alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Melihat Budidaya Cupang Giant, Warna Berubah Tiap Fase Pertumbuhan

- Advertisement -

Didik Setiawan menggeluti budidaya ikan cupang jenis giant baru setahun ini. Warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro ini sudah berhasil mengembangkan ribuan ekor.  

M. NURKOZIM, Radar Bojonegoro

Ratusan toples berjejer rapi di ruang depan rumah Didik Setiawan. Toples-toples itu tidak berisi makanan atau jajanan. Melainkan ikan cupang. Satu toples berisi satu ikan cupang. Tujuannya agar ikan tidak bertengkar. ‘’Ikan cupang tidak bisa dicampur. Kalau dicampur bisa bertarung,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (23/3).Ikan cupang adalah ikan petarung.

Sehingga, tidak bisa dicampur dengan ikan jenis apapun. Karena itu, ikan-ikan itu harus dipisah. Setiap toples itu harus diberikan penghalang. Agar ikan-ikan itu tidak saling melihat. Semua ikan cupang milik Didik jenisnya giant. Rerata sudah berumur 4 bulan. Sudah cukup dewasa untuk ukuran ikan cupang.

Didik tidak hanya memelihara ikan cupang lalu menjualnya. Lebih dari itu, dia membiakkannnya. Sudah memiliki kolam penangkaran tersendiri. Berlokasi di halaman belakang rumahnya. Pria 40 tahun itu menggeluti usaha budidaya ikan cupang sejak setahun terakhir. Hasilnya lumayan. Sebab, dengan budidaya dan menangkarkan sendiri, keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

- Advertisement -

Membiakkan ikan cupang bukan perkara mudah. Ada teknik tersendiri yang harus dikuasai. Didik mengaku masih terus belajar. Karena kerap mengalami kegagalan. Mulai tidak menetas hingga dimakan sendiri oleh induknya. ‘’Itu sudah sering saya alami,’’ tutur pria yang dulunya beternak lovebird itu.

Baca Juga :  Bunga Segar Diminati Semua Kalangan

Didik belajar membiakkan ikan cupang dari berbagai sumber. Salah satunya dari Youtube. Namun, konten-konten itu banyak yang tidak sesuai. Jika dipraktikkan, malah membuat ikan cupang mati. Sebab, pemilik konten hanya membagikan sebagian ilmunya. ‘’Misalnya saat baru menetas, di Youtube diberi makan pelet. Saat saya beri makan pelet malah mati,’’ tuturnya.

Ilmu paling banyak justru dari pengalaman. Dengan praktik sendiri bisa tahu kekurangan dan kesalahan. Lama-lama berbagai kendala berhasil ditangani. Untuk membiakkan ikan cupang banyak yang harus dipersiapkan. Mulai wadah dan airnya. Wadahnya cukup dengan bak, kemudian diisi air setengahnya. Setelah itu dibiarkan selama seminggu. Baru ikannya dimasukan, ikan jantan dan betinanya.

Didik sudah paham betul mana ikan betika dan jantan. Beberapa jam kemudian ikan sudah mulai bertelur. Dua hingga tiga hari telur-telur itu biasanya menetas. ‘’Pada masa ini telur jangan terlalu sering dilihat. Itu bisa membuat ikan menjadi stres. Sebab, saat itu induk ikan sangat agresif. Bahkan, anak-anak ikan itu bisa dimangsa indukannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Sholikin Jabat Ketua DPRD

Setelah agak besar, sekitar dua minggu, ikan itu dipindahkan ke kolam penangkaran. Warna ikan setelah dua minggu biasanya biru. Setelah dua bulan warna ikan akan berubah lagi, menjadi merah muda polos. Perlahanlahan ikan-ikan itu akan muncul corak warnanya. Meskipun dari satu indukan, namun warnanya beragam. Setelah muncul warna dan corak itu, ikan harus mulai dipindah lagi. Ditaruh di ember terpisah, dipindah ke ember.

Satu ember berisi satu ikan. Sebab, usia tiga sampai 4 bulan ikan cupang sudah mulai bertarung sesamanya. ‘’jadi harus dipisah,’’ jelasnya. Ikan cupang Didik ini jenisnya giant. Dalam bahasa Indonesia berarti raksasa. Ini adalah ikan cupang dengan ukuran terbesar dibanding jenis lainnya. Dia memilih jenis itu karena lebih cepat besar.

Ikan itu dibeli pedagang hingga penggemar ikan. Baik dari Bojonegoro maupun luar kota. Tidak jarang ikan-ikan milik Didik itu menang kontes ikan cupang. ‘’Kontes ikan cupang bukan menarungkan ikan. Melainkan dinilai dari corak dan kesesesuaian tubuh ikan. Ada banyak kategori,’’ terangnya.

