alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

DPRD Bakal Klarifikasi Unnes

BOJONEGORO – Nama-nama orang yang mendatangi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Rabu (18/10) lalu masih teka-teki. Banyak yang menduga di antaranya ada oknum anggota DPRD

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto menyanyangkan jika terbukti ada oknum anggota DPRD yang mendatangi Unnes untuk lobi meloloskan nama-nama calon perangkat desa. Karena itu,  pimpinan DPRD akan  mengklarifikasi Unnes. Pihaknya akan menanyakan siapa lima nama yang datang ke Unnes. ’’Dalam waktu dekat itu yang akan kami lakukan,’’ kata Sukur kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (22/10) .

Menurut Sukur, mereka juga mencatut nama-nama anggota DPRD yang lain. Pencatutan itu dilakukan untuk melakukan kecurangan dalam tes perangkat desa. ’’Ini harus dicari kebenarannya dulu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Martono: Mereka Minta ‘Bantuan’

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Choirul Anam belum bisa mengambil sikap. Pihaknya masih menunggu proses lebih lanjut. ’’Apakah benar itu anggota DPRD?’’ ujar Choirul.

Choirul tidak bisa melakukan tindakan jika tidak muncul nama. Setelah muncul nama, satu atau dua orang, maka pihaknya akan memanggil yang bersangkutan. ’’Selama tidak ada nama ya kami tidak mengambil tindakan,’’ terangnya.

Langkah yang dilakukan BK saat ini adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan kepolisian. Kabarnya, kasus tersebut juga sudah masuk ke ranah kepolisian. ’’Jika sudah ada yang dipanggil oleh polisi, akan kami panggil juga,’’ jelasnya.

Hingga kini BK masih belum berkoordinasi dengan Unnes terkait hal itu. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukannya. Sebab, hal itu sangat penting dilakukan. ’’Apakah benar oknum-oknum itu ada anggota dewannya?’’ jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Harus Gelar Paripurna Raperda RPJMD

Sebelumnya, Wakil Rektor Unnes Martono mengatakan, nama-nama lima orang yang datang ke Unnes tersebut sudah diserahkan ke bupati dan kapolres. Martono tidak mengetahui lima nama tersebut berasal dari lembaga apa. ’’Bisa jadi (anggota dewan). Pak bupati yang tahu,’’ ungkapnya.

Selain didatangi oleh oknum, Martono mengaku juga sering mendapatkan pesan singkat dari warga Bojonegoro. Isinya adalah tawaran untuk meluluskan sejumlah nama dengan imbalan puluhan hingga ratusan juga per orang. Namun, pesan-pesan tersebut tidak ditanggapi sama sekali. ’’Banyak yang SMS begitu,’’ jelasnya.

BOJONEGORO – Nama-nama orang yang mendatangi Universitas Negeri Semarang (Unnes) Rabu (18/10) lalu masih teka-teki. Banyak yang menduga di antaranya ada oknum anggota DPRD

Wakil Ketua DPRD Sukur Priyanto menyanyangkan jika terbukti ada oknum anggota DPRD yang mendatangi Unnes untuk lobi meloloskan nama-nama calon perangkat desa. Karena itu,  pimpinan DPRD akan  mengklarifikasi Unnes. Pihaknya akan menanyakan siapa lima nama yang datang ke Unnes. ’’Dalam waktu dekat itu yang akan kami lakukan,’’ kata Sukur kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (22/10) .

Menurut Sukur, mereka juga mencatut nama-nama anggota DPRD yang lain. Pencatutan itu dilakukan untuk melakukan kecurangan dalam tes perangkat desa. ’’Ini harus dicari kebenarannya dulu,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Menarif Mahal, Ditagih Mahal

Sementara itu, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Choirul Anam belum bisa mengambil sikap. Pihaknya masih menunggu proses lebih lanjut. ’’Apakah benar itu anggota DPRD?’’ ujar Choirul.

Choirul tidak bisa melakukan tindakan jika tidak muncul nama. Setelah muncul nama, satu atau dua orang, maka pihaknya akan memanggil yang bersangkutan. ’’Selama tidak ada nama ya kami tidak mengambil tindakan,’’ terangnya.

Langkah yang dilakukan BK saat ini adalah berkoordinasi dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah dengan kepolisian. Kabarnya, kasus tersebut juga sudah masuk ke ranah kepolisian. ’’Jika sudah ada yang dipanggil oleh polisi, akan kami panggil juga,’’ jelasnya.

Hingga kini BK masih belum berkoordinasi dengan Unnes terkait hal itu. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukannya. Sebab, hal itu sangat penting dilakukan. ’’Apakah benar oknum-oknum itu ada anggota dewannya?’’ jelasnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Harus Gelar Paripurna Raperda RPJMD

Sebelumnya, Wakil Rektor Unnes Martono mengatakan, nama-nama lima orang yang datang ke Unnes tersebut sudah diserahkan ke bupati dan kapolres. Martono tidak mengetahui lima nama tersebut berasal dari lembaga apa. ’’Bisa jadi (anggota dewan). Pak bupati yang tahu,’’ ungkapnya.

Selain didatangi oleh oknum, Martono mengaku juga sering mendapatkan pesan singkat dari warga Bojonegoro. Isinya adalah tawaran untuk meluluskan sejumlah nama dengan imbalan puluhan hingga ratusan juga per orang. Namun, pesan-pesan tersebut tidak ditanggapi sama sekali. ’’Banyak yang SMS begitu,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/