional pembelajaran. Terlebih, sejumlah kegiatan yang membutuhkan anggaran besar sudah berjalan. Seperti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), masa orientasi pramuka (MOP) dan sejumlah kegiatan OSIS lainnya. Ngadatnya bantuan sekolah tersebut, membuat sekolah kelabakan untuk mencari dana talangan.

Waka Bidang Humas SMAN 2 Tuban M. Yasin mengatakan, sebelum menggelar kegiatan sekolah, pihaknya harus rutin menggelar koordinasi dengan komite sekolah. Tujuannya untuk meminta bantuan sekaligus memastikan kegiatan rutin sekolah tetap berjalan. Untuk kegiatan yang lebih besar, sekolah mengimbau untuk memundurkan jadwal hingga bantuan cair. ‘’Kegiatan yang bisa dipending, diundur dulu,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Kata Sakti Optimisme Hadapi Wabah

Untuk operasional kegiatan yang tak bisa ditunda dan berbiaya besar, kata Yasin, pihak sekolah utang ke komite. Meski tak menyebut pasti jumlah utang sekolah kepada komite, pendidik senior ini menjelaskan, sekolah menjanjikan membayar utang tersebut setelah bantuan dana cair. Untuk saat ini, sekolah hanya bisa bersabar hingga jelasnya jadwal pencairan. ‘’Program kegiatan sekolah harus tetap jalan,’’ tandas dia.

Kasi SMA dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Provinsi Wilayah Bojonegoro – Tuban Sugeng Suryadi membenarkan dana Tistas telat cair. Awalnya, dana bantuan program sekolah gratis tersebut dijanjikan cair Juli. Setelah itu, dana Tistas dijanjikan cair awal Agustus. Namun, hingga sekarang, belum ada kabar lebih lanjut terkait cairnya dana  tersebut. ‘’Kami (cabdin) belum tahu pasti kapan dana bantuan tersebut cair,’’ ujar dia.

Baca Juga :  30 Pejabat Bersaing Jadi Kadis

Praktis, kegiatan selama Juli – Agustus harus ditanggung sekolah. Karena itu, Sugeng meminta setiap sekolah harus pandai mengatur keuangan. Agar tidak terjadi miskomunikasi, pejabat kelahiran Surabaya ini mengimbau sekolah untuk rutin menggelar pertemuan dengan jajaran komite dan orang tua siswa. ‘’Sekolah harus pandai mengatur keuangan sesuai dengan kemampuannya masing-masing,’’ imbau dia.

Sugeng berharap program dari gubernur tersebut cair pada September. Jika cair bulan depan, praktis pencairan dana untuk kebutuhan sekolah selama Juli – September bakal dirapel. Pejabat senior ini juga meminta sekolah untuk bersabar dan mengatur keuangan dengan baik. ‘’Setiap kegiatan harus kerja sama dengan komite agar tidak terjadi kesalahpahaman,’’ ujar dia.

TUBAN, Radar Tuban – Tak hanya seragam gratis yang tak jelas, program pendidikan gratis berkualitas (Tistas) untuk sekolah yang dijanjikan Gubernur Jawa Timur Kofifah Indar Parawansa hingga saat ini tanpa kepastian. Bantuan anggaran yang dijanjikan cair Juli, ternyata delay hingga waktu yang belum ditentukan.

Tak cairnya dana bantuan tersebut sangat menyulitkan sekolah untuk memenuhi kebutuhan operasional pembelajaran. Terlebih, sejumlah kegiatan yang membutuhkan anggaran besar sudah berjalan. Seperti masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), masa orientasi pramuka (MOP) dan sejumlah kegiatan OSIS lainnya. Ngadatnya bantuan sekolah tersebut, membuat sekolah kelabakan untuk mencari dana talangan.

Waka Bidang Humas SMAN 2 Tuban M. Yasin mengatakan, sebelum menggelar kegiatan sekolah, pihaknya harus rutin menggelar koordinasi dengan komite sekolah. Tujuannya untuk meminta bantuan sekaligus memastikan kegiatan rutin sekolah tetap berjalan. Untuk kegiatan yang lebih besar, sekolah mengimbau untuk memundurkan jadwal hingga bantuan cair. ‘’Kegiatan yang bisa dipending, diundur dulu,’’ tegas dia.

Baca Juga :  Pejabat Pemkab Didesak Daftar Seleksi Sekda

Untuk operasional kegiatan yang tak bisa ditunda dan berbiaya besar, kata Yasin, pihak sekolah utang ke komite. Meski tak menyebut pasti jumlah utang sekolah kepada komite, pendidik senior ini menjelaskan, sekolah menjanjikan membayar utang tersebut setelah bantuan dana cair. Untuk saat ini, sekolah hanya bisa bersabar hingga jelasnya jadwal pencairan. ‘’Program kegiatan sekolah harus tetap jalan,’’ tandas dia.

Kasi SMA dan Pendidikan Khusus Cabang Dinas Provinsi Wilayah Bojonegoro – Tuban Sugeng Suryadi membenarkan dana Tistas telat cair. Awalnya, dana bantuan program sekolah gratis tersebut dijanjikan cair Juli. Setelah itu, dana Tistas dijanjikan cair awal Agustus. Namun, hingga sekarang, belum ada kabar lebih lanjut terkait cairnya dana  tersebut. ‘’Kami (cabdin) belum tahu pasti kapan dana bantuan tersebut cair,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Adu Kreatif Memasak Menu Serba Ikan

Praktis, kegiatan selama Juli – Agustus harus ditanggung sekolah. Karena itu, Sugeng meminta setiap sekolah harus pandai mengatur keuangan. Agar tidak terjadi miskomunikasi, pejabat kelahiran Surabaya ini mengimbau sekolah untuk rutin menggelar pertemuan dengan jajaran komite dan orang tua siswa. ‘’Sekolah harus pandai mengatur keuangan sesuai dengan kemampuannya masing-masing,’’ imbau dia.

Sugeng berharap program dari gubernur tersebut cair pada September. Jika cair bulan depan, praktis pencairan dana untuk kebutuhan sekolah selama Juli – September bakal dirapel. Pejabat senior ini juga meminta sekolah untuk bersabar dan mengatur keuangan dengan baik. ‘’Setiap kegiatan harus kerja sama dengan komite agar tidak terjadi kesalahpahaman,’’ ujar dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/