alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Jual Motor, Dibayar Upal

BABAT – Kasus uang palsu (upal) terungkap di Babat. Bermula dari Edo Nur Alfian, 18, asal Desa Bedahan Kecamatan Babat yang menjual sepeda motornya. Ternyata uang dari pembelinya yang dikenal lewat facebook merupakan upal. Kasus tersebut dilaporkan ke Mapolsek Babat Kamis (22/2) lalu.

‘’Uang palsu tersebut sebanyak 69 lembar pecahan Rp 50 ribu, totalnya Rp 3,45 juta,’’ kata Pjs Kasubag Humas Polres Lamongan, Iptu Sunaryo jumat (23/2).  

Menurut dia, uang tersebut diketahui palsu saat diberikan kepada orangtuanya. Saat dipegang, mucnul kecurigaan karena terasa tebal tidak seperti biasanya. Setelah dicek dengan alat, ternyata benar palsu. ‘’Uang terlihat hampir menyerupai uang pada umumnya. Tapi saat dipegang terasa tebal tidak seperti biasanya,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Perahu Penyeberangan Jembatan Bojonegoro Blora Akan Dikonsep Wisata

Sunaryo mengungkapkan, kasus tersebut bermula pada 20 Februari lalu korban menayangkan sepeda motor miliknya jenis Honda GL 100 ke facebook untuk dijual.  Seorang yang tidak dikenalnya men-chatting (menghubunginya) karena tertarik membeli. Selanjutnya melalui whatshapp orang tersebut minta bertemu untuk sepeda motor korban.

Sehari kemudian terjadi pertemuan di depan ATM Bank Mandiri Babat. Setelah berlangsung tawar menawar, akhirnya tercapai kesepakatan dibeli seharga Rp 3,5 Juta. Korban kemudian menerima uang dan sepeda motor dibawa orang tak dikenal tersebut. ‘’Terlapor (orang tak dikenal, Red) sempat meminta uang Rp 50 ribu kepada korban dengan alasan untuk ganti bensin karena rumahnya jauh,’’ ungkapnya.     

Baca Juga :  Alat Berat Diminta Tidak Perlu Didatangkan untuk Perbaikan Rel

Menurut dia, korban melakukan transaksi pada malam hari. Pagi harinya baru diketahui kalau uang itu palsu, setelah diberikan ke ibunya. Transaksi malam hari atas permintaan pembeli. Itu menjadi trik orang tak dikenal tersebut agar korban tidak mengetahui keaslian uangnya. ‘’Kini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut,’’ tuturnya.

BABAT – Kasus uang palsu (upal) terungkap di Babat. Bermula dari Edo Nur Alfian, 18, asal Desa Bedahan Kecamatan Babat yang menjual sepeda motornya. Ternyata uang dari pembelinya yang dikenal lewat facebook merupakan upal. Kasus tersebut dilaporkan ke Mapolsek Babat Kamis (22/2) lalu.

‘’Uang palsu tersebut sebanyak 69 lembar pecahan Rp 50 ribu, totalnya Rp 3,45 juta,’’ kata Pjs Kasubag Humas Polres Lamongan, Iptu Sunaryo jumat (23/2).  

Menurut dia, uang tersebut diketahui palsu saat diberikan kepada orangtuanya. Saat dipegang, mucnul kecurigaan karena terasa tebal tidak seperti biasanya. Setelah dicek dengan alat, ternyata benar palsu. ‘’Uang terlihat hampir menyerupai uang pada umumnya. Tapi saat dipegang terasa tebal tidak seperti biasanya,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Oknum PNS Disanksi Nonaktif

Sunaryo mengungkapkan, kasus tersebut bermula pada 20 Februari lalu korban menayangkan sepeda motor miliknya jenis Honda GL 100 ke facebook untuk dijual.  Seorang yang tidak dikenalnya men-chatting (menghubunginya) karena tertarik membeli. Selanjutnya melalui whatshapp orang tersebut minta bertemu untuk sepeda motor korban.

Sehari kemudian terjadi pertemuan di depan ATM Bank Mandiri Babat. Setelah berlangsung tawar menawar, akhirnya tercapai kesepakatan dibeli seharga Rp 3,5 Juta. Korban kemudian menerima uang dan sepeda motor dibawa orang tak dikenal tersebut. ‘’Terlapor (orang tak dikenal, Red) sempat meminta uang Rp 50 ribu kepada korban dengan alasan untuk ganti bensin karena rumahnya jauh,’’ ungkapnya.     

Baca Juga :  Disperindag Lamongan Revitaliasi 22 Pasar di Tengah Pandemi

Menurut dia, korban melakukan transaksi pada malam hari. Pagi harinya baru diketahui kalau uang itu palsu, setelah diberikan ke ibunya. Transaksi malam hari atas permintaan pembeli. Itu menjadi trik orang tak dikenal tersebut agar korban tidak mengetahui keaslian uangnya. ‘’Kini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut,’’ tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

PPP Dijatah Ketua Fraksi

Akhirnya Warga Sepakat Damai

Komunitas  Pemancing Terfasilitasi

Pergerakan Serapan APBD Lambat

Artikel Terbaru


/