alexametrics
27 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

EMCL Pasrah

BOJONEGORO – Perpustakaan mini di Alun-Alun Bojonegoro, rencananya akan dibongkar belum ada kepastian resmi. Hanya, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) memilih pasrah. EMCL memastikan perpustakaan mini itu sudah diserahkan sepenuhnya ke Pemkab Bojonegoro.

Sehingga, EMCL memasrahkan sepenuhnya pengelolanya pada pemkab setempat. ‘’Sudah kami serah terimakan. Semuanya tergantung pemkab,’’ ujar Juru Bicara EMCL Rexy Mawardijaya saat dihubungi kemarin (23/3).

Itu adalah respons atas kabar akan dibongkarnya perpustakaan mini di alun-alun. Sebab, perpustakaan mini itu berasal dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari EMCL. Itu diberikan pada 2018 lalu.

Baca Juga :  Harga Jagung Merosot, Petani Merugi

Rexy menjelaskan, perpustakaan mini itu adalah upaya EMCL mendukung budaya literasi atau baca tulis di Bojonegoro. Sehingga, literasi di Kota Ledre akan semakin baik dengan adanya perpustakaan mini itu. Terutama bisa meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

‘’Kami juga sudah berkoordinasi dengan OPD terkait sebelumnya. Yakni dinas cipta karya dan dinas perpustakaan dan arsip,’’ ujarnya.

Mengenai rencana pembongkaran bangunan itu, Rexy mengaku belum tahu-menahu. Namun, dia tidak mau berspekulasi banyak mengenai rencana tersebut. ‘’Apakah itu baru kabar atau sudah pasti, harus dipastikan,’’ jelasnya.

Dia melanjutkan, jika memang pemkab ingin membongkarnya, seharusnya ada surat perintahnya terlebih dulu. Namun, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima pemberitahuan. Meski begitu, lanjut dia, digunakan atau dibongkar, semuanya wewenang pemkab. Sebab, EMCL sudah menyerahkannya pada pemkab.

Baca Juga :  Inginkan Masyarakat Beralih ke Biji Kopi Obat

‘’Prosesnya penyerahannya memang belum selesai. Sedang dalam proses akhir,’’ jelasnya.

Kabar mengenai rencana pembongkaran perpustakaan mini memang masih belum klir. Namun, salah satu pejabat di dinas perpustakaan dan arsip memastikan, bahwa bangunan tepat di timur air mancur alun-alun itu akan dibongkar. Sehingga, bangunan itu tidak kunjung dipakai. Padahal, sudah selesai dibangun tahun lalu.

Bahkan, kalangan legislatif tidak tahu menahu perihal perpustakaan mini itu. Sebab, pemkab juga tidak pernah membahasnya. ‘’Minim sekali informasi mengenai itu,’’ ujar Ketua Komisi D DPRD Muhammad Fauzan.

BOJONEGORO – Perpustakaan mini di Alun-Alun Bojonegoro, rencananya akan dibongkar belum ada kepastian resmi. Hanya, ExxonMobil Cepu Ltd (EMCL) memilih pasrah. EMCL memastikan perpustakaan mini itu sudah diserahkan sepenuhnya ke Pemkab Bojonegoro.

Sehingga, EMCL memasrahkan sepenuhnya pengelolanya pada pemkab setempat. ‘’Sudah kami serah terimakan. Semuanya tergantung pemkab,’’ ujar Juru Bicara EMCL Rexy Mawardijaya saat dihubungi kemarin (23/3).

Itu adalah respons atas kabar akan dibongkarnya perpustakaan mini di alun-alun. Sebab, perpustakaan mini itu berasal dari tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR) dari EMCL. Itu diberikan pada 2018 lalu.

Baca Juga :  Tak Kapok Divonis 7 Bulan, Suharjo Kembali Produksi Minuman Keras

Rexy menjelaskan, perpustakaan mini itu adalah upaya EMCL mendukung budaya literasi atau baca tulis di Bojonegoro. Sehingga, literasi di Kota Ledre akan semakin baik dengan adanya perpustakaan mini itu. Terutama bisa meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

‘’Kami juga sudah berkoordinasi dengan OPD terkait sebelumnya. Yakni dinas cipta karya dan dinas perpustakaan dan arsip,’’ ujarnya.

Mengenai rencana pembongkaran bangunan itu, Rexy mengaku belum tahu-menahu. Namun, dia tidak mau berspekulasi banyak mengenai rencana tersebut. ‘’Apakah itu baru kabar atau sudah pasti, harus dipastikan,’’ jelasnya.

Dia melanjutkan, jika memang pemkab ingin membongkarnya, seharusnya ada surat perintahnya terlebih dulu. Namun, hingga saat ini pihaknya juga belum menerima pemberitahuan. Meski begitu, lanjut dia, digunakan atau dibongkar, semuanya wewenang pemkab. Sebab, EMCL sudah menyerahkannya pada pemkab.

Baca Juga :  Rekrut Pengangguran Lulusan SMA┬áini Tugas Dari Pengedar Carnopen

‘’Prosesnya penyerahannya memang belum selesai. Sedang dalam proses akhir,’’ jelasnya.

Kabar mengenai rencana pembongkaran perpustakaan mini memang masih belum klir. Namun, salah satu pejabat di dinas perpustakaan dan arsip memastikan, bahwa bangunan tepat di timur air mancur alun-alun itu akan dibongkar. Sehingga, bangunan itu tidak kunjung dipakai. Padahal, sudah selesai dibangun tahun lalu.

Bahkan, kalangan legislatif tidak tahu menahu perihal perpustakaan mini itu. Sebab, pemkab juga tidak pernah membahasnya. ‘’Minim sekali informasi mengenai itu,’’ ujar Ketua Komisi D DPRD Muhammad Fauzan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/