alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tabungan Nasabah BRI Berkurang Secara Misterius Hingga Belasan Juta

Radar Bojonegoro – Kejadian mengejutkan dialami lima nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bojonegoro. Tabungan lima nasabah berkurang secara tiba-tiba atau berkurang misterius. Bahkan, terdapat nasabah yang tabungannya berkurang hingga Rp 12,5 juta selama dua hari.

Aris salah satu nasabah mengatakan, tabungannya berkurang ketika mengecek saldo di ATM pada Senin (22/2). Merasa terkejut tiba-tiba tabungannya raib Rp 10 juta. Bahkan, kejadian berlanjut kemarin. Lelaki asal Kecamatan Kota itu kembali berkurang Rp 2,5 juta. “Jadi total Rp 12,5 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Hilang misterius ini membuatnya kaget. Padahal, sebelum tabungannya berkurang, dia tidak menggunakan untuk transaksi sama sekali. Dan kejadian tersebut baru kali pertama dialami. Namun, Aris mengaku tabungan berkurang tidak hanya dialami dirinya sendiri.

Ada empat nasabah lainnya dengan nominal yang berbeda. Kemarin Aris bergegas mengonfimasi ke pihak BRI terkait kejadian dia laminya. Saat ini, pihaknya menunggu kejelasan BRI karena penjelasan dari pihak bank, masih dilakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Jalur Temayang Tak Kunjung Diperbaiki

Dan harus menunggu selama 14 hari kerja. Tetapi belum terdapat kejelasan uang akan kembali atau tidak. “Masih belum tahu,” keluhnya. Sementara ini, Aris memindah uang sisa tabungan ke rekening baru. Sedangkan, rekening lama diblokir. Sembari menunggu tanggung jawab BRI karena uang tidak digunakan transaksi dan tidak hanya dialami satu nasabah. “Sudah diblokir dan ganti rekening baru dengan bank yang sama,” jelasnya.

Manajer Pemasaran Mikro (MPM) BRI Kantor Cabang Bojonegoro Hari Suryo tidak bisa ditemui. Petugas keamanan mengatakan Hari sedang sibuk. Sementara itu, saat ditemui awak media, Asisten Manajer Operasional (AOM) Bank BRI Cabang Bojonegoro Lusujiyana baru mendapat infomasi terkait berkurangnya tabungan nasabah pagi kemarin.

Menindaklanjuti dan melaporkan ke kantor pusat. Dan akan dilakukan investigasi untuk penyelesaian masalah tersebut. “Diklarifikasi. Nanti hasilnya seperti apa, biasanya 14 hari kerja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sisa Tujuh Hari, Belum Ada Kandidat Diajukan Ketua Askab PSSI Bojonegoro

Lusi sapaannya menjelaskan, terdapat empat hingga lima nasabah yang berkurang tabungan di ATM. Dengan nominal Rp 2,5 juta hingga Rp 10 juta. Nasabah mengetahui tabungannya dari notifikasi berita pengambilan uang. Padahal, belum melakukan transaksi. Menurut Lusi, pengelolaan mesin ATM, kantornya bekerja sama dengan SSI selaku vendor.

Rekanan pengelola mesin ATM ini meliputi di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Dan memastikan, SSI akan turun tangan dalam permasalahan ini. “Sementara ini (tabungan nasabah yang saldo berkurang) diganti dengan rekening baru,” ungkapnya.

Lusi mengimbau nasabah mengambil uang di mesin ATM pada tempat ramai. Menghindari lokasi ATM yang tempat sepi. Karena mesin ATM satuan (offside), pelaku skimming leluasa mengganti atau memasang alat skimming. “Itu suatu kemungkinan,” ujarnya. (irv)

Radar Bojonegoro – Kejadian mengejutkan dialami lima nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Bojonegoro. Tabungan lima nasabah berkurang secara tiba-tiba atau berkurang misterius. Bahkan, terdapat nasabah yang tabungannya berkurang hingga Rp 12,5 juta selama dua hari.

Aris salah satu nasabah mengatakan, tabungannya berkurang ketika mengecek saldo di ATM pada Senin (22/2). Merasa terkejut tiba-tiba tabungannya raib Rp 10 juta. Bahkan, kejadian berlanjut kemarin. Lelaki asal Kecamatan Kota itu kembali berkurang Rp 2,5 juta. “Jadi total Rp 12,5 juta,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.

Hilang misterius ini membuatnya kaget. Padahal, sebelum tabungannya berkurang, dia tidak menggunakan untuk transaksi sama sekali. Dan kejadian tersebut baru kali pertama dialami. Namun, Aris mengaku tabungan berkurang tidak hanya dialami dirinya sendiri.

Ada empat nasabah lainnya dengan nominal yang berbeda. Kemarin Aris bergegas mengonfimasi ke pihak BRI terkait kejadian dia laminya. Saat ini, pihaknya menunggu kejelasan BRI karena penjelasan dari pihak bank, masih dilakukan penyelidikan.

Baca Juga :  Bisnis Berbasis Ide, Bikin Kantor Serasa Kafe

Dan harus menunggu selama 14 hari kerja. Tetapi belum terdapat kejelasan uang akan kembali atau tidak. “Masih belum tahu,” keluhnya. Sementara ini, Aris memindah uang sisa tabungan ke rekening baru. Sedangkan, rekening lama diblokir. Sembari menunggu tanggung jawab BRI karena uang tidak digunakan transaksi dan tidak hanya dialami satu nasabah. “Sudah diblokir dan ganti rekening baru dengan bank yang sama,” jelasnya.

Manajer Pemasaran Mikro (MPM) BRI Kantor Cabang Bojonegoro Hari Suryo tidak bisa ditemui. Petugas keamanan mengatakan Hari sedang sibuk. Sementara itu, saat ditemui awak media, Asisten Manajer Operasional (AOM) Bank BRI Cabang Bojonegoro Lusujiyana baru mendapat infomasi terkait berkurangnya tabungan nasabah pagi kemarin.

Menindaklanjuti dan melaporkan ke kantor pusat. Dan akan dilakukan investigasi untuk penyelesaian masalah tersebut. “Diklarifikasi. Nanti hasilnya seperti apa, biasanya 14 hari kerja,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gerhana Total, Warna Bulan Bakal Memerah

Lusi sapaannya menjelaskan, terdapat empat hingga lima nasabah yang berkurang tabungan di ATM. Dengan nominal Rp 2,5 juta hingga Rp 10 juta. Nasabah mengetahui tabungannya dari notifikasi berita pengambilan uang. Padahal, belum melakukan transaksi. Menurut Lusi, pengelolaan mesin ATM, kantornya bekerja sama dengan SSI selaku vendor.

Rekanan pengelola mesin ATM ini meliputi di Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan. Dan memastikan, SSI akan turun tangan dalam permasalahan ini. “Sementara ini (tabungan nasabah yang saldo berkurang) diganti dengan rekening baru,” ungkapnya.

Lusi mengimbau nasabah mengambil uang di mesin ATM pada tempat ramai. Menghindari lokasi ATM yang tempat sepi. Karena mesin ATM satuan (offside), pelaku skimming leluasa mengganti atau memasang alat skimming. “Itu suatu kemungkinan,” ujarnya. (irv)

Artikel Terkait

Most Read

Jaga Bentuk Tubuh

Tetap Waspada, Meski Tren TMA Turun

CJH Dijadwalkan Pulang 12 September

Artikel Terbaru


/