alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Usulkan Bantuan 600 Nelayan 

PACIRAN – Dinas Perikanan Lamongan mendata sekitar 600 nelayan pemilik perahu di bawah 5 gross tonage (gt) diusulkan menerima bantuan mesin bahan bakar gas (BBG). Data itu sudah dikirimkan ke Kementerian Energi, Sumberdaya, dan Mineral (ESDM). 

‘’Kemarin kita mendata ulang. Hasilnya hampir 600 nelayan sesuai syarat yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM,’’ tutur Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setyo Budi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan jumat (22/12). 

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan penerima tahun ini, 279 nelayan. Dinas Perikanan belum dapat mendata semua nelayan. Alasannya, sebagian nelayan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Padahal, syaratnya mesin harus menggunakan BBM jenis bensin. ‘’Itu yang membuat tak bisa kita data semuanya, karena masih banyak yang menggunakan solar,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Awal Tahun, Tren DBD Naik

Kementerian ESDM berencana menjatah pembagian mesin BBG sebanyak 40 ribu unit. Jumlah itu naik dibandingkan tahun ini yang hanya 16 ribu unit. ‘’Tentu kita harap semua nelayan yang kita ajukan memenuhi persyaratan,’’ harapnya. 

Dia menambahkan, penggunaan mesin elpiji 3 kilogram (kg) lebih efisien 40 persen dibandingkan mesin berbahan bensin. Sehingga, nelayan kecil bisa memangkas biaya operasional. ‘’Sudah pernah dilakukan uji coba dan jauh lebih efisien,’’ klaim pria berkacamata tersebut. 

Saat ini, baru nelayan di Desa/Kecamatan Paciran yang sudah mendapatkan bantuan mesin BBG. ‘’Awalnya memang perlu beradaptasi, tapi kita lihat sekarang sudah terbiasa,’’ ujarnya. 

PACIRAN – Dinas Perikanan Lamongan mendata sekitar 600 nelayan pemilik perahu di bawah 5 gross tonage (gt) diusulkan menerima bantuan mesin bahan bakar gas (BBG). Data itu sudah dikirimkan ke Kementerian Energi, Sumberdaya, dan Mineral (ESDM). 

‘’Kemarin kita mendata ulang. Hasilnya hampir 600 nelayan sesuai syarat yang ditetapkan oleh Kementerian ESDM,’’ tutur Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Lamongan, Hendro Setyo Budi, kepada Jawa Pos Radar Lamongan jumat (22/12). 

Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan penerima tahun ini, 279 nelayan. Dinas Perikanan belum dapat mendata semua nelayan. Alasannya, sebagian nelayan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Padahal, syaratnya mesin harus menggunakan BBM jenis bensin. ‘’Itu yang membuat tak bisa kita data semuanya, karena masih banyak yang menggunakan solar,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Harga Melambung, Pedagang Ikan Libur Berjualan

Kementerian ESDM berencana menjatah pembagian mesin BBG sebanyak 40 ribu unit. Jumlah itu naik dibandingkan tahun ini yang hanya 16 ribu unit. ‘’Tentu kita harap semua nelayan yang kita ajukan memenuhi persyaratan,’’ harapnya. 

Dia menambahkan, penggunaan mesin elpiji 3 kilogram (kg) lebih efisien 40 persen dibandingkan mesin berbahan bensin. Sehingga, nelayan kecil bisa memangkas biaya operasional. ‘’Sudah pernah dilakukan uji coba dan jauh lebih efisien,’’ klaim pria berkacamata tersebut. 

Saat ini, baru nelayan di Desa/Kecamatan Paciran yang sudah mendapatkan bantuan mesin BBG. ‘’Awalnya memang perlu beradaptasi, tapi kita lihat sekarang sudah terbiasa,’’ ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/