alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Vaksin ke-3 Tenaga Kesehatan Masih Menunggu Arahan Pusat

Radar Lamongan – Tenaga kesehatan (nakes) Lamongan direncanakan mendapatkan vaksin ketiga. Vaksin booster bagi mereka menggunakan Moderna. “Iya, ada rencana (vaksin Moderna). Tapi alokasi vaksin dan petunjuk pelaksanaannya belum ada, jadi kita menunggu,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan Abdullah Wasian kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, dalam menghadapi varian virus Delta yang penularannya semakin mudah, nakes butuh kekuatan yang lebih untuk proteksi. Apalagi, nakes berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Wasian menuturkan, vaksin Moderna dapat meningkatkan imunitas tubuh dan tidak memiliki efek samping yang berlebihan. Namun, teknis pelaksanaannya, menunggu dropping dari pusat. “Pada intinya semua harus tervaksin untuk membentuk kekebalan secara kelompok,” terangnya.

Baca Juga :  Tumbuhkan Karakter Anak Bangsa untuk Memupuk Kecintaan pada NKRI

Dia menjelaskan, vaksin Moderna memiliki teknologi penyimpanan berbeda. Penyimpanannya pada suhu -20 derajat celcius. Vaksin bisa diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 0,5 ml. Efek samping vaksin ini dinyatakan bisa ditoleransi oleh BPOM.

Sehingga bisa diberikan kepada nakes dan masyarakat umum secara bertahap. Sementara itu, vaksinasi bagi masyarakat guna membentuk kekebalan kelompok masih berlanjut. Target lapangan menyesuaikan jumlah dosis vaksin yang tersedia.

Saat ini, kata Wasian, sisa dosis vaksin di gedung farmasi kesehatan jenis Sinovac masih 5.860 vial. Sedangkan Aztrazeneca sisanya 80 vial. Untuk sisa dosis puskesmas, 3.610 vial Sinovac dan 180 vial Aztrazeneca.

“Stok vaksin ini menyesuaikan kiriman provinsi sehingga stoknya tidak banyak,” jelasnya. Wasian menambahkan, vaksinasi bagi masyarakat umum dan anak ditarget 70 persen pada bulan depan.

Baca Juga :  Pilih Kecamatan Terjauh Dulu

Radar Lamongan – Tenaga kesehatan (nakes) Lamongan direncanakan mendapatkan vaksin ketiga. Vaksin booster bagi mereka menggunakan Moderna. “Iya, ada rencana (vaksin Moderna). Tapi alokasi vaksin dan petunjuk pelaksanaannya belum ada, jadi kita menunggu,” ujar Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lamongan Abdullah Wasian kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

Menurut dia, dalam menghadapi varian virus Delta yang penularannya semakin mudah, nakes butuh kekuatan yang lebih untuk proteksi. Apalagi, nakes berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19.

Wasian menuturkan, vaksin Moderna dapat meningkatkan imunitas tubuh dan tidak memiliki efek samping yang berlebihan. Namun, teknis pelaksanaannya, menunggu dropping dari pusat. “Pada intinya semua harus tervaksin untuk membentuk kekebalan secara kelompok,” terangnya.

Baca Juga :  Gaji ASN Telat Cair, Kunjungan Kerja DPRD Pakai Dana Talangan

Dia menjelaskan, vaksin Moderna memiliki teknologi penyimpanan berbeda. Penyimpanannya pada suhu -20 derajat celcius. Vaksin bisa diberikan pada orang berusia 18 tahun ke atas dengan dosis 0,5 ml. Efek samping vaksin ini dinyatakan bisa ditoleransi oleh BPOM.

Sehingga bisa diberikan kepada nakes dan masyarakat umum secara bertahap. Sementara itu, vaksinasi bagi masyarakat guna membentuk kekebalan kelompok masih berlanjut. Target lapangan menyesuaikan jumlah dosis vaksin yang tersedia.

Saat ini, kata Wasian, sisa dosis vaksin di gedung farmasi kesehatan jenis Sinovac masih 5.860 vial. Sedangkan Aztrazeneca sisanya 80 vial. Untuk sisa dosis puskesmas, 3.610 vial Sinovac dan 180 vial Aztrazeneca.

“Stok vaksin ini menyesuaikan kiriman provinsi sehingga stoknya tidak banyak,” jelasnya. Wasian menambahkan, vaksinasi bagi masyarakat umum dan anak ditarget 70 persen pada bulan depan.

Baca Juga :  Digrebek Satpol PP, Pasagan Mobil Goyang Diminta Menikah

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/