Didik Setiawan menggeluti budidaya ikan cupang jenis giant baru setahun ini. Warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota Bojonegoro ini sudah berhasil mengembangkan ribuan ekor.  

M. NURKOZIM, Radar Bojonegoro

Ratusan toples berjejer rapi di ruang depan rumah Didik Setiawan. Toples-toples itu tidak berisi makanan atau jajanan. Melainkan ikan cupang. Satu toples berisi satu ikan cupang. Tujuannya agar ikan tidak bertengkar. ‘’Ikan cupang tidak bisa dicampur. Kalau dicampur bisa bertarung,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (23/3).Ikan cupang adalah ikan petarung.

Sehingga, tidak bisa dicampur dengan ikan jenis apapun. Karena itu, ikan-ikan itu harus dipisah. Setiap toples itu harus diberikan penghalang. Agar ikan-ikan itu tidak saling melihat. Semua ikan cupang milik Didik jenisnya giant. Rerata sudah berumur 4 bulan. Sudah cukup dewasa untuk ukuran ikan cupang.

Didik tidak hanya memelihara ikan cupang lalu menjualnya. Lebih dari itu, dia membiakkannnya. Sudah memiliki kolam penangkaran tersendiri. Berlokasi di halaman belakang rumahnya. Pria 40 tahun itu menggeluti usaha budidaya ikan cupang sejak setahun terakhir. Hasilnya lumayan. Sebab, dengan budidaya dan menangkarkan sendiri, keuntungan yang didapatkan lebih banyak.

- Advertisement -

Membiakkan ikan cupang bukan perkara mudah. Ada teknik tersendiri yang harus dikuasai. Didik mengaku masih terus belajar. Karena kerap mengalami kegagalan. Mulai tidak menetas hingga dimakan sendiri oleh induknya. ‘’Itu sudah sering saya alami,’’ tutur pria yang dulunya beternak lovebird itu.

Baca Juga :  Umar dan Muktamar

Didik belajar membiakkan ikan cupang dari berbagai sumber. Salah satunya dari Youtube. Namun, konten-konten itu banyak yang tidak sesuai. Jika dipraktikkan, malah membuat ikan cupang mati. Sebab, pemilik konten hanya membagikan sebagian ilmunya. ‘’Misalnya saat baru menetas, di Youtube diberi makan pelet. Saat saya beri makan pelet malah mati,’’ tuturnya.

Ilmu paling banyak justru dari pengalaman. Dengan praktik sendiri bisa tahu kekurangan dan kesalahan. Lama-lama berbagai kendala berhasil ditangani. Untuk membiakkan ikan cupang banyak yang harus dipersiapkan. Mulai wadah dan airnya. Wadahnya cukup dengan bak, kemudian diisi air setengahnya. Setelah itu dibiarkan selama seminggu. Baru ikannya dimasukan, ikan jantan dan betinanya.

Didik sudah paham betul mana ikan betika dan jantan. Beberapa jam kemudian ikan sudah mulai bertelur. Dua hingga tiga hari telur-telur itu biasanya menetas. ‘’Pada masa ini telur jangan terlalu sering dilihat. Itu bisa membuat ikan menjadi stres. Sebab, saat itu induk ikan sangat agresif. Bahkan, anak-anak ikan itu bisa dimangsa indukannya,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Kades dan Bendahara Desa Jari Disidang Selasa Depan

Setelah agak besar, sekitar dua minggu, ikan itu dipindahkan ke kolam penangkaran. Warna ikan setelah dua minggu biasanya biru. Setelah dua bulan warna ikan akan berubah lagi, menjadi merah muda polos. Perlahanlahan ikan-ikan itu akan muncul corak warnanya. Meskipun dari satu indukan, namun warnanya beragam. Setelah muncul warna dan corak itu, ikan harus mulai dipindah lagi. Ditaruh di ember terpisah, dipindah ke ember.

Satu ember berisi satu ikan. Sebab, usia tiga sampai 4 bulan ikan cupang sudah mulai bertarung sesamanya. ‘’jadi harus dipisah,’’ jelasnya. Ikan cupang Didik ini jenisnya giant. Dalam bahasa Indonesia berarti raksasa. Ini adalah ikan cupang dengan ukuran terbesar dibanding jenis lainnya. Dia memilih jenis itu karena lebih cepat besar.

Ikan itu dibeli pedagang hingga penggemar ikan. Baik dari Bojonegoro maupun luar kota. Tidak jarang ikan-ikan milik Didik itu menang kontes ikan cupang. ‘’Kontes ikan cupang bukan menarungkan ikan. Melainkan dinilai dari corak dan kesesesuaian tubuh ikan. Ada banyak kategori,’’ terangnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/