alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pengiriman Logistik Pemilu Gandeng BMKG

KPUK Tuban bakal melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban dalam proses pengiriman logistik Pemilu 2019. Itu dilakukan agar logistik pemilu aman dari guyuran hujan menyusul puncak musim penghujan yang berlangsung pada Maret hingga April mendatang.

Ketua KPUK Tuban Kamuri mengatakan, pengiriman logistik pemilu kali ini memang cukup rawan. Selain karena memasuki puncak musim penghujan, kotak suara pemilu kali ini juga terbuat dari bahan karton. Kondisi itulah yang membuat kotak suara rawan rusak ketika terkena hujan. ‘’Kalau hanya sekadar terciprat air tidak masalah, tapi kalau terguyur hujan ya rusak,’’ kata dia. Karena itu, pengiriman logistik membutuhkan pengamanan ekstra agar terhindar dari ‘’serangan’’ hujan.

Baca Juga :  Pasar Jadi ‘’Kanvas’’ Grafiti 

Untuk meminimalisasi guyuran hujan, lanjut Kasmuri, KPUK perlu berkoordinasi dengan BMKG. Itu dilakukan untuk memastikan, apakah hari itu akan turun hujan atau tidak. Jika diprediksi turun hujan lebat, maka pengiriman logistik ditunda. ‘’Memastikan kondisi cuaca itu penting,’’ tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Bagaimana jika saat coblosan berlangsung hujan lebat? Kasmuri menyampaikan, KPU telah menyiapkan plastik pelindung kotak suara. Sehingga, saat hujan turun, kotak suara langsung dibungkus dengan plastik.

Sekadar diketahui, logistik kotak suara Pemilu 2019 seluruhnya berbahan material kertas karton. Tidak lagi berbahan alumunium seperti pemilu sebelumnya. Tidak hanya kotak suara, bilik suara juga terbuat dari bahan karton yang penggunaannya sekali pakai. Meski demikian, KPU memastikan logistik pemilu berbahan karton tetap aman.

Baca Juga :  Situng Belum Bisa Dijadikan Acuan

KPUK Tuban bakal melibatkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tuban dalam proses pengiriman logistik Pemilu 2019. Itu dilakukan agar logistik pemilu aman dari guyuran hujan menyusul puncak musim penghujan yang berlangsung pada Maret hingga April mendatang.

Ketua KPUK Tuban Kamuri mengatakan, pengiriman logistik pemilu kali ini memang cukup rawan. Selain karena memasuki puncak musim penghujan, kotak suara pemilu kali ini juga terbuat dari bahan karton. Kondisi itulah yang membuat kotak suara rawan rusak ketika terkena hujan. ‘’Kalau hanya sekadar terciprat air tidak masalah, tapi kalau terguyur hujan ya rusak,’’ kata dia. Karena itu, pengiriman logistik membutuhkan pengamanan ekstra agar terhindar dari ‘’serangan’’ hujan.

Baca Juga :  Komunitas Motor RX King, Keliling Nusantara Buktikan Tidak Ugal-Ugalan

Untuk meminimalisasi guyuran hujan, lanjut Kasmuri, KPUK perlu berkoordinasi dengan BMKG. Itu dilakukan untuk memastikan, apakah hari itu akan turun hujan atau tidak. Jika diprediksi turun hujan lebat, maka pengiriman logistik ditunda. ‘’Memastikan kondisi cuaca itu penting,’’ tegas mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) itu.

Bagaimana jika saat coblosan berlangsung hujan lebat? Kasmuri menyampaikan, KPU telah menyiapkan plastik pelindung kotak suara. Sehingga, saat hujan turun, kotak suara langsung dibungkus dengan plastik.

Sekadar diketahui, logistik kotak suara Pemilu 2019 seluruhnya berbahan material kertas karton. Tidak lagi berbahan alumunium seperti pemilu sebelumnya. Tidak hanya kotak suara, bilik suara juga terbuat dari bahan karton yang penggunaannya sekali pakai. Meski demikian, KPU memastikan logistik pemilu berbahan karton tetap aman.

Baca Juga :  Jalan Plembon-Sugio Digelontor Anggaran Perbaikan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/