alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Sepuluh Jam, Tiga Kebakaran 

TUBAN – Hati-hati dengan api. Jika lengah, si jago merah itu bisa  melahap benda-benda di sekitar dengan sekejap. Seperti yang terjadi di Tuban kemarin (23/8). Hanya dalam waktu 10 jam saja, terjadi tiga kebakaran di tiga tempat berbeda. Tidak ada korban jiwa dalam tiga insiden tersebut. Namun, kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta. 

Kebakaran pertama terjadi pukul 04.25 di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Rumah sekaligus tempat pembuatan mebel milik Joko Lukito nyaris habis dilahap api. Penyebabnya, Joko sang pemilik rumah membakar limbah kayu tanpa pengawasan. Pembakaran tersebut memercikkan api dan menjalar cepat di sekitar lokasi. Karena api sulit dipadamkan, warga langsung menelpon badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Setelah diturunkan mobil damkar, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian.

Baca Juga :  AYO SUKSESKAN PORPROV VI 2019

Kebakaran berikutnya terjadi empat jam setelahnya. Persisnya pukul 09.00, api melahap rumah milik Noto, warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat pemilik rumah lupa memadamkan bara api yang memanfaatkan janggel jagung dari tungku. Ketika api belum benar-benar mati, pemilik rumah meninggalkan rumah. Seketika rumah ukuran 6×7 meter persegi berbahan kayu itu ludes terbakar.

Pada pukul 14.00, kebakaran kecil terjadi di Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan. Penyebabnya, salah satu warga membakar semak di ladang. Karena tak diawasi, api membubung tinggi dan membakar tanaman di ladang. Warga bersama anggota babinsa setempat berusaha memadamkan. Api berhasil dijinakkan 30 menit kemudian. 

Baca Juga :  Hanya Momen yang Ingatkan Lagu Nasional 

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono mengatakan, dalam tiga insiden tersebut, hanya kebakaran di Panyuran yang menurunkan mobil pemadam kebakaran. Sementara dua kebakaran lain berhasil dijinakkan warga. Penyebab kebakaran di tiga tempat itu sama, yaitu karena pembakaran yang tidak dalam pengawasan. ‘’Pada musim kemarau, api cepat merambat. Ini yang perlu diwaspadai,’’ tutur Joko.

TUBAN – Hati-hati dengan api. Jika lengah, si jago merah itu bisa  melahap benda-benda di sekitar dengan sekejap. Seperti yang terjadi di Tuban kemarin (23/8). Hanya dalam waktu 10 jam saja, terjadi tiga kebakaran di tiga tempat berbeda. Tidak ada korban jiwa dalam tiga insiden tersebut. Namun, kerugian ditaksir sekitar Rp 30 juta. 

Kebakaran pertama terjadi pukul 04.25 di Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang. Rumah sekaligus tempat pembuatan mebel milik Joko Lukito nyaris habis dilahap api. Penyebabnya, Joko sang pemilik rumah membakar limbah kayu tanpa pengawasan. Pembakaran tersebut memercikkan api dan menjalar cepat di sekitar lokasi. Karena api sulit dipadamkan, warga langsung menelpon badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Setelah diturunkan mobil damkar, api berhasil dipadamkan 30 menit kemudian.

Baca Juga :  Peduli Sampah, Belajar Peduli Hal-Hal Kecil

Kebakaran berikutnya terjadi empat jam setelahnya. Persisnya pukul 09.00, api melahap rumah milik Noto, warga Dusun Koro, Desa Pongpongan, Kecamatan Merakurak. Kebakaran tersebut diduga terjadi akibat pemilik rumah lupa memadamkan bara api yang memanfaatkan janggel jagung dari tungku. Ketika api belum benar-benar mati, pemilik rumah meninggalkan rumah. Seketika rumah ukuran 6×7 meter persegi berbahan kayu itu ludes terbakar.

Pada pukul 14.00, kebakaran kecil terjadi di Desa Kedungjambangan, Kecamatan Bangilan. Penyebabnya, salah satu warga membakar semak di ladang. Karena tak diawasi, api membubung tinggi dan membakar tanaman di ladang. Warga bersama anggota babinsa setempat berusaha memadamkan. Api berhasil dijinakkan 30 menit kemudian. 

Baca Juga :  Hanya Momen yang Ingatkan Lagu Nasional 

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiyono mengatakan, dalam tiga insiden tersebut, hanya kebakaran di Panyuran yang menurunkan mobil pemadam kebakaran. Sementara dua kebakaran lain berhasil dijinakkan warga. Penyebab kebakaran di tiga tempat itu sama, yaitu karena pembakaran yang tidak dalam pengawasan. ‘’Pada musim kemarau, api cepat merambat. Ini yang perlu diwaspadai,’’ tutur Joko.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/