alexametrics
26.5 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Faktor yang Menghambat Pertumbuhan Ekonomi

RADAR BOJONEGORO – Usaha–usaha pembangunan perekonomian di Negara yang sedang berkembang dalam pelaksanaannya banyak sekali kegagalan dalam memecahkan masalah terutama permasalahan pada bidang pendapatan. Tantangan yang dihadapi di setiap negara adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat stabil. Pengangguran dan inflasi dapat dikurangi sambil memperkuat ekonomi pada dasar terbuka.

Terahmbatnya pembangunan di Indonesia secara umum dipengaruhi oleh factor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Secara khusus yang di fokuskan yaitu kemiskinan dan pengangguran.

Faktor – factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :

1.Factor sumberdaya manusia, sumber daya manusia selaku subjek pembangunan yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembangunan 

2.Factor sumberdaya alam, sumberdaya alam harus didukung oleh kemampuan SDMnya untuk mengelolah sumberdaya alam yang tersisa

3.Factor ilmu pengetahuan dan teknologi, perekembangan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pengertian pola kerja dll. Aktivitas ini yang memacu pembangunan ekonomi atau dalam kata lain menjadi pendorong.

4.Factor budaya, berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan

5.Sumber daya modal, sumber daya modal ini dibutuhkan untuk mengeloal SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. 

Hambatan pembangunan Ekonomi 

1.Permodalan, modal dapat dikatakan factor pokok dalam pembangunan. Bila pendapatan perkapita rendah, maka proses pembentukan modalnya terlambat. Akibatnya sumber utama pembetukan modal adalah tabungan pemerintah dan bantuan dari luar negeri.

2.Iklim dan keadaan alam, SDA yang dapat menghambat pembangunan, karna orang hanya mengandalkan persediaan sumber alam yang cukup. Dengan kata lain masyarakat akan meremehkan dan tidak mau kerja keras jika semua merasa tak terpenuhi.

Baca Juga :  Siswa Baru Lulus Gagal Terima DAK Pendidikan

3.Penduduk dan ketenagakerjaan, pembangunan dapat berjalan dengan baik apabila tersedia tenaga ahli terbatasnya kemampuan mengelola sumber daya alam.

4.Politik, kestabilan politik disuatu negara menentukan kelancaran proses pembangunan.

5.Sistem social dan masyarakat, memiliki beragam adat dan budaya. Ini juga merupakan masalah jika ini bisa menuai kesalahpahaman dan bisa menghambat pembangunan.

Indicator pertumbuhan ekonomi

Proses pembanguna yang tidak berjalan dengan sempurna, seperti masalah pengangguran, kemiskinan, urbanisasi yang tinggi sehingga menciptakan masyarakat yang miskin dan kesenjangan ekonomi.

Pembangunan ekonomi dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan energi, pangan, transportasi, air bersih dll. Pembangunan ekonomi di Indonesia harus meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa agar keluar sebagai pemenang dalam persaingan global. Keberhasilan pembangunan diukur dengan indicator ekonomi itu sendiri. Dengan berjalan sesuai yang diharapkan. 

Indicator Ekonomi 

1.Pendapatan perkapita

Pendapatan perkapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan salah satu indicator makro ekonomi yang telah lama digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif makro ekonomi, indicator ini merupakan bagian kesejahteraan manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 

2.Struktur Ekonomi

Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan perkapita akan mencerminkan transformasi structural dalam bidang ekonomi dan kelas – kelas social. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan per kapita, kontribusi sector manupaktur/industry dan jasa terhadap pendapatan nasional akan meningkat terus.

3.Urbanisasi 

Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Urbanisasi dikatakan tidak terjadi apabila pertumbuhan penduduk diwilayah urban sama dengan nol. Di negara industry Sebagian besar penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di negara yang sedang berkembang proporsi terbesar penduduknya tinggak di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indicator pembangunan.

Baca Juga :  Pentingnya Peran Masyarakat Dalam Pemulihan Ekonomi Dimasa Pandemi

4.Angka Tabungan

Perkembangan sector manufaktur/industry selama tahap industrialisasi memerlukan investasi dan modal. Finansial capital merupakan factor utama dalam proses industrialisasi dalam sebuah masyarakat, sebagaimana terjadi di Inggris pada umumnya Eropa pada awal pertumbuhan kapitalisme yang disusul oleh revolusi industry. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, modal usaha ini dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.

5.Indeks Kualitas Hidup

Indeks Kualitas Hidup (IKH) digunakan untuk mengukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Indeks makroekonomi tidak dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan masyarakat dalam mengukur keberhasilan ekonomi. 

6.Indeks Pembangunan Manusia 

Sebagai tambahan untuk beberapa indicator yang telah ada, ide dasar yang melandasi dibuatnya indesk ini adalah pentingnya memeprhatikan kualitas sumber daya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengembangkan pilihan – pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. 

Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia. Dalam hubungan ini, ada tiga komponen yang dianggap paling menentukan dalam pembangunan, umur Panjang dan sehat, perolehan dan pengembangan pengetahuan, dan peningkatan terhadap akses untuk kehidupan yang lebih baik.

RADAR BOJONEGORO – Usaha–usaha pembangunan perekonomian di Negara yang sedang berkembang dalam pelaksanaannya banyak sekali kegagalan dalam memecahkan masalah terutama permasalahan pada bidang pendapatan. Tantangan yang dihadapi di setiap negara adalah bagaimana pertumbuhan ekonomi dapat stabil. Pengangguran dan inflasi dapat dikurangi sambil memperkuat ekonomi pada dasar terbuka.

