alexametrics
30.6 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Enam Pendonor Plasma Konvalesen Penuhi Syarat

Radar lamongan – Metode penyembuhan pasien Covid-19 dengan transfer plasma konvalesen mulai diseriusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan.

Hingga kemarin (22/12), total ada 12 orang yang ingin menjadi pendonor plasma konvalesen. Berdasarkan hasil skrining, enam pendonor tersebut dinyatakan memenuhi syarat. Namun, baru lima pendonor yang berhasil didapatkan plasma konvalesennya. Rinciannya, satu kantong golongan A serta masing – masing dua kantong golongan B dan O.

‘’Lima orang sudah diambil plasma darahnya. Yang satu orang lagi, rencananya mau diambil hari ini (kemarin) plasma darahnya,’’ kata dr Eko Wahyuhono, ketua IDI Lamongan.

Menurut dia, satu pendonor bisa menghasilkan maksimal tiga kantong plasma konvalesen. Untuk pengobatan, setiap pasien membutuhkan plasma yang berbeda-beda. ‘’Untuk pengobatan variatif sekali. Tergantung kondisinya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Terinspirasi Drama Korea

Meskipun plasma konvalesen saat ini sudah tersedia, Eko menegaskan bahwa penggunaannya berdasarkan rekomendasi dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP). Perubahan dalam diri pasien Covid-19 setelah dilakukan transfer plasma tidak bisa dilihat dalam hitungan hari.

‘’Baru beberapa hari lalu kita berikan ke satu pasien. Belum banyak perubahannya. Plasma konvalesen ini kan kita ambil imun atau kekebalan tubuh dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Ibaratnya seperti tentara bayaran untuk menyerang musuh,’’ ujarnya.

‘’Plasma ini bisa disimpan karena umur penyimpanannya dalam keadaan frozen (beku, Red) bisa sampai sembilan bulan,’’ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PMI Lamongan Agus Suyanto mengatakan, proses pengambilan sampel darah pendonor tetap dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lamongan. Sedangkan proses skrining antibodi dilakukan di PMI Surabaya.

Baca Juga :  SKK Migas: CSR Bisa untuk Persibo

‘’Kenapa di Surabaya? Karena peralatan di sana lebih lengkap. Yang mau donor juga harus dicek golongan darahnya. Dicek terlebih dulu mana yang memenuhi kriteria. Dua hari lalu ada 12 calon pendonor, namun yang memenuhi syarat ternyata hanya enam pendonor. Kalau sudah lolos skrining, calon pendonor akan dipanggil lagi untuk atur jadwal donor,’’ kata pria yang juga kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan ini.

Radar lamongan – Metode penyembuhan pasien Covid-19 dengan transfer plasma konvalesen mulai diseriusi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Lamongan.

Hingga kemarin (22/12), total ada 12 orang yang ingin menjadi pendonor plasma konvalesen. Berdasarkan hasil skrining, enam pendonor tersebut dinyatakan memenuhi syarat. Namun, baru lima pendonor yang berhasil didapatkan plasma konvalesennya. Rinciannya, satu kantong golongan A serta masing – masing dua kantong golongan B dan O.

‘’Lima orang sudah diambil plasma darahnya. Yang satu orang lagi, rencananya mau diambil hari ini (kemarin) plasma darahnya,’’ kata dr Eko Wahyuhono, ketua IDI Lamongan.

Menurut dia, satu pendonor bisa menghasilkan maksimal tiga kantong plasma konvalesen. Untuk pengobatan, setiap pasien membutuhkan plasma yang berbeda-beda. ‘’Untuk pengobatan variatif sekali. Tergantung kondisinya,’’ imbuhnya.

Baca Juga :  Hidup Harus Menyala, Memberi Manfaat Sesama

Meskipun plasma konvalesen saat ini sudah tersedia, Eko menegaskan bahwa penggunaannya berdasarkan rekomendasi dari dokter penanggung jawab pasien (DPJP). Perubahan dalam diri pasien Covid-19 setelah dilakukan transfer plasma tidak bisa dilihat dalam hitungan hari.

‘’Baru beberapa hari lalu kita berikan ke satu pasien. Belum banyak perubahannya. Plasma konvalesen ini kan kita ambil imun atau kekebalan tubuh dari orang yang sudah sembuh dari Covid-19. Ibaratnya seperti tentara bayaran untuk menyerang musuh,’’ ujarnya.

‘’Plasma ini bisa disimpan karena umur penyimpanannya dalam keadaan frozen (beku, Red) bisa sampai sembilan bulan,’’ imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua PMI Lamongan Agus Suyanto mengatakan, proses pengambilan sampel darah pendonor tetap dilakukan di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Lamongan. Sedangkan proses skrining antibodi dilakukan di PMI Surabaya.

Baca Juga :  Nglenyer dan Etika Berkendara

‘’Kenapa di Surabaya? Karena peralatan di sana lebih lengkap. Yang mau donor juga harus dicek golongan darahnya. Dicek terlebih dulu mana yang memenuhi kriteria. Dua hari lalu ada 12 calon pendonor, namun yang memenuhi syarat ternyata hanya enam pendonor. Kalau sudah lolos skrining, calon pendonor akan dipanggil lagi untuk atur jadwal donor,’’ kata pria yang juga kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan ini.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/