alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Wednesday, May 18, 2022

Sakit, Satu Siswa SMP Tak Ikuti UNBK

KOTA – Satu siswa SMP dinyatakan tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Paciran. Alasannya, sakit.

Kepala Disdik Lamongan,  Adi Suwito, mengatakan, siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan (29 – 30/4). Selain itu, terdata 18 siswa lainnya tidak masuk daftar daftar nominasi sementara (DNS) dan daftar nominasi tetap (DNT).

Mereka juga masih bisa mengikuti ujian susulan ketika datang ke lembaganya. Sebab, 18 siswa itu tidak menyatakan mundur. Namun, mereka tidak hadir saat pelaksanaan ujian tanpa keterangan. “Kalau lembaga tetap memfasilitasi apabila masih berniat ikut ujian. Karena namanya masih terdaftar di data provinsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Lagi, Dua Tanggul Jebol

Dia menjelaskan, empat syarat kelulusan bagi siswa SMP terdiri atas rapor semester 1-6, mengikuti USBN, memiliki karakter yang baik, dan mengikuti UNBK.

Sehingga, UNBK bukan menjadi satu-satunya standar kelulusan. Namun, syarat mengikuti UNBK tetap harus dipenuhi. Hasil UNBK nantinya menjadi syarat mendaftar di SMA/SMK. “Saya optimistis hasilnya akan baik meski tidak menjadi penentu kelulusan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengklaim, pelaksanaan UNBK MI/MTs berjalan lancar. Namun, satu siswa juga tidak bisa mengikuti alasan sakit. Rekom tersebut sudah diajukan sejak lama. Sehingga siswa tersebut tidak masuk daftar peserta UNBK.

KOTA – Satu siswa SMP dinyatakan tidak mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK). Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan, siswa tersebut berasal dari SMPN 1 Paciran. Alasannya, sakit.

Kepala Disdik Lamongan,  Adi Suwito, mengatakan, siswa tersebut dapat mengikuti ujian susulan (29 – 30/4). Selain itu, terdata 18 siswa lainnya tidak masuk daftar daftar nominasi sementara (DNS) dan daftar nominasi tetap (DNT).

Mereka juga masih bisa mengikuti ujian susulan ketika datang ke lembaganya. Sebab, 18 siswa itu tidak menyatakan mundur. Namun, mereka tidak hadir saat pelaksanaan ujian tanpa keterangan. “Kalau lembaga tetap memfasilitasi apabila masih berniat ikut ujian. Karena namanya masih terdaftar di data provinsi,” ujarnya.

Baca Juga :  SD Tengah Hutan Kesulitan Listrik

Dia menjelaskan, empat syarat kelulusan bagi siswa SMP terdiri atas rapor semester 1-6, mengikuti USBN, memiliki karakter yang baik, dan mengikuti UNBK.

Sehingga, UNBK bukan menjadi satu-satunya standar kelulusan. Namun, syarat mengikuti UNBK tetap harus dipenuhi. Hasil UNBK nantinya menjadi syarat mendaftar di SMA/SMK. “Saya optimistis hasilnya akan baik meski tidak menjadi penentu kelulusan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Lamongan, Abdul Ghofur, mengklaim, pelaksanaan UNBK MI/MTs berjalan lancar. Namun, satu siswa juga tidak bisa mengikuti alasan sakit. Rekom tersebut sudah diajukan sejak lama. Sehingga siswa tersebut tidak masuk daftar peserta UNBK.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/