alexametrics
27 C
Bojonegoro
Sunday, May 29, 2022

Besok APBD 2021 Disahkan, Pembahasan Dipercepat

Radar Bojonegoro – DPRD Bojonegoro beberapa kali mengubah jadwal pembahasan RAPBD 2021. Awalnya, raperda tentang keuangan daerah itu disahkan 30 November, kemudian diubah 25 November. Dan, terakhir direvisi lagi pengesahan 24 November. Percepatan pengesahan RAPBD itu terkesan dipaksakan, karena pembahasannya baru dimulai 18 November lalu. Praktis hanya sepekan.

‘’Memang kami percepat agar bisa segera diajukan ke provinsi,’’ jelas Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin. Menurut Sholikin, APBD 2021 memang bisa disahkan sampai akhir bulan ini. Namun, pemkab dan DPRD sepakat pengesahan dilakukan sebelum akhir bulan. Sehingga, bisa selesai lebih cepat.

Banyak persiapan harus dilakukan tahun depan. Terutama terkait sistem APBD berubah online. Sehingga, dengan cepat selesai pengesahan, persiapan penyerapan bisa segera dilakukan. ‘’Dua hari besok (23-24 November) akan dilakukan pembahasan APBD. Sorenya kami lakukan paripurna pengesahan,’’ tandas politikus asal Kecamatan Tambakrejo itu.

Baca Juga :  Tambak Terpaksa Dipanen Dini

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lasuri menambahkan, target pengesahan APBD memang dipercepat. Dari 30 November menjadi 24 November. ‘’Karena tahun depan ditargetkan bisa diserap awal. Waktunya lebih panjang. Juga agar bisa segera selesai. Sebab, banyak daerah yang mengajukan ke provinsi,’’ imbuhnya.

Sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendari), batas pengesahan APBD terakhir November. ‘’Kami ingin tidak mengesahkan di batas limitnya. Sehingga, bisa segera diajukan ke provinsi,’’ lanjutnya. Lasuri menuturkan, jika pengesahan melebihi batas akhir, Bojonegoro bisa terkena sanksi. Yakni, pemotongan dana alokasi umum (DAU). Karena itu, lebih baik pengesahan dipercepat. Besaran APBD 2021 diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun. Tidak jauh berbeda dengan APBD 2020 Rp 6,4 triliun.

Baca Juga :  Pemalakan Atasnama Pers Kembali Terjadi¬†

Radar Bojonegoro – DPRD Bojonegoro beberapa kali mengubah jadwal pembahasan RAPBD 2021. Awalnya, raperda tentang keuangan daerah itu disahkan 30 November, kemudian diubah 25 November. Dan, terakhir direvisi lagi pengesahan 24 November. Percepatan pengesahan RAPBD itu terkesan dipaksakan, karena pembahasannya baru dimulai 18 November lalu. Praktis hanya sepekan.

‘’Memang kami percepat agar bisa segera diajukan ke provinsi,’’ jelas Ketua DPRD Bojonegoro Imam Sholikin. Menurut Sholikin, APBD 2021 memang bisa disahkan sampai akhir bulan ini. Namun, pemkab dan DPRD sepakat pengesahan dilakukan sebelum akhir bulan. Sehingga, bisa selesai lebih cepat.

Banyak persiapan harus dilakukan tahun depan. Terutama terkait sistem APBD berubah online. Sehingga, dengan cepat selesai pengesahan, persiapan penyerapan bisa segera dilakukan. ‘’Dua hari besok (23-24 November) akan dilakukan pembahasan APBD. Sorenya kami lakukan paripurna pengesahan,’’ tandas politikus asal Kecamatan Tambakrejo itu.

Baca Juga :  MKKS Usulkan Tryout CBT Serentak

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Lasuri menambahkan, target pengesahan APBD memang dipercepat. Dari 30 November menjadi 24 November. ‘’Karena tahun depan ditargetkan bisa diserap awal. Waktunya lebih panjang. Juga agar bisa segera selesai. Sebab, banyak daerah yang mengajukan ke provinsi,’’ imbuhnya.

Sesuai aturan Kementerian Dalam Negeri (Kemendari), batas pengesahan APBD terakhir November. ‘’Kami ingin tidak mengesahkan di batas limitnya. Sehingga, bisa segera diajukan ke provinsi,’’ lanjutnya. Lasuri menuturkan, jika pengesahan melebihi batas akhir, Bojonegoro bisa terkena sanksi. Yakni, pemotongan dana alokasi umum (DAU). Karena itu, lebih baik pengesahan dipercepat. Besaran APBD 2021 diperkirakan mencapai Rp 6,2 triliun. Tidak jauh berbeda dengan APBD 2020 Rp 6,4 triliun.

Baca Juga :  #TubanMendatang Lebih Baik

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/