alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Ponsel Guru Siaga

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dari 628 SD yang mengikuti asesmen nasional berbasis komputer (ANBK), kini tinggal 135 lembaga yang menggelar asesmen hingga dua hari ke depan.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif mengatakan, sesuai arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan ANBK dilakukan empat gelombang dengan 8.388 peserta.
Menurut dia, setiap gelombang ada dua hari pelaksanaan. Sesinya dua kali. Untuk gelombang III diikuti 95 lembaga (1.077 peserta), dan gelombang IV diikuti 40 lembaga (460 peserta).
Munif menjelaskan, setiap sesi ada 30 peserta yang ditentukan kemendikbud. Jika mereka tidak bisa hadir, maka bisa diganti dari lima cadangan. Peserta sudah ditentukan oleh pusat.
“Kalau lembaga mau mempersiapkan ya seluruh siswa kelas V SD harus dibekali karena peserta dipilih acak,” jelasnya.
Munif menuturkan, kendala nonteknis tetap ada selama pelaksanaan. Namun, bisa teratasi. Dia mencontohkan kesulitan login sampai sinyalnya hilang.
Menurut Munif, pelaksanaan gelombang I dan II dijadikan pembelajaran. Pada pelaksanaan gelombang III dan IV, hampir 75 persen lembaga menyiapkan jenset.
Selain itu,  masing-masing guru memersiapkan ponselnya apabila sewaktu-waktu terjadi trobel bisa dimanfaatkan siswa untuk mengerjakan. “Karena pelaksanaan banyak yang semionline sehingga bisa diintegrasikan langsung ke ponsel,” terangnya.
Munif berharap dalam pelaksanaan ANBK ini semua lembaga bisa berlomba dalam meningkatkan mutu pembelajarannya salama di kelas. Sebab, ANBK ini yang menjadi peserta bukan hanya siswa. Guru juga dilibatkan untuk memenuhi unsur karakter lingkungan dalam evaluasinya.

Baca Juga :  Hindari Bergantung DBH Migas

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dari 628 SD yang mengikuti asesmen nasional berbasis komputer (ANBK), kini tinggal 135 lembaga yang menggelar asesmen hingga dua hari ke depan.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif mengatakan, sesuai arahan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, pelaksanaan ANBK dilakukan empat gelombang dengan 8.388 peserta.
Menurut dia, setiap gelombang ada dua hari pelaksanaan. Sesinya dua kali. Untuk gelombang III diikuti 95 lembaga (1.077 peserta), dan gelombang IV diikuti 40 lembaga (460 peserta).
Munif menjelaskan, setiap sesi ada 30 peserta yang ditentukan kemendikbud. Jika mereka tidak bisa hadir, maka bisa diganti dari lima cadangan. Peserta sudah ditentukan oleh pusat.
“Kalau lembaga mau mempersiapkan ya seluruh siswa kelas V SD harus dibekali karena peserta dipilih acak,” jelasnya.
Munif menuturkan, kendala nonteknis tetap ada selama pelaksanaan. Namun, bisa teratasi. Dia mencontohkan kesulitan login sampai sinyalnya hilang.
Menurut Munif, pelaksanaan gelombang I dan II dijadikan pembelajaran. Pada pelaksanaan gelombang III dan IV, hampir 75 persen lembaga menyiapkan jenset.
Selain itu,  masing-masing guru memersiapkan ponselnya apabila sewaktu-waktu terjadi trobel bisa dimanfaatkan siswa untuk mengerjakan. “Karena pelaksanaan banyak yang semionline sehingga bisa diintegrasikan langsung ke ponsel,” terangnya.
Munif berharap dalam pelaksanaan ANBK ini semua lembaga bisa berlomba dalam meningkatkan mutu pembelajarannya salama di kelas. Sebab, ANBK ini yang menjadi peserta bukan hanya siswa. Guru juga dilibatkan untuk memenuhi unsur karakter lingkungan dalam evaluasinya.

Baca Juga :  Tuntutan Pelajaran Bikin Siswa Rentan Depresi

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/