alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Siapkan Rekayasa Lalin Dadakan

TUBAN – Tidak masuk dalam kategori daerah pembatasan operasional kendaraan berat, membuat Forum Lalu Lintas Tuban harus memutar otak untuk mengantisipasi kemacetan. Meski tak dipetakan sebagai daerah rawan macet, tetap dibutuhkan jalur alternatif untuk antisipasi hal-hal yang mengganggu perjalanan, seperti kecelakaan, truk mogok, atau meningkatnya pengguna jalan yang tak terduga.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Gunadi mengatakan, hingga kemarin (23/5) Forum Lalu Lintas belum mengagendakan rekayasa lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan padat kendaraan. Kalaupun terjadi kemacetan atau gangguan mendadak  selama arus mudik dan balik, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif. ‘’Agenda rekayasa lalin tidak ada, tapi kalau dibutuhkan mendadak, kami sudah antisipasi,’’ ujar dia.

Baca Juga :  Persiapkan E-Tilang, Tambah Empat CCTV

Jalur alternatif tersebut, Jalan Manunggal – Jalan Panglima Sudirman yang difungsikan untuk mengalihkan kemacetan yang kerap terjadi sepanjang Jalan Pahlawan – Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan M. Yamin. Berikutnya, jika terjadi kemacetan di Jalan Gajah Mada hingga Jalan Wahidin Sudirohusodo disiapkan pengalihan arus lalu lintas ke Jalan Basuki Rachmad. Selanjutnya, kemacetan di Jalan Letda Sucipto akan diurai dengan mengalihkan arus lalin ke Jalan Teuku Umar. ‘’Semua sudah kami siapkan,’’ jelas Gunadi.

Mantan camat Grabagan ini menegaskan, dishub sudah mengantisipasi dengan membuat remote traffic light di sepanjang jalan nasional. Jadi, durasi lampu pengatur lalu lintas tersebut tak lagi otomatis seperti biasanya, namun diatur dari ruang dishub sesuai kebutuhan. Dengan antisipasi tersebut, diharapkan kemacetan tak terjadi di perkotaan Bumi Wali mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. ‘’Untuk antisipasi nanti melihat perkembangan di lapangan,’’ kata dia.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Permudah Pendaftaran Bagi Masyarakat

Gunadi menjelaskan, gangguan lalu lintas di jalan nasional yang melintas Tuban berpeluang besar terjadi. Sebab, hampir seluruh jalan nasional di Jawa Timur ditutup. Sehingga, diprediksi sejumlah perusahaan angkutan mengalihkan operasional kendaraannya ke jalur nasional Tuban. ‘’Apalagi, ada pembatasan jalan tol satu arah, jadi belum tahu nanti bagaimana perkembangan lalu lintas di Tuban. Semoga seperti tahun lalu, tidak ada kemacetan,’’ tegas dia.

TUBAN – Tidak masuk dalam kategori daerah pembatasan operasional kendaraan berat, membuat Forum Lalu Lintas Tuban harus memutar otak untuk mengantisipasi kemacetan. Meski tak dipetakan sebagai daerah rawan macet, tetap dibutuhkan jalur alternatif untuk antisipasi hal-hal yang mengganggu perjalanan, seperti kecelakaan, truk mogok, atau meningkatnya pengguna jalan yang tak terduga.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Tuban Gunadi mengatakan, hingga kemarin (23/5) Forum Lalu Lintas belum mengagendakan rekayasa lalu lintas (lalin) di sejumlah ruas jalan padat kendaraan. Kalaupun terjadi kemacetan atau gangguan mendadak  selama arus mudik dan balik, pihaknya sudah menyiapkan sejumlah jalur alternatif. ‘’Agenda rekayasa lalin tidak ada, tapi kalau dibutuhkan mendadak, kami sudah antisipasi,’’ ujar dia.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro Permudah Pendaftaran Bagi Masyarakat

Jalur alternatif tersebut, Jalan Manunggal – Jalan Panglima Sudirman yang difungsikan untuk mengalihkan kemacetan yang kerap terjadi sepanjang Jalan Pahlawan – Jalan HOS Cokroaminoto – Jalan M. Yamin. Berikutnya, jika terjadi kemacetan di Jalan Gajah Mada hingga Jalan Wahidin Sudirohusodo disiapkan pengalihan arus lalu lintas ke Jalan Basuki Rachmad. Selanjutnya, kemacetan di Jalan Letda Sucipto akan diurai dengan mengalihkan arus lalin ke Jalan Teuku Umar. ‘’Semua sudah kami siapkan,’’ jelas Gunadi.

Mantan camat Grabagan ini menegaskan, dishub sudah mengantisipasi dengan membuat remote traffic light di sepanjang jalan nasional. Jadi, durasi lampu pengatur lalu lintas tersebut tak lagi otomatis seperti biasanya, namun diatur dari ruang dishub sesuai kebutuhan. Dengan antisipasi tersebut, diharapkan kemacetan tak terjadi di perkotaan Bumi Wali mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. ‘’Untuk antisipasi nanti melihat perkembangan di lapangan,’’ kata dia.

Baca Juga :  Akhir Tahun, Pasar Pikap Menguntungkan

Gunadi menjelaskan, gangguan lalu lintas di jalan nasional yang melintas Tuban berpeluang besar terjadi. Sebab, hampir seluruh jalan nasional di Jawa Timur ditutup. Sehingga, diprediksi sejumlah perusahaan angkutan mengalihkan operasional kendaraannya ke jalur nasional Tuban. ‘’Apalagi, ada pembatasan jalan tol satu arah, jadi belum tahu nanti bagaimana perkembangan lalu lintas di Tuban. Semoga seperti tahun lalu, tidak ada kemacetan,’’ tegas dia.

Previous articleTHR PNS Cair
Next articleTak Lagi Wait and See

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/