alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Wednesday, August 10, 2022

DLH Periksa Kandungan Air Sumur Tiban

BOJONEGORO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memeriksa kandungan air Sumur Tiban di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander. DLH melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan air sumur yang setiap hari banyak dikunjungi orang. 

Bahkan, pengunjung antre mendapatkan air dianggap ‘‘mujarab‘‘ tersebut. Dan, meminum air secara langsung di lokasi. ‘’Kami sudah mengambil sampel airnya dan sudah kami kirimkan ke Unit Jasa Tirta di Mojokerto,” kata Kepala DLH Nurul Azizah kemarin (23/1).

Nurul menjelaskan, kandungan-kandungan di dalam air tersebut harus diketahui.

Sehingga, tidak menimbulkan penasaran warga. Sebab, air sumur itu banyak dikonsumsi warga secara langsung.

‘’Banyak yang percaya itu bisa jadi obat. Sehingga, harus diteliti terlebih dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengerjaan Satu Bentang Jembatan Widang Tak Kunjung Tuntas

Setiap hari banyak orang datang ke sumur itu untuk mengambil air.

Rata-rata mereka meminta air untuk dijadikan obat.

‘’Katanya bisa untuk semua jenis penyakit.

Makanya langsung kami cek,” tegasnya.

Menurut Nurul, banyak warga percaya, air di sumur itu bisa dijadikan obat.

Namun, pihaknya belum bisa membuktikannya secara ilmiah.

”Itu menurut orang yang saya tanyai di lokasi,” jelasnya. 

Dia menambahkan, air sumur tersebut biasa saja.

Dia juga sudah meminumnya.

Namun, pihaknya tidak bisa mendasarkan hanya pada apa yang dirasakan.

Harus ada bukti ilmiah. ‘’Berapa kandungan kapurnya, kandungan bakteri E.coli-nya.

Semuanya hanya bisa diketahui melalui lab,” terangnya.

Hasil lab, uji kandungan air tersebut baru bisa diketahui tiga minggu lagi.

Baca Juga :  DPC PPP Lamongan 2016-2020: Naim Jabat Ketua Definitif

Sehingga, masyarakat harus sabar jika ingin mengetahuinya.

Sumur tersebut ada di persawahan milik Sukiran warga Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander.

Informasinya, sumur dibuat setelah mertuanya mendapatkan mimpi.

Setelah dibuat, sumur tersebut seketika mengeluarkan air.

Dalam waktu seminggu, air langsung dikunjungi banyak warga.

Informasinya, setiap hari tidak kurang dari 500 pengunjung datang mengambil air di sumur itu. 

BOJONEGORO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro memeriksa kandungan air Sumur Tiban di Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander. DLH melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan air sumur yang setiap hari banyak dikunjungi orang. 

Bahkan, pengunjung antre mendapatkan air dianggap ‘‘mujarab‘‘ tersebut. Dan, meminum air secara langsung di lokasi. ‘’Kami sudah mengambil sampel airnya dan sudah kami kirimkan ke Unit Jasa Tirta di Mojokerto,” kata Kepala DLH Nurul Azizah kemarin (23/1).

Nurul menjelaskan, kandungan-kandungan di dalam air tersebut harus diketahui.

Sehingga, tidak menimbulkan penasaran warga. Sebab, air sumur itu banyak dikonsumsi warga secara langsung.

‘’Banyak yang percaya itu bisa jadi obat. Sehingga, harus diteliti terlebih dulu,” jelasnya.

Baca Juga :  Pengerjaan Satu Bentang Jembatan Widang Tak Kunjung Tuntas

Setiap hari banyak orang datang ke sumur itu untuk mengambil air.

Rata-rata mereka meminta air untuk dijadikan obat.

‘’Katanya bisa untuk semua jenis penyakit.

Makanya langsung kami cek,” tegasnya.

Menurut Nurul, banyak warga percaya, air di sumur itu bisa dijadikan obat.

Namun, pihaknya belum bisa membuktikannya secara ilmiah.

”Itu menurut orang yang saya tanyai di lokasi,” jelasnya. 

Dia menambahkan, air sumur tersebut biasa saja.

Dia juga sudah meminumnya.

Namun, pihaknya tidak bisa mendasarkan hanya pada apa yang dirasakan.

Harus ada bukti ilmiah. ‘’Berapa kandungan kapurnya, kandungan bakteri E.coli-nya.

Semuanya hanya bisa diketahui melalui lab,” terangnya.

Hasil lab, uji kandungan air tersebut baru bisa diketahui tiga minggu lagi.

Baca Juga :  Air Bengawan Menghitam

Sehingga, masyarakat harus sabar jika ingin mengetahuinya.

Sumur tersebut ada di persawahan milik Sukiran warga Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander.

Informasinya, sumur dibuat setelah mertuanya mendapatkan mimpi.

Setelah dibuat, sumur tersebut seketika mengeluarkan air.

Dalam waktu seminggu, air langsung dikunjungi banyak warga.

Informasinya, setiap hari tidak kurang dari 500 pengunjung datang mengambil air di sumur itu. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/