alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Seorang ABK Kapal Belum Ditemukan

BRONDONG, Radar Lamongan – Kapal tanpa nama yang dinakhodai Saiful Arip, 39, warga Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran itu berangkat mencari rajungan pukul 02.00 kemarin (23/5). Kapal nelayan tersebut bergerak dari pelabuhan tradisional Desa Kemantren, Kecamatan Paciran.

 

Ada dua ABK yang ikut. Keduanya, Matakim, 50, warga Desa Kemantren dan Anzis, 40, warga Desa Weru, Kecamatan Paciran. Sekitar dua mil melaut, ombak terasa semakin besar. Kapal akhirnya kehilangan keseimbangan karena gerakan air laut yang bergulung tinggi tersebut.

 

‘’Kapal terguling setelah terkena ombak 1,5 meter,’’ jelas Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Erni Sugihastuti.

 

Kapal hilang ditelan ombak. Nakhoda dan dua ABK tercebur di laut. Beruntung ada nelayan Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong yang melintas. Nelayan ini menemukan Saiful Arip dan membawanya ke kantor Polairud Polres Lamongan. Anzis juga dilaporkan selamat setelah ditemukan anggota rukun nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran.

Baca Juga :  Usung Koalisi Poros Tengah Pilkada 2020 Kabupaten Tuban

 

‘’Hingga saat ini, satu ABK kapal belum ditemukan dan dilakukan pencarian,’’ kata Erni.

 

‘’Kapal yang menolong, juga sempat melakukan pencarian di lokasi sekitar akan tetapi juga tak menemukan,’’ imbuhnya.

 

Erni menjelaskan, berdasarkan keterangan nakhoda kapal, selama sekitar dua jam Saiful berenang mencari pertolongan. Saiful juga berteriak – teriak memanggil dua ABK. Namun, tidak terdengar suara jawaban.

 

Mukhlisin, ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia membenarkan adanya kapal nelayan tenggelam. Sampai saat ini, masih dilakukan pencarian kapal dengan kapasitas 5 Gt ini. Kapal tersebut biasanya mencari ikan dengan jarak sekitar 10 mil.

 

‘’Untuk sekarang, dua yang sudah ditemukan. Sedangkan satu ABK kapal belum ditemukan,’’ ujarnya. (mal/yan)

Baca Juga :  Gandengan Lepas, Tercebur ke Sungai

BRONDONG, Radar Lamongan – Kapal tanpa nama yang dinakhodai Saiful Arip, 39, warga Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran itu berangkat mencari rajungan pukul 02.00 kemarin (23/5). Kapal nelayan tersebut bergerak dari pelabuhan tradisional Desa Kemantren, Kecamatan Paciran.

 

Ada dua ABK yang ikut. Keduanya, Matakim, 50, warga Desa Kemantren dan Anzis, 40, warga Desa Weru, Kecamatan Paciran. Sekitar dua mil melaut, ombak terasa semakin besar. Kapal akhirnya kehilangan keseimbangan karena gerakan air laut yang bergulung tinggi tersebut.

 

‘’Kapal terguling setelah terkena ombak 1,5 meter,’’ jelas Kasat Polairud Polres Lamongan, AKP Erni Sugihastuti.

 

Kapal hilang ditelan ombak. Nakhoda dan dua ABK tercebur di laut. Beruntung ada nelayan Cumpleng, Desa Brengkok, Kecamatan Brondong yang melintas. Nelayan ini menemukan Saiful Arip dan membawanya ke kantor Polairud Polres Lamongan. Anzis juga dilaporkan selamat setelah ditemukan anggota rukun nelayan Blimbing, Kecamatan Paciran.

Baca Juga :  Rumah Sahidin Sadim Penerima RTLH, Kini Tahap Finishing

 

‘’Hingga saat ini, satu ABK kapal belum ditemukan dan dilakukan pencarian,’’ kata Erni.

 

‘’Kapal yang menolong, juga sempat melakukan pencarian di lokasi sekitar akan tetapi juga tak menemukan,’’ imbuhnya.

 

Erni menjelaskan, berdasarkan keterangan nakhoda kapal, selama sekitar dua jam Saiful berenang mencari pertolongan. Saiful juga berteriak – teriak memanggil dua ABK. Namun, tidak terdengar suara jawaban.

 

Mukhlisin, ketua Himpunan Nelayan Tradisional Indonesia membenarkan adanya kapal nelayan tenggelam. Sampai saat ini, masih dilakukan pencarian kapal dengan kapasitas 5 Gt ini. Kapal tersebut biasanya mencari ikan dengan jarak sekitar 10 mil.

 

‘’Untuk sekarang, dua yang sudah ditemukan. Sedangkan satu ABK kapal belum ditemukan,’’ ujarnya. (mal/yan)

Baca Juga :  Suporter Desak Maksimalkan 12 Laga Sisa

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/