alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Putri Kencana Wungu Pimpin Parade Senja SMKN Palang

SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Palang tampil totalitas pada Pawai Budaya yang diselenggarakan Korwildik Palang kemarin (22/8). Dengan mengangkat adat Jawa Timur-an dan legenda Putri Kencana Wungu, Parade Senja SMKN Palang memukau ribuan penonton yang menyaksikan di tepi jalan sepanjang rute yang dilewati.

Kepala SMKN Palang Maria Ernawati kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, melalui pawai budaya tersebut, lembaga pendidikannya ingin menunjukkan kepada masyarakat Tuban kalau Jawa Timur kaya dengan budaya dan adat warisan leluhur. ’’Kekayaan inilah yang harus dilestarikan,’’ ujar dia.

Pada Pawai Budaya tersebut, sekolah kejuruan ini menampilkan beragam baju adat yang mayoritas karya siswa jurusan tata busana dan pernak-pernik lain. Di antaranya, Putri Kencana Wungu, Dewi Rengganis, barisan pengantin khas Jawa Timur, tari mayong, tari caping, tari miyang, tari lenggang, tari lahbako, seni pencak silat, seni gamelan, dan carnival Jember. Tak hanya siswa. Guru, staf, karyawan, dan kepala sekolah pun ikut tampil memeriahkan Parade Senja tersebut.

Baca Juga :  Dishub Pertahankan Terminal Tipe C

Kepala sekolah yang juga menyandang sebagai guru berprestasi tersebut juga menyampaikan, selain Pawai Budaya, dalam perayaan kemerdekaan ini sekolah juga mengikuti lomba tingkat kecamatan, kabupaten, dan nasional. Salah satu lomba yang diikuti adalah lomba gapura Cinta Negeri. ‘’Dalam lomba ini kita membangun gapura dengan tema Seruncing Bambu Setajam Semangatku,’’ ucapnya.

Gapura yang dibangun bersama warga SMKN Palang tersebut memiliki banyak makna. Menurutnya, bamboo yang menjadi bahan gapura melambangkan keberanian dan pengorbanan dalam meraih kemerdekaan.

’’Kita membangun gapura ini dengan 74 bambu yang melambangkan HUT yang ke-74. Bambu-bambu tersebut disusun 17 runcing yang berarti tanggal, 8 bambu penyangga yang menunjukkan bulan, dan 45 potong bambu penghubung yang berarti tahun dengan empat slogan (mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, mulai berubah, mulai berkarya)’’ jelas Maria.

Baca Juga :  Komitmen Cetak Lulusan Berprestasi, Berkualitas Dan Siap Kerja

Pengajar asal Surabaya ini berharap pada ulang tahun kemerdekaan, SMKN Palang semakin maju dan dapat lebih berprestasi. ’’Saya berharap semoga ke depanya lebih banyak lagi prestasi yang diraih sekolah ini. Karena saya yakin SMK bisa, SMK hebat,’’ kata dia. (rif)

SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Palang tampil totalitas pada Pawai Budaya yang diselenggarakan Korwildik Palang kemarin (22/8). Dengan mengangkat adat Jawa Timur-an dan legenda Putri Kencana Wungu, Parade Senja SMKN Palang memukau ribuan penonton yang menyaksikan di tepi jalan sepanjang rute yang dilewati.

Kepala SMKN Palang Maria Ernawati kepada Jawa Pos Radar Tuban mengatakan, melalui pawai budaya tersebut, lembaga pendidikannya ingin menunjukkan kepada masyarakat Tuban kalau Jawa Timur kaya dengan budaya dan adat warisan leluhur. ’’Kekayaan inilah yang harus dilestarikan,’’ ujar dia.

Pada Pawai Budaya tersebut, sekolah kejuruan ini menampilkan beragam baju adat yang mayoritas karya siswa jurusan tata busana dan pernak-pernik lain. Di antaranya, Putri Kencana Wungu, Dewi Rengganis, barisan pengantin khas Jawa Timur, tari mayong, tari caping, tari miyang, tari lenggang, tari lahbako, seni pencak silat, seni gamelan, dan carnival Jember. Tak hanya siswa. Guru, staf, karyawan, dan kepala sekolah pun ikut tampil memeriahkan Parade Senja tersebut.

Baca Juga :  Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau Ditargetkan Naik Rp 10 Miliar

Kepala sekolah yang juga menyandang sebagai guru berprestasi tersebut juga menyampaikan, selain Pawai Budaya, dalam perayaan kemerdekaan ini sekolah juga mengikuti lomba tingkat kecamatan, kabupaten, dan nasional. Salah satu lomba yang diikuti adalah lomba gapura Cinta Negeri. ‘’Dalam lomba ini kita membangun gapura dengan tema Seruncing Bambu Setajam Semangatku,’’ ucapnya.

Gapura yang dibangun bersama warga SMKN Palang tersebut memiliki banyak makna. Menurutnya, bamboo yang menjadi bahan gapura melambangkan keberanian dan pengorbanan dalam meraih kemerdekaan.

’’Kita membangun gapura ini dengan 74 bambu yang melambangkan HUT yang ke-74. Bambu-bambu tersebut disusun 17 runcing yang berarti tanggal, 8 bambu penyangga yang menunjukkan bulan, dan 45 potong bambu penghubung yang berarti tahun dengan empat slogan (mulai dari diri sendiri, mulai sekarang, mulai berubah, mulai berkarya)’’ jelas Maria.

Baca Juga :  Jelang Panen, Persawahan Diterjang Hujan Disertai Angin

Pengajar asal Surabaya ini berharap pada ulang tahun kemerdekaan, SMKN Palang semakin maju dan dapat lebih berprestasi. ’’Saya berharap semoga ke depanya lebih banyak lagi prestasi yang diraih sekolah ini. Karena saya yakin SMK bisa, SMK hebat,’’ kata dia. (rif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/