alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pengaktifan Kapal Roro Belum Jelas

BRONDONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim mengusulkan percepatan coastal shipping. Yakni mengaktifkan kapal role on-role of (Roro) sebagai penghubung Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Paciran, Pelabuhan Kendal-Jateng, dan Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta. Tujuannya, meringankan beban lalu lintas angkutan jalan di jalur pantura. Terutama pasca pengalihan arus kendaraan akibat putusnya Jembatan Cincin Lamongan – Tuban. Namun, hingga kini Syahbandar Pelabuhan Brondong belum mendapat instruksi masuknya kapal Roro di pelabuhan yang ada di Pantura Lamongan.

‘’Belum dapat instruksi terkait hal itu,’’ tutur Fasilitas Pelabuhan Syahbandar Brondong, Misngadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (23/4). Menurut dia, Kapal Roro sistemnya, kendaraan besar seperti truk bisa masuk ke dalam kapal saat akan menyeberang. Rencananya dioperasikan di pelabuhan Paciran atau Tanjung Perak. Sehingga truk yang hendak ke Jateng atau Jakarta tidak terlalu memadati jalur pantura.

Baca Juga :  Konsumen Wallpaper Semakin Bertambah

‘’Saya pantau akses darat di pantura masih sangat padat,’’ ujarnya. Menurut dia, pengaktifan Kapal Roro memungkinkan dilakukan. Namun yang memiliki kewenangan bagian tol laut pusat. Sehingga, dirinya tak mengetahui bagaimana mekanisme jika dioperasikan melintasi atau dari kawasan pantura Lamongan. ‘’Kewenangannya ada dipusat. Sehingga, kita masih tunggu arahan dari pusat terkait pengaktifan kapal Roro,’’ katanya.

Dia mengungkapkan, di Pelabuhan ASDP Paciran hanya terdapat Kapal Motor Penumpang (KMP) Gili Iyang. Namun muatannya hanya terbatas beberapa kendaraan. Operasionalnya hanya dua minggu sekali dengan tujuan Paciran – Pulau Bawean. Berbeda dengan kapal Roro yang ukurannya jauh lebih besar. ‘’Di wilayah pantura, selama ini belum pernah ada kapal Roro,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :  DPRD Tanyakan Penyerapan CSR Perusahaan Migas

BRONDONG – Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim mengusulkan percepatan coastal shipping. Yakni mengaktifkan kapal role on-role of (Roro) sebagai penghubung Pelabuhan Tanjung Perak, Pelabuhan Paciran, Pelabuhan Kendal-Jateng, dan Pelabuhan Tanjung Priok-Jakarta. Tujuannya, meringankan beban lalu lintas angkutan jalan di jalur pantura. Terutama pasca pengalihan arus kendaraan akibat putusnya Jembatan Cincin Lamongan – Tuban. Namun, hingga kini Syahbandar Pelabuhan Brondong belum mendapat instruksi masuknya kapal Roro di pelabuhan yang ada di Pantura Lamongan.

‘’Belum dapat instruksi terkait hal itu,’’ tutur Fasilitas Pelabuhan Syahbandar Brondong, Misngadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan senin (23/4). Menurut dia, Kapal Roro sistemnya, kendaraan besar seperti truk bisa masuk ke dalam kapal saat akan menyeberang. Rencananya dioperasikan di pelabuhan Paciran atau Tanjung Perak. Sehingga truk yang hendak ke Jateng atau Jakarta tidak terlalu memadati jalur pantura.

Baca Juga :  Konsumen Wallpaper Semakin Bertambah

‘’Saya pantau akses darat di pantura masih sangat padat,’’ ujarnya. Menurut dia, pengaktifan Kapal Roro memungkinkan dilakukan. Namun yang memiliki kewenangan bagian tol laut pusat. Sehingga, dirinya tak mengetahui bagaimana mekanisme jika dioperasikan melintasi atau dari kawasan pantura Lamongan. ‘’Kewenangannya ada dipusat. Sehingga, kita masih tunggu arahan dari pusat terkait pengaktifan kapal Roro,’’ katanya.

Dia mengungkapkan, di Pelabuhan ASDP Paciran hanya terdapat Kapal Motor Penumpang (KMP) Gili Iyang. Namun muatannya hanya terbatas beberapa kendaraan. Operasionalnya hanya dua minggu sekali dengan tujuan Paciran – Pulau Bawean. Berbeda dengan kapal Roro yang ukurannya jauh lebih besar. ‘’Di wilayah pantura, selama ini belum pernah ada kapal Roro,’’ ujarnya saat dikonfirmasi via ponsel.

Baca Juga :  DPRD Tanyakan Penyerapan CSR Perusahaan Migas

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/