Terahmbatnya pembangunan di Indonesia secara umum dipengaruhi oleh factor politik, ekonomi, sosial dan budaya. Secara khusus yang di fokuskan yaitu kemiskinan dan pengangguran.

Faktor – factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi :

1.Factor sumberdaya manusia, sumber daya manusia selaku subjek pembangunan yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan pembangunan 

2.Factor sumberdaya alam, sumberdaya alam harus didukung oleh kemampuan SDMnya untuk mengelolah sumberdaya alam yang tersisa

3.Factor ilmu pengetahuan dan teknologi, perekembangan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pengertian pola kerja dll. Aktivitas ini yang memacu pembangunan ekonomi atau dalam kata lain menjadi pendorong.

4.Factor budaya, berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan

5.Sumber daya modal, sumber daya modal ini dibutuhkan untuk mengeloal SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. 

Hambatan pembangunan Ekonomi 

1.Permodalan, modal dapat dikatakan factor pokok dalam pembangunan. Bila pendapatan perkapita rendah, maka proses pembentukan modalnya terlambat. Akibatnya sumber utama pembetukan modal adalah tabungan pemerintah dan bantuan dari luar negeri.

2.Iklim dan keadaan alam, SDA yang dapat menghambat pembangunan, karna orang hanya mengandalkan persediaan sumber alam yang cukup. Dengan kata lain masyarakat akan meremehkan dan tidak mau kerja keras jika semua merasa tak terpenuhi.

Baca Juga :  Deadline hingga Akhir Bulan, Pengembalian Mobdin Anggota DPRD

3.Penduduk dan ketenagakerjaan, pembangunan dapat berjalan dengan baik apabila tersedia tenaga ahli terbatasnya kemampuan mengelola sumber daya alam.

4.Politik, kestabilan politik disuatu negara menentukan kelancaran proses pembangunan.

5.Sistem social dan masyarakat, memiliki beragam adat dan budaya. Ini juga merupakan masalah jika ini bisa menuai kesalahpahaman dan bisa menghambat pembangunan.

Indicator pertumbuhan ekonomi

Proses pembanguna yang tidak berjalan dengan sempurna, seperti masalah pengangguran, kemiskinan, urbanisasi yang tinggi sehingga menciptakan masyarakat yang miskin dan kesenjangan ekonomi.

Pembangunan ekonomi dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan energi, pangan, transportasi, air bersih dll. Pembangunan ekonomi di Indonesia harus meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa agar keluar sebagai pemenang dalam persaingan global. Keberhasilan pembangunan diukur dengan indicator ekonomi itu sendiri. Dengan berjalan sesuai yang diharapkan. 

Indicator Ekonomi 

1.Pendapatan perkapita

Pendapatan perkapita, baik dalam ukuran GNP maupun PDB merupakan salah satu indicator makro ekonomi yang telah lama digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi. Dalam perspektif makro ekonomi, indicator ini merupakan bagian kesejahteraan manusia yang dapat diukur, sehingga dapat menggambarkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. 

2.Struktur Ekonomi

Telah menjadi asumsi bahwa peningkatan pendapatan perkapita akan mencerminkan transformasi structural dalam bidang ekonomi dan kelas – kelas social. Dengan adanya perkembangan ekonomi dan peningkatan per kapita, kontribusi sector manupaktur/industry dan jasa terhadap pendapatan nasional akan meningkat terus.

3.Urbanisasi 

Urbanisasi dapat diartikan sebagai meningkatnya proporsi penduduk yang bermukim di wilayah perkotaan dibandingkan dengan di pedesaan. Urbanisasi dikatakan tidak terjadi apabila pertumbuhan penduduk diwilayah urban sama dengan nol. Di negara industry Sebagian besar penduduk tinggal di wilayah perkotaan, sedangkan di negara yang sedang berkembang proporsi terbesar penduduknya tinggak di wilayah pedesaan. Berdasarkan fenomena ini, urbanisasi digunakan sebagai salah satu indicator pembangunan.

Baca Juga :  UMM Runner Up PTS Terbanyak Peroleh Pendanaan PKM

4.Angka Tabungan

Perkembangan sector manufaktur/industry selama tahap industrialisasi memerlukan investasi dan modal. Finansial capital merupakan factor utama dalam proses industrialisasi dalam sebuah masyarakat, sebagaimana terjadi di Inggris pada umumnya Eropa pada awal pertumbuhan kapitalisme yang disusul oleh revolusi industry. Dalam masyarakat yang memiliki produktivitas tinggi, modal usaha ini dapat dihimpun melalui tabungan, baik swasta maupun pemerintah.

5.Indeks Kualitas Hidup

Indeks Kualitas Hidup (IKH) digunakan untuk mengukur kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Indeks makroekonomi tidak dapat memberikan gambaran tentang kesejahteraan masyarakat dalam mengukur keberhasilan ekonomi. 

6.Indeks Pembangunan Manusia 

Sebagai tambahan untuk beberapa indicator yang telah ada, ide dasar yang melandasi dibuatnya indesk ini adalah pentingnya memeprhatikan kualitas sumber daya manusia. Dalam pemahaman ini, pembangunan dapat diartikan sebagai sebuah proses yang bertujuan mengembangkan pilihan – pilihan yang dapat dilakukan oleh manusia. 

Pertumbuhan ekonomi dianggap sebagai factor penting dalam kehidupan manusia, tetapi tidak secara otomatis akan mempengaruhi peningkatan martabat dan harkat manusia. Dalam hubungan ini, ada tiga komponen yang dianggap paling menentukan dalam pembangunan, umur Panjang dan sehat, perolehan dan pengembangan pengetahuan, dan peningkatan terhadap akses untuk kehidupan yang lebih baik.